Kamis, 16 Juli 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

    Pemadaman Listrik

    Pemadaman Listrik Bergilir: Ironi Negara Eksportir Batu Bara

    Suporter Jepang

    Kritik untuk Suporter Jepang di Piala Dunia 2026: Cuitan Warganet, Sentilan Aristoteles

    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Hukum Adat Bali

    Karang Memadu: Bukti Hukum Adat Bali Melindungi Perempuan

    Pemberian

    Ketika Sebuah Pemberian Menjadi Tanda Kepedulian

    Nikah Sirri

    Enam Langkah Cerai Sirri bagi Perempuan yang Terjebak Nikah Sirri

    Milik Suami

    Benarkah Setelah Menikah Perempuan Menjadi Milik Suami?

    Krisis Pangan

    Krisis Pangan dan Kerentanan Ganda yang Dialami Difabel

    Nafkah Keluarga

    Reinterpretasi Tafsir Nafkah Keluarga

    Perempuan Pembela Keadilan

    Siapa Menjaga Perempuan Pembela Keadilan?

    Integritas

    Integritas Melawan Korupsi: Sikap Gereja Katolik terhadap Korupsi

    Memasak

    Memasak Menyembuhkan Saya dari Patah Hati di Usia Matang

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    kelenjar Bartholin

    Cara Mengatasi Vagina Bengkak Akibat Infeksi Kelenjar Bartholin

    Radang Mulut Rahim

    Radang Mulut Rahim (PID): Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya

    Hepatitis B

    Cara Mengenali Hepatitis B dan Langkah Perawatan yang Tepat

    Kepemimpinan Abu Bakar

    Menilik Kembali Integritas Kepemimpinan Abu Bakar di Tengah Kekacauan Politik

    AIDS

    Kenali HIV/AIDS dan Hepatitis B agar Terhindar dari Risiko Penularan

    herpes

    Herpes dan HIV/AIDS pada Ibu Hamil, Kenali Risiko Penularannya kepada Bayi

    Herpes

    Cara Meredakan Gejala Herpes Genitalia dan Mencegah Penularannya

    Herpes Genital

    Herpes Genitalia: Kenali Gejala, Cara Meredakan Keluhan, dan Penanganannya

    sifilis

    Sifilis pada Ibu Hamil dan Kangkroid, Dua Infeksi Menular Seksual yang Perlu Diwaspadai

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

    Pemadaman Listrik

    Pemadaman Listrik Bergilir: Ironi Negara Eksportir Batu Bara

    Suporter Jepang

    Kritik untuk Suporter Jepang di Piala Dunia 2026: Cuitan Warganet, Sentilan Aristoteles

    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Hukum Adat Bali

    Karang Memadu: Bukti Hukum Adat Bali Melindungi Perempuan

    Pemberian

    Ketika Sebuah Pemberian Menjadi Tanda Kepedulian

    Nikah Sirri

    Enam Langkah Cerai Sirri bagi Perempuan yang Terjebak Nikah Sirri

    Milik Suami

    Benarkah Setelah Menikah Perempuan Menjadi Milik Suami?

    Krisis Pangan

    Krisis Pangan dan Kerentanan Ganda yang Dialami Difabel

    Nafkah Keluarga

    Reinterpretasi Tafsir Nafkah Keluarga

    Perempuan Pembela Keadilan

    Siapa Menjaga Perempuan Pembela Keadilan?

    Integritas

    Integritas Melawan Korupsi: Sikap Gereja Katolik terhadap Korupsi

    Memasak

    Memasak Menyembuhkan Saya dari Patah Hati di Usia Matang

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    kelenjar Bartholin

    Cara Mengatasi Vagina Bengkak Akibat Infeksi Kelenjar Bartholin

    Radang Mulut Rahim

    Radang Mulut Rahim (PID): Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya

    Hepatitis B

    Cara Mengenali Hepatitis B dan Langkah Perawatan yang Tepat

    Kepemimpinan Abu Bakar

    Menilik Kembali Integritas Kepemimpinan Abu Bakar di Tengah Kekacauan Politik

    AIDS

    Kenali HIV/AIDS dan Hepatitis B agar Terhindar dari Risiko Penularan

    herpes

    Herpes dan HIV/AIDS pada Ibu Hamil, Kenali Risiko Penularannya kepada Bayi

    Herpes

    Cara Meredakan Gejala Herpes Genitalia dan Mencegah Penularannya

    Herpes Genital

    Herpes Genitalia: Kenali Gejala, Cara Meredakan Keluhan, dan Penanganannya

    sifilis

    Sifilis pada Ibu Hamil dan Kangkroid, Dua Infeksi Menular Seksual yang Perlu Diwaspadai

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Buku

Imajinasi Anak, Energi Nuklir, dan Jalan Sepi yang dipilih

Joko Priyono telah berhasil menggaungkan kembali nasihat epik Karlina Supelli: bahwa kesetiaan pada ilmu pengetahuan adalah jalan yang sepi.

Muhammad Asyrofudin by Muhammad Asyrofudin
16 Juli 2026
in Buku
A A
0
Imajinasi

Imajinasi

9
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Judul Buku: Kesetiaan adalah Jalan yang Sepi: 65 Tahun Karlina Supelli

Penulis: Joko Priyono

Penerbit: Penerbit Doa Ibu

Tahun Terbit: 2023

Tebal: xiv + 113 Hlm.

Mubadalah.id – “Saya bukan hanya punya imajinasi, tapi juga harapan. Sebab, hidup tanpa harapan akan berhenti. Merawat imajinasi dan harapan sambil kita terus berproses dan kita melakukan apa pun sesedikit mungkin untuk ikut menjelmakan imajinasi itu.” (Kompas.id, 06/08/2024).

Untaian kalimat bernada optimistis tersebut meluncur sebagai bentuk apresiasi dari seorang filsuf dan astronom perempuan Indonesia, Karlina Supelli. Ia telah mempresentasikan penelitian tujuh anak tentang identitas Indonesia. Bagi Karlina, imajinasi menempati posisi krusial dalam dunia anak-anak. Melalui imajinasi, seseorang dituntun untuk melihat realitas dengan cara yang berbeda. Sekaligus menjadi pintu masuk untuk menyelami isi bacaan secara lebih mendalam.

Refleksi atas pentingnya menjaga kedalaman berpikir ini, mengingatkan saya pada garapan fisikawan partikelir sekaligus esais populer, Joko Priyono. Buku itu berjudul Kesetiaan adalah Jalan yang Sepi: 65 Tahun Karlina Supelli (2023). Buku ini, secara garis besar membahas rekam gagasan Karlina Supelli di berbagai media massa mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Membaca lembar demi lembar buku ini, setidaknya akan memunculkan kesadaran mendesak akan pentingnya aktivitas membaca dan menulis sebagai bentuk keberpihakan nyata seseorang pada ilmu pengetahuan.

Keberpihakan pada ilmu pengetahuan, semakin menemukan tantangan terbesarnya pada hari ini. Karena bagaimana pun, di era digital yang serba instan ini, tradisi literasi kian tergeser oleh kepungan video pendek dan kecanggihan Artificial Intelligence (AI). Kita dimanjakan oleh kemudahan mengakses informasi dalam hitungan detik tanpa perlu melewati proses berpikir yang panjang.

Namun demikian, kepraktisan tersebut, masih menyimpan bom waktu yang dapat mengikis esensi ilmu pengetahuan itu sendiri. Terutama di saat dunia kian menuntut penguasaan teknologi yang lebih kompleks.

Jebakan Ketergantungan

Urgensi untuk merawat kapasitas berpikir kritis, sebagaimana yang Karlina Supelli harapkan, terasa kian kontekstual ketika kita tarik pada realitas hari ini. Dalam artikel opini yang berjudul Dilema Nuklirisasi Asia Tenggara (Kompas.id, 12/07/2026), Muhadi Sugiono memaparkan sebuah ironi besar.

Pasalnya, menurut Sugiono pesatnya lonjakan kebutuhan energi di Asia Tenggara saat ini justru terpicu secara agresif oleh ledakan teknologi AI dan pengoperasian ribuan pusat data. Akibat logis dari fenomena ini, telah menjadikan kawasan regional terpaksa melompat ke perkembangan energi nuklir yang sarat risiko.

Satu hal yang perlu kita ingat dari tulisan Sugiono terkait nuklir, adalah peringatannya: bahwa dalam mengadopsi teknologi PLTN, sebuah negara tidak boleh sekadar tergiur oleh aspek pembiayaan murah. Akan tetapi juga wajib mengutamakan pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan transfer teknologi.

Dari apa yang Sugiono sampaikan di atas, kita berhadapan dengan bejibun persoalan rumit yang berkaitan dengan aktivitas membaca dan menulis di era kepungan video pendek dan kecerdasan buatan. Bagaimana mungkin transfer teknologi tingkat tinggi dapat terwujud jika generasi muda kian kehilangan ketekunan membaca buku-buku tebal dan merumuskan gagasan secara reflektif?

Tentunya, tanpa pondasi literasi yang kuat, kapasitas generasi bangsa pun akan rapuh. Akibatnya, alih-alih mencapai kedaulatan teknologi, lompatan nuklir yang kita butuhkan saat ini, justru berisiko menjadi jebakan menuju ketergantungan geopolitik jangka panjang terhadap negara-negara pemasok teknologi asing yang sudah lebih berpengalaman.

Sisi Politis Teknologi

Di dalam buku Kesetiaan adalah Jalan yang Sepi, terdapat satu bagian esai menarik berjudul “PLTN” yang merekam ketajaman Karlina dalam membedah persinggungan antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan politik. Karlina mengamati bahwa dalam pelbagai forum diskusi mengenai PLTN di Indonesia, ruang pembicaraan kerap dominan secara sepihak oleh lembaga pemerintah dan kalangan industri (hlm. 69).

Melalui kritik tersebut, Karlina menegaskan bahwa teknologi pada dasarnya tidak pernah netral. Ia menulis secara lugas:

“Teknologi bukan pelayan netral masyarakat. Mengatakan bahwa pemerintah memilih teknologi demi memenuhi kebutuhan masyarakat, merupakan omong kosong yang besar.”

Pendeknya, Karlina mewanti-wanti agar mengambil kebijakan teknologi tidak berdasarkan kalkulasi politik pragmatis kelompok tertentu yang mengorbankan hajat hidup orang banyak.

Dalam esai lain yang berjudul “Sesudah Roda Berputar”, Karlina menyodorkan alternatif logis bahwa Indonesia sesungguhnya merupakan lumbung energi terbarukan—mulai dari angin, surya, hidro, biomassa, hingga panas bumi—yang tidak akan habis terproduksi.

Namun, pemanfaatan potensi alam ini masih jauh di bawah potensinya. Karakteristik geografis Indonesia sangatlah jelas, yang menurut Karlina, berbeda dari Korea Selatan atau Taiwan yang miskin sumber daya energi primer. Sehingga menjadi sebuah kejanggalan berpikir ketika Indonesia justru bersikeras meniru mentah-mentah perkembangan pemakaian PLTN dari kedua negara tersebut (hlm. 71-72).

Memilih Jalan Sepi

Melalui jalinan pemikiran yang terhimpun dalam buku ini, Joko Priyono telah berhasil menggaungkan kembali nasihat epik Karlina Supelli: bahwa kesetiaan pada ilmu pengetahuan adalah jalan yang sepi.

Menjadi setia—sebagaimana nasihat dan teladan hidup Karlina Supelli—berarti rela menepi demi membaca secara mendalam, tekun menulis secara reflektif, serta berani menyuarakan kebenaran ilmiah di hadapan arus kebijakan yang bias kepentingan.

Buku ini pada akhirnya melempar alarm keras bagi pembacanya. Bahwa kedaulatan ilmu pengetahuan bangsa ini tidak akan pernah bisa terawat dengan mentalitas instan penikmat teknologi. Ia hanya bisa terjaga oleh manusia-manusia tangguh yang memilih meniti jalan sepi literasi, demi merawat imajinasi, memelihara harapan, dan memastikan nalar publik tetap tegak berdaulat. []

 

Tags: Buku Kesetiaan adalah Jalan yang SepiIlmu PengetahuanimajinasiKarlina SupelliReview Buku
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Cara Mengatasi Vagina Bengkak Akibat Infeksi Kelenjar Bartholin

Muhammad Asyrofudin

Muhammad Asyrofudin

Mahasiswa universitas Islam negeri Raden Mas Said Surakarta, santri PP Al Musthofa ngeboran sekaligus alumni pondok pesantren Dar Al-Tauhid Arjawinangun-Cirebon.

Related Posts

Agensi Perempuan
Buku

Agensi Perempuan dari Memoar Huda Sha’rawi “Neraka di Harem”

9 Juli 2026
Lini Masa
Buku

Agama, Peristiwa Lini Masa, dan Bagaimana Sikap Kita?

7 Juli 2026
Sebelum Harimu Bersamanya
Buku

Buku “Sebelum Harimu Bersamanya”: Sebuah Panduan Sebelum Menikah

17 Juni 2026
Muslimah yang Diperdebatkan
Buku

Muslimah yang Diperdebatkan; Antara Simbol Kesalihan dan Sunyi Keadilan

13 Maret 2026
Cantik itu Luka
Buku

Cantik Itu Luka: Sejarah yang Menjadikan Tubuh Perempuan sebagai Medan Perang

17 Januari 2026
Berdamai Dengan Kefanaan: Dari Masa Lalu, Hari Ini, Dan Masa Depan
Buku

Berdamai Dengan Kefanaan: Dari Masa Lalu, Hari Ini, Dan Masa Depan

8 Januari 2026
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Imajinasi Anak, Energi Nuklir, dan Jalan Sepi yang dipilih
  • Cara Mengatasi Vagina Bengkak Akibat Infeksi Kelenjar Bartholin
  • Karang Memadu: Bukti Hukum Adat Bali Melindungi Perempuan
  • Ketika Sebuah Pemberian Menjadi Tanda Kepedulian
  • Enam Langkah Cerai Sirri bagi Perempuan yang Terjebak Nikah Sirri

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0