Mubadalah.id – Bila perempuan lansia bisa bersatu dan bekerja sama, maka mereka bisa mendorong masyarakat setempat agar:
Pertama, membangun perumahan yang lebih murah untuk perempuan lanjut usia, atau membentuk kelompok yang tinggal bersama di bawah satu atap agar biaya hidup bisa dihemat.
Kedua, melibatkan perempuan-perempuan lanjut usia dalam program peningkatan gizi.
Ketiga, melatih pekerja-pekerja kesehatan untuk menangani berbagai kebutuhan kesehatan perempuan lanjut usia.
Perempuan Lansia Bisa Mengajar Masyarakatnya
Di semua tempat, perempuan tua memiliki pengetahuan dan menguasai seluk-beluk pengobatan tradisional. Hanya merekalah yang bisa melestarikan pengetahuan dan keterampilan ini kepada generasi berikutnya, yakni anak-anak serta cucu-cucunya.
Mereka juga dapat mengajarkan seluk-beluk obat-obatan tradisional kepada pekerja kesehatan, sehingga pekerja kesehatan menguasai metode modern dan tradisional sekaligus.
Mengubah Hukum dan Kebijakan Pemerintah
Banyak pemerintah memberikan pensiun, menyediakan fasilitas perumahan, makanan, dan bantuan bulanan untuk orang-orang lanjut usia. Namun masih banyak pemerintah yang belum menyediakan bantuan semacam itu.
Bila pemerintah Anda termasuk yang belum memberikan dukungan tersebut, sebenarnya Anda bisa mengubah kebijakan itu. Cobalah bersama perempuan lain melakukannya. Tentu saja, untuk memaksa pemerintah melakukan perubahan dibutuhkan waktu yang lama, tidak mungkin hanya sekejap.
Dan mungkin akan terasa melelahkan. Dari waktu ke waktu, mungkin Anda akan bertanya-tanya apakah usaha itu ada artinya.
Namun satu hal yang jelas: andaipun Anda dan teman-teman tidak sempat menikmati buah perjuangan itu, Anda telah berkarya demi perbaikan nasib anak dan cucu. Merekalah yang akan memetik hasilnya nanti.
Menerima Kematian dengan Tenang
Tiap budaya memiliki serangkaian kepercayaan tertentu mengenai kematian, dan sistem pemikiran tertentu tentang kehidupan dan kematian. Tiap agama pun demikian. Seluruh gagasan, keyakinan, dan tradisi semacam itu bisa menenteramkan hati orang yang menjelang hari akhirnya.
Namun perempuan lanjut usia yang menyongsong kematian juga membutuhkan kasih sayang, dukungan, dan kejujuran dari orang-orang yang ia cintai: keluarganya, anak-cucunya, dan teman-temannya.
Anda bisa membantu dan mengungkapkan kasih sayang terhadapnya dengan mendengarkan perasaan dan keinginannya.
Bila ia ingin meninggal di rumah, agar dekat dengan Anda dan orang-orang yang dicintainya, usahakan memenuhi keinginan ini dan tidak memaksanya tinggal di rumah sakit. Bila ia ingin bicara soal kematian, jujurlah padanya.
Siapa pun yang sudah menjelang ajal biasanya sudah tahu saat akhirnya sudah dekat. Karena tubuhnya “memberitahukan” kenyataan itu kepadanya dan ia memperhatikan tanggapan orang-orang di sekitarnya.
Biarkan ia bicara dengan bebas, mengutarakan ketakutan-ketakutannya, mengisahkan penderitaan dan kebahagiaan sepanjang hidupnya.
Dengan begitu, saat ajal tiba, ia bisa lebih mudah menerimanya sebagai akhir yang alamiah dari kehidupan yang telah ia jalani. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 176.








































