Kamis, 25 Juni 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

    Aliansi Perempuan Indonesia

    Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga

    In This Economy

    In This Economy, Perempuan dengan Satu Penghasilan Adalah Kemewahan

    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

    Mubes Warga NU

    Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil

    Muharram

    Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Difabel

    Difabel dalam Lingkungan yang Belum Ramah

    Relasi Posesif

    Mengapa Kita Harus Berhenti Mengagungkan Relasi Posesif Berkedok Tanda Sayang?

    Sampah di Laci Kelas

    Sampah di Laci Kelas dan Pelajaran yang Kita Tinggalkan

    Tubuh Ibu

    Berguru pada Tubuh Ibu

    Popok Bayi

    Popok Bayi, Sampah, dan Beban Ibu

    Fikih Disabilitas

    Buku Fikih Disabilitas Resmi Diluncurkan di Munas Konbes NU 2026

    Pesantren

    Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Ikhtiar Membangun Ruang Aman di Pesantren

    Hukum

    Eksploitasi Ekonomi, Kesalingan Hukum, dan Ilusi Norma Kewajiban Suami

    Korban Kekerasan di Bandung

    Korban Kekerasan di Bandung; Islam Menolak Relasi yang Menindas

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Vasektomi

    Vasektomi: Sterilisasi untuk Laki-Laki

    Sterilisasi

    Cara Kerja Sterilisasi dalam Mencegah Kehamilan secara Permanen

    Masa Subur

    Cara Menentukan Masa Subur dengan Metode Irama dan Pengecekan Lendir

    KB ALami

    Mengenal Metode KB Alami: Cara Memahami Masa Subur untuk Mencegah Kehamilan

    Menyusui

    Menyusui sebagai Metode Pencegahan Kehamilan

    KB Spiral

    Cara Menggunakan KB Spiral

    KB Spiral

    KB Spiral Progestin: Manfaat, Efek Samping, dan Kondisi yang Perlu Diwaspadai

    KB

    Mengenal KB Spiral (IUD), Alat Kontrasepsi yang Bisa Mencegah Kehamilan hingga 10 Tahun

    Suntik KB

    Mengenal Suntik KB Kombinasi, Kontrasepsi Hormonal yang Membantu Menjaga Siklus Haid Tetap Teratur

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

    Aliansi Perempuan Indonesia

    Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga

    In This Economy

    In This Economy, Perempuan dengan Satu Penghasilan Adalah Kemewahan

    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

    Mubes Warga NU

    Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil

    Muharram

    Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Difabel

    Difabel dalam Lingkungan yang Belum Ramah

    Relasi Posesif

    Mengapa Kita Harus Berhenti Mengagungkan Relasi Posesif Berkedok Tanda Sayang?

    Sampah di Laci Kelas

    Sampah di Laci Kelas dan Pelajaran yang Kita Tinggalkan

    Tubuh Ibu

    Berguru pada Tubuh Ibu

    Popok Bayi

    Popok Bayi, Sampah, dan Beban Ibu

    Fikih Disabilitas

    Buku Fikih Disabilitas Resmi Diluncurkan di Munas Konbes NU 2026

    Pesantren

    Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Ikhtiar Membangun Ruang Aman di Pesantren

    Hukum

    Eksploitasi Ekonomi, Kesalingan Hukum, dan Ilusi Norma Kewajiban Suami

    Korban Kekerasan di Bandung

    Korban Kekerasan di Bandung; Islam Menolak Relasi yang Menindas

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Vasektomi

    Vasektomi: Sterilisasi untuk Laki-Laki

    Sterilisasi

    Cara Kerja Sterilisasi dalam Mencegah Kehamilan secara Permanen

    Masa Subur

    Cara Menentukan Masa Subur dengan Metode Irama dan Pengecekan Lendir

    KB ALami

    Mengenal Metode KB Alami: Cara Memahami Masa Subur untuk Mencegah Kehamilan

    Menyusui

    Menyusui sebagai Metode Pencegahan Kehamilan

    KB Spiral

    Cara Menggunakan KB Spiral

    KB Spiral

    KB Spiral Progestin: Manfaat, Efek Samping, dan Kondisi yang Perlu Diwaspadai

    KB

    Mengenal KB Spiral (IUD), Alat Kontrasepsi yang Bisa Mencegah Kehamilan hingga 10 Tahun

    Suntik KB

    Mengenal Suntik KB Kombinasi, Kontrasepsi Hormonal yang Membantu Menjaga Siklus Haid Tetap Teratur

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Pernak-pernik

Kidung Reksabumi; Sebuah Ajakan Umat Beragama untuk Saling Jaga

Terangnya, lewat lagu tersebut saya menyadari bahwa Indonesia masih jauh dari potret ideal keberagaman bangsa. Apalagi soal kesadaran akan lingkungan hidup, yang selama ini cenderung kita abaikan

Rizka Umami by Rizka Umami
26 Desember 2022
in Pernak-pernik
A A
0
Kidung Reksabumi

Kidung Reksabumi

748
SHARES
37.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Pernah dengar lagu berjudul, ‘Kidung Reksabumi’ yang dibawakan oleh Sindy Purbawati? Lagu dengan instrumen creepy berbahasa jawa itu secara umum terdiri dari tiga bait dengan empat baris. Jika kita terjemahkan, isinya kurang lebih menggambarkan keadaan hutan yang gundul, kemarahan gunung berapi, dan hilangnya banyak nyawa akibat bencana alam. Kalau membaca keseluruhan liriknya, lagu ini spesifik merujuk pada kondisi bumi yang renta akibat ulah manusia.

Beberapa kali mendengarkan lagu tersebut dengan seksama, saya jadi teringat salah satu mata kuliah di konsentrasi yang saya ambil, tentang ekofeminisme. Di sana saya tahu bahwa cara pandang antroposentrisme telah membutakan mata hati manusia, sehingga menjadikan alam tidak lebih dari sekadar objek pemuas.

Alam, oleh kelompok antroposen ini, kita eksploitasi secara membabi buta untuk kepentingan manusia. Ngeri sekali. Lalu apakah kepentingan manusia berbanding lurus dengan kesejahteraan seluruh umat manusia? Nyatanya tidak.

Konflik Antar Sesama Manusia

Ada persoalan yang lebih kompleks sedang terjadi, antar sesama manusia. Konflik yang runcing dan pelik, yang membuat satu kelompok merasa paling benar, sementara yang lain menjadi bagian yang marginal, tersisih, dan rentan. Konflik berkepanjangan ini kemudian membuat manusia lupa bahwa bumi yang ia tempati sudah sangat jauh dari baik-baik saja.

Salah satu yang menohok bagi saya ketika menyadari bahwa nyawa tidak lebih penting dari tempat ibadah dan keyakinan seseorang. Bahwa perbedaan yang merupakan fitrah manusia, justru menjadi sebab utama hilangnya nyawa. Mengutip kompas, 7 Desember 2022 lalu. Setidaknya ada tujuh kasus bom bunuh diri yang terjadi di Indonesia dan keseluruhannya menelan korban jiwa. Korbannya tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak.

Terangnya, lewat lagu tersebut saya menyadari bahwa Indonesia masih jauh dari potret ideal keberagaman bangsa. Apalagi soal kesadaran akan lingkungan hidup, yang selama ini cenderung kita abaikan. Isu lingkungan seakan tidak memiliki irisan dengan isu kemanusiaan. Bahkan mungkin dianggap berada di blind spot, sehingga tidak terjangkau pandangan manusia. Padahal ada benang merah yang menghubungkan dua kondisi pelik tesebut, yakni ketamakan manusia.

Memahami Kesalingtergantungan Umat Manusia

Bulan lalu, selepas penyelenggaraan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II, saya berkesempatan mendapat souvenir berupa buku baru Kiai Faqihudin Abdul Kodir, yang menulis tentang relasi mubadalah antara muslim dengan umat berbeda agama dan kepercayaan. Sebagaimana judul yang ada di sampul depan, buku setebal 234 halaman tersebut berisi tiga bab yang utuh membincangkan hubungan antara umat muslim dengan umat yang berbeda.

Dalam buku tersebut, saya mendapat pemahaman yang lebih mendalam terkait dalil-dalil yang menerangkan hubungan antar agama. Bahkan sejak masa Rasulullah Saw, terdapat teladan demi teladan yang bisa menjadi inspirasi umat masa kini untuk menghormati umat yang berbeda baik secara suku, ras, terutama agama. Selain interpretasi atas QS. Al-Hujurat ayat 13, ternyata dalam sirah Nabi juga dikisahkan mengenai akhlak Muhammad Saw terhadap non-muslim.

Kiai Faqih tidak lupa menyertakan hadits-hadits yang bisa dijadikan landasan bahwa seluruh umat manusia adalah saudara. Seperti dalam Musnad Imam Ahmad bin Hanbal nomor 19601. Secara singkat, dalam hadits tersebut dikisahkan bahwa dalam akhir shalat Nabi Saw, beliau berdoa kepada Allah dengan mengucap kalimat syahadah. Adapun pada syahadah ketiga, Nabi Muhammad bersaksi bahwa seluruh manusia di muka bumi ini adalah saudara (Kodir, 2022: 83-85).

Sebagai saudara, aspek relevan yang bisa dibangun tentu adalah semangat persatuan, bukan peperangan. Di mana upaya yang dibangun dari semangat tersebut adalah bersatu untuk memerangi perpecahan dan kedzaliman. Dalam konteks berbangsa dan bernegara, implementasi dari hadits tersebut bisa lebih jauh menyasar pada upaya untuk saling menciptakan peradaban yang damai dan berkeadilan.

Refleksi dari Lagu Kidung Reksabumi

Namun, sebagaimana saya katakan pada awal tulisan ini, ada musuh bersama yang perlu kita perangi. Kesejahteraan umat manusia tidak akan bertahan lama jika musuh bersama tersebut tidak segera kita atasi, yakni persoalan lingkungan. Bumi yang makin renta membutuhkan kerja ekstra dari seluruh elemen untuk menyokong sendi-sendinya. Di sinilah posisi umat lintas iman menjadi krusial.

Kesalingtergantungan antar umat beragama nyatanya juga berbanding lurus dengan kesalingtergantungan antara manusia dengan alam. Hal ini menuntut masing-masing agama untuk bertindak secara nyata dalam upaya mencegah kerusakan alam yang makin parah.

Kesadaran bahwa seluruh individu manusia adalah saudara tidak hanya penting dalam mewujudkan sikap toleransi antar umat beragama, tetapi juga penting dalam memenuhi tanggung jawab untuk menyelamatkan lingkungan hidup, menjaga bumi yang kita tinggali.

Hal tersebut senada dengan dua baris lirik Kidung Reksabumi di bait kedua, “Reksa Bumi ajeg asri / Mindha among karsa sagotro” yang artinya ketika kita mampu menjaga alam tetap asri atau indah, maka sama saja kita telah menjaga keluarga kita, menjaga rumah seisinya.

Pada dasarnya, lagu ini memiliki pesan tersirat yang dapat menumbuhkan kesadaran baru bagi pendengarnya. Kidung Reksabumi nyatanya telah mengajak saya untuk merefleksikan ulang posisi saya sebagai manusia. Bahwa sebagai bagian dari alam semesta, manusia tidak boleh memiliki sikap tamak atau serakah dalam laku hidupnya, baik serakah dalam materi maupun soal beragama. []

Tags: alamAntar Umat BeragamaKidung ReksabumiLaguLingkungan
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Perempuan Boleh Menjadi Kepala Keluarga

Next Post

Suami Adalah Ladang Kebaikan Bagi Istri

Rizka Umami

Rizka Umami

Ibu satu anak yang beranjak pulih. Kebetulan menjadi dosen di UIN SMH Banten.

Related Posts

Pesantren Ekologi Ath Thaariq
Disabilitas

Ruang Inklusif bagi Disabilitas di Pesantren Ekologi Ath Thaariq

19 Juni 2026
Ekoteologi
Aktual

Perkuat Komitmen Pelestarian Alam, Jaringan GUSDURian dan UIN Riau Adakan Seminar Nasional Ekoteologi

14 Mei 2026
Bencana Alam
Pernak-pernik

Cara Mengasuh Anak saat Bencana Alam dan Ketika Orang Tua Bercerai

15 April 2026
Alam dan Manusia
Lingkungan

Alam dan Manusia Sebagai Rekan dalam Memuji Sang Pencipta

27 Februari 2026
Puasa dan Ekologi Spiritual
Hikmah

Puasa dan Ekologi Spiritual: Menahan Diri, Merawat Bumi

21 Februari 2026
Feminist Political Ecology
Lingkungan

Feminist Political Ecology: Strategi Melawan Eksploitasi Lingkungan yang Merugikan Perempuan

13 Februari 2026
Next Post
ladang istri

Suami Adalah Ladang Kebaikan Bagi Istri

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Difabel dalam Lingkungan yang Belum Ramah
  • Vasektomi: Sterilisasi untuk Laki-Laki
  • Mengapa Kita Harus Berhenti Mengagungkan Relasi Posesif Berkedok Tanda Sayang?
  • Cara Kerja Sterilisasi dalam Mencegah Kehamilan secara Permanen
  • Sampah di Laci Kelas dan Pelajaran yang Kita Tinggalkan

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0