Mubadalah.id – Bayi yang lahir sebelum usia kandungan mencapai 9 bulan berarti prematur. Bayi yang terlalu kecil adalah bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2500 gram, atau kurang dari 2,2 kilogram. Bayi prematur dan/atau terlalu kecil butuh perawatan khusus.
Cara perawatan:
Pertama, segera keringkan tubuh bayi sesudah lahir dengan kain bersih yang hangat.
Kedua, letakkan tubuh bayi yang telanjang menempel pada tubuh ibunya. Selimuti dia. Pastikan agar kepala bayi terselimuti dan suhu kamar cukup hangat.
Ketiga, dekatkan bayi dengan payudara ibunya. Bayi yang kecil perlu menyusu paling sedikit tiap 2 jam sekali.
Jangan mandikan bayi yang baru lahir. Sebab yang penting ia harus tetap merasa hangat.
Bila Bayi Berhenti Bernapas
Bayi yang sehat harus mulai bernapas sejak 2 atau 3 menit sehabis tali pusar berubah warna jadi putih, atau sejak plasenta terlepas dari dinding rahim. Kalau saat itu bayi belum juga bernapas sendiri, ia bisa menderita kerusakan otak yang parah, atau bahkan meninggal.
Cara mengatasinya:
Pertama-tama, bersihkan dulu mulut dan hidung bayi seketika setelah ia lahir. Usap dengan hati-hati punggung serta kakinya. Kalau ia belum bernapas juga, lakukan usaha pernapasan buatan. Caranya:
1. Baringkan bayi di atas permukaan yang keras, misalnya meja atau lantai.
2. Bukalah kerongkongannya dengan cara menurunkan bagian belakang kepalanya sedikit.
3. Letakkan mulut Anda menutupi mulut serta hidung bayi, lalu hembuskan napas sedikit-sedikit secara halus. Hembusan napas ini agak lebih cepat ketimbang yang biasa Anda lakukan kala beristirahat: sekitar 30 kali per menit. Di antara tiap hembusan, biarkan bayi mengeluarkan napas.
4. Perut dan dada bayi akan naik turun di tiap hembusan napas Anda ke dalam hidung dan mulutnya. Kalau perut bayi naik, ini berarti udara yang Anda tiupkan tidak masuk ke paru-parunya, melainkan masuk ke perut. Ubah posisi kepala bayi. Jangan sampai ada yang menyumbat kerongkongannya.
PENTING: Paru-paru bayi yang baru lahir sangatlah lembut dan lemah. Bila Anda meniup terlalu keras, Anda bisa merusaknya. Hembusan napas Anda harus dari pipi, bukan dari dada Anda. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 120.









































