Selasa, 30 Juni 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Pemadaman Listrik

    Pemadaman Listrik Bergilir: Ironi Negara Eksportir Batu Bara

    Suporter Jepang

    Kritik untuk Suporter Jepang di Piala Dunia 2026: Cuitan Warganet, Sentilan Aristoteles

    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

    Aliansi Perempuan Indonesia

    Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga

    In This Economy

    In This Economy, Perempuan dengan Satu Penghasilan Adalah Kemewahan

    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

    Mubes Warga NU

    Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil

    Muharram

    Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Kursi Roda

    Kursi Roda: Tanda Pengenal untuk Sebagian Penyandang Disabilitas

    Fikih Penguatan Disabilitas

    Hening yang Berbicara: Ketika Fikih Penguatan Disabilitas Melupakan Perempuan

    Penganiayaan Yuvita

    Kasus Penganiayaan Yuvita: Alarm Bahaya Jebakan Relasi Kuasa

    Anak Autis

    Menjadi Guru bagi Anak Autis, Belajar Menjadi Manusia yang Lebih Peka

    Trotoar Disabilitas

    Ketika Trotoar Disabilitas Beralih Fungsi Menjadi Lahan Parkir dan Area Perdagangan

    Film Taare Zameen Par

    Film Taare Zameen Par: Apakah Ishaan Masih Ada di Sekolah Kita?

    Sakinah

    Mengupayakan Sakinah, Mawaddah dan Warahmah dalam Hubungan Pernikahan

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 Memasuki Era Baru: Perempuan tak Lagi Sekadar Penonton

    limbah kayu

    Mengubah Limbah Kayu Menjadi Peluang Usaha Berkelanjutan di Desa Warukawung

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Rumah Tangga yang

    Membangun Relasi Ekonomi Rumah Tangga yang Adil dan Setara

    Keguguran

    Mengapa Terjadi Keguguran? Kenali Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

    Sehat

    Belum Juga Hamil? Perbaiki Pola Hidup Sehat dan Lakukan Pemeriksaan

    peluang hamil

    6 Cara Meningkatkan Peluang Hamil bagi Pasangan Suami Istri

    Masa Subur

    Cara Mengetahui Masa Subur melalui Perubahan Lendir Vagina

    Kesuburan

    4 Faktor yang Dapat Menurunkan Kesuburan Laki-Laki dan Perempuan

    Ketidaksuburan Perempuan

    4 Penyebab Ketidaksuburan pada Perempuan

    Ketidaksuburan

    Mengapa Kehamilan Tak Kunjung Datang? Memahami Penyebab Ketidaksuburan pada Laki-laki

    Ketidaksuburan

    Belum Dikaruniai Anak Setelah Menikah? Kenali Berbagai Penyebab Ketidaksuburan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Pemadaman Listrik

    Pemadaman Listrik Bergilir: Ironi Negara Eksportir Batu Bara

    Suporter Jepang

    Kritik untuk Suporter Jepang di Piala Dunia 2026: Cuitan Warganet, Sentilan Aristoteles

    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

    Aliansi Perempuan Indonesia

    Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga

    In This Economy

    In This Economy, Perempuan dengan Satu Penghasilan Adalah Kemewahan

    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

    Mubes Warga NU

    Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil

    Muharram

    Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Kursi Roda

    Kursi Roda: Tanda Pengenal untuk Sebagian Penyandang Disabilitas

    Fikih Penguatan Disabilitas

    Hening yang Berbicara: Ketika Fikih Penguatan Disabilitas Melupakan Perempuan

    Penganiayaan Yuvita

    Kasus Penganiayaan Yuvita: Alarm Bahaya Jebakan Relasi Kuasa

    Anak Autis

    Menjadi Guru bagi Anak Autis, Belajar Menjadi Manusia yang Lebih Peka

    Trotoar Disabilitas

    Ketika Trotoar Disabilitas Beralih Fungsi Menjadi Lahan Parkir dan Area Perdagangan

    Film Taare Zameen Par

    Film Taare Zameen Par: Apakah Ishaan Masih Ada di Sekolah Kita?

    Sakinah

    Mengupayakan Sakinah, Mawaddah dan Warahmah dalam Hubungan Pernikahan

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 Memasuki Era Baru: Perempuan tak Lagi Sekadar Penonton

    limbah kayu

    Mengubah Limbah Kayu Menjadi Peluang Usaha Berkelanjutan di Desa Warukawung

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Rumah Tangga yang

    Membangun Relasi Ekonomi Rumah Tangga yang Adil dan Setara

    Keguguran

    Mengapa Terjadi Keguguran? Kenali Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

    Sehat

    Belum Juga Hamil? Perbaiki Pola Hidup Sehat dan Lakukan Pemeriksaan

    peluang hamil

    6 Cara Meningkatkan Peluang Hamil bagi Pasangan Suami Istri

    Masa Subur

    Cara Mengetahui Masa Subur melalui Perubahan Lendir Vagina

    Kesuburan

    4 Faktor yang Dapat Menurunkan Kesuburan Laki-Laki dan Perempuan

    Ketidaksuburan Perempuan

    4 Penyebab Ketidaksuburan pada Perempuan

    Ketidaksuburan

    Mengapa Kehamilan Tak Kunjung Datang? Memahami Penyebab Ketidaksuburan pada Laki-laki

    Ketidaksuburan

    Belum Dikaruniai Anak Setelah Menikah? Kenali Berbagai Penyebab Ketidaksuburan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Pernak-pernik

Saat Masjid Al Jabbar Viral Berubah Jadi Waterboom

Fenomena ini memang terjadi spontan dan menarik. Tapi perlu juga kita telaah dengan baik, bagaimana menyikapinya dengan bijak dan tentu sesuai dengan perspektif Islam

Rochmad Widodo by Rochmad Widodo
10 Januari 2023
in Pernak-pernik
A A
0
Masjid Al Jabbar

Masjid Al Jabbar

12
SHARES
606
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id –  Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil baru saja meresmikan Masjid Al-Jabbar pada Jumat, 30 Desember 2022 lalu. Setelah peresmian, banyak warga berbondong-bondong melihat megahnya masjid tersebut. Namun ada yang mencuri perhatian dari para pengunjung ketika banyak anak kecil berenang di kolam halaman Masjid Al-Jabbar.

Ridwan Kamil yang juga menjadi arsitek masjid, membuat desain kolam itu tentu sebagai penambah nuansa keindahan. Tapi siapa sangka, kemudian setelah pembukaan resmi justru seakan berubah fungsi menjadi waterboom bagi anak-anak. Kejadian tersebut pun menjadi viral di media sosial Instagram dan juga Tik Tok. Beragam komentar turut mewarnai perbincangan para netizen tanah air, baik positif maupun negatif.

Berenang di Kolam Masjid

“Ahhh, namanya juga anak-anak, memang masanya mereka adalah bermain, belajar, makan, dan tidur, mereka butuh tempat rekreasi sepertinya,” tulis salah seorang netizen.

Ada juga salah satu warganet yang berkomentar, “Kudu rada diamankeun pak ku satpol PP (harus sedikit diamankan pak oleh satpol PP),” sambil menandai akun Ridwan Kamil.

“Pak @kangemil, kumaha ieuu nembe ge dibuka, tos aya aya wae nya warga teh (Pak, gimana ini, baru saja dibuka, sudah ada-ada saja kelakuan warga itu),” komentar warganet lain.

“Memang membuat masjid itu bukan hanya untuk tempat ibadah aja tapi juga untuk tempat wisata, tapi apa memang bisa dipake berenang juga kang,” kata pengguna lain juga menandai akun Gubernur Jawa Barat itu.

Fenomena ini memang terjadi spontan dan menarik. Tapi perlu juga kita telaah dengan baik, bagaimana menyikapinya dengan bijak dan tentu sesuai dengan perspektif Islam. Sebenarnya harus bagaimana? Karena kejadian seperti yang dilakukan anak-anak berenang di kolam masjid seolah waterboom tidak elok kita lihat. Namun di sisi lain, mereka sebagai anak-anak juga perlu kita biasakan untuk ke masjid sedari kecil agar mengenal tempat ibadahnya.

Kita Marahi atau Biarkan?

Mengenai membawa anak kecil ke masjid, tidak ada larangan secara syara’. Bahkan hal itu kita anjurkan jika usia mereka mencapai mumayyiz. Dalam Fikih Sunnah, Sayyid Sabiq mengatakan, meski salat belum wajib bagi anak-anak, namun walinya harus mengenalkan salat kepada mereka. Terlebih jika usia mereka mencapai tujuh tahun.

Ada sejumlah hadis yang menggambarkan situasi bagaimana Rasulullah SAW menyikapi anak-anak saat bermain-main di masjid. Dalam sebuah riwayat hadist menyatakan;

“Rasulullah suatu ketika tengah berkhotbah di mimbar masjid. Lantas, kedua cucunya (Hasan dan Husein) datang bermain-main ke masjid tersebut dengan memakai baju kembar berwarna merah serta berjalan dengan sempoyongan jatuh bangun karena memang masih bayi. Lalu Rasulullah saw turun dari mimbar masjid lalu mengambil kedua cucunya itu serta membawanya naik ke mimbar kembali dan berkata, ‘Maha Benar Allah, kalau harta serta anak-anak itu yaitu fitnah, bila telah lihat kedua cucuku ini saya tidak dapat sabar’. Kemudian Rasulullah kembali meneruskan khotbahnya.” (HR. Abu Dawud)

Dalam hadist lain juga disebutkan, “Kalau Rasulullah shalat dan apabila beliau sujud, Hasan serta Husein bermain menaiki belakang Rasulullah. Lantas, jika ada beberapa teman dekat Rasulullah yang hendak melarang Hasan dan Husein, Rasulullah memberikan isyarat untuk membiarkannya. Jika sesudah selesai salat, Rasulullah kemudian memangku kedua cucunya tersebut.” (HR. Ibnu Khuzaimah)

Pandangan Imam Al-Ghazali

Terkait hal tersebut Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin juga menukil sebuah hadist yang menyatakan bahwa,

“Rasulullah SAW berdiam demi Aisyah ra. yang menyaksikan anak-anak Habasyah menari dan bermain perisai dari kulit dan berperang-perangan pada hari Idul Fitri di masjid. Tidak diragukan lagi bahwa anak-anak Habasyah itu seandainya menjadikan masjid tempat bermain, niscaya mereka akan dilarang bermain. Rasulullah SAW tidak memandang anak-anak yang bermain itu sebagai sebuah kemunkaran, sehingga beliau, Nabi SAW ikut menyaksikannya karena saking jarang dan langkanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan dalil tersebut, Imam Ghazali menyatakan tidak masalah anak-anak masuk ke masjid. Bermain di masjid tidak haram bagi mereka. Membiarkan mereka bermain di masjid juga tidak ia haramkan. Namun menjadikan masjid sebagai tempat khusus bermain anak tidak kita perbolehkan dan harus kita larang.

Inilah selanjutnya tugas orang tua dan takmir masjid bagaimana membimbing anak-anak yang hadir di masjid agar tidak sekadar bermain-main dan membuat kegaduhan, dengan cara yang lembut dan bijak agar mereka tetap senang datang ke masjid. Tidak sebaliknya, dengan membentak atau marah yang dapat berakibat buruk membuat anak justru enggan ke masjid lagi.

Masjid Ramah Anak

Terkait fenomena Masjid Al Jabbar ini, juga bisa kita jawab secara komprehensif dengan konsep Majid Ramah Anak (MRA) yang menjadi program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Dalam pandangan MRA, masjid sebagai ruang publik untuk beribadah, kita kembangkan menjadi tempat anak-anak berkumpul. Yakni dengan melakukan kegiatan positif, inovatif, kreatif dan rekreatif, yang aman dan nyaman, dengan dukungan orang tua beserta lingkungannya.

Jika berkaca dari sejarah masjid di zaman Rasulullah SAW., program MRA ini memang tidak bertentangan dengan fungsi utama dari masjid. Bahkan juga selaras dengan fungsi masjid sendiri. Sebab, pada masa Rasulullah masjid selain berfungsi sebagai tempat beribadah, juga menjadi tempat belajar, musyawarah, kegiatan sosial, merawat orang sakit, dan bahkan juga asrama.

Perspektif yang menarik dari konsep MRA adalah tidak memandang “ramah anak” sekadar sebagai sebuah sikap dan sistem yang terbentuk oleh takmir masjid bersama orang tua. Hal ini  sebagai upaya membuat anak nyaman dan aman beraktivitas di masjid.

Baik apakah dalam belajar beribadah, belajar mengaji, dan juga bermain dengan kondusif. Tapi sekaligus juga memberikan panduan terkait prasarana dan sarana di masjid, didesain dengan memperhatikan “ramah anak” atau tidak membahayakan keselamatannya.

Idealnya bangunan masjid selain kita desain dengan memperhatikan estetika (keindahannya) juga perlu memperhatikan keamanan buat anak.  Misalnya seperti tangga, didesain bagaimana agar anak aman saat naik ke tangga. Lantai tingkat diberikan batas aman untuk keselamatan anak agar tidak jatuh.

Demikian juga tempat wudhu dan toiletnya. Kita desain bagaimana agar aman dan nyaman buat anak. Termasuk berbagai sarana yang kita adakan untuk memperindah masjid. Di mana harus memperhatikan keramahan bagi anak, seperti kolam masjid dan tamannya.

Perlu ada Edukasi dan Informasi

Perlu ada tulisan perhatian kepada orang tua, di tempat-tempat tertentu yang boleh dan tidak boleh anak bermain, yang bisa mengganggu kenyamanan ibadah orang dewasa. Atau tulisan perhatian untuk sarana yang tidak diperbolehkan anak-anak bermain di sana.

Misalnya kolam Masjid Al-Jabbar, kita berikan sebuah tulisan perhatian ke orang tua agar anak-anak tidak bermain di sana. Serta pengurus masjid juga siaga untuk memberikan pemberitahuan dengan santun dan bijak kepada pengunjung dan anak-anak agar tidak bermain di kolam.

Di samping itu perlu papan pemberitahuan atau peringatan agar tidak merusak fasilitas, senantiasa membuang sampah pada tempatnya, kita tempelkan di beberapa tempat, sehingga bisa menjadi perhatian bagi orang tua dan juga anak-anak yang sudah mampu membaca.

Tentu, alangkah baiknya lagi jika desain masjid memang memberikan ruang untuk bermain bagi anak-anak. Namun sekaligus juga bisa bernilai edukasi bagi mereka. Karena bisa menjadi daya tarik dan memberikan kenyamanan bagi anak untuk datang ke masjid sejak dini, sekaligus juga bisa belajar.

Tidak ada hal yang kebetulan di dunia. Setiap kejadian pasti mengandung hikmah tersendiri bagi mereka yang mau mengambil nilai pembelajarannya. Termasuk fenomena anak-anak yang berenang di kolam Masjid Al-Jabbar seakan-akan seperti di waterboom. Semoga bisa menjadi pembelajaran bagi kita dan semua pihak, untuk menjadikan masjid lebih baik lagi, indah, nyaman untuk ibadah. Selain itu semakin banyak dikunjungi, serta banyak manfaat bagi kemaslahatan umat. Wallahu a’lam bish-shawab. []

 

Tags: Masjid Al JabbarMasjid Ramah Anakmedia sosialRidwan Kamilviral
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Urusan Perempuan Adalah Urusan Kemanusiaan

Next Post

Siti Khadijah Ra: Sosok Perempuan Pertama Menerima Berita Kewahyuaan Nabi Saw

Rochmad Widodo

Rochmad Widodo

Rochmad Widodo adalah Asisten Pengasuh Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur’an Wal Hadits, Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama-Pemimpin Berakhlakul Qur’ani Berwawasan Kebangsaan di Kota Bekasi.

Related Posts

Host Live Perempuan
Publik

Host Live Perempuan Rentan Mengalami KBGO

26 Juni 2026
Disabilitas bukan lelucon
Disabilitas

Disabilitas Bukan Lelucon: Menimbang Etika Konten Kreator di Media Sosial

15 Juni 2026
Qana'ah
Personal

Qana’ah, Kelas Menengah dan Fantasi Menjadi Orang Kaya

13 Juni 2026
Ableisme Jokes
Disabilitas

Ableisme Jokes, Nirempati Konten Kreator pada Penyandang Disabilitas

5 Juni 2026
Konten Disabilitas
Disabilitas

Lelucon Konten Disabilitas demi Viewers

4 Juni 2026
Memperlakukan Disabilitas
Disabilitas

Normalitas yang Menyingkirkan: Kritik atas Cara Kita Memperlakukan Disabilitas

7 Mei 2026
Next Post
Nabi Saw

Siti Khadijah Ra: Sosok Perempuan Pertama Menerima Berita Kewahyuaan Nabi Saw

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Pemadaman Listrik Bergilir: Ironi Negara Eksportir Batu Bara
  • Membangun Relasi Ekonomi Rumah Tangga yang Adil dan Setara
  • Kursi Roda: Tanda Pengenal untuk Sebagian Penyandang Disabilitas
  • Mengapa Terjadi Keguguran? Kenali Penyebab, Gejala, dan Penanganannya
  • Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah: Apakah Ibu Harus Selalu Menjadi Paling Kuat dalam Keluarga?

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0