Minggu, 8 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Inpirasi Perempuan Disabilitas

    Inspirasi Perempuan Disabilitas: Mendobrak Batasan Mengubah Dunia

    Cat Calling

    Mengapa Pesantren Menjadi Sarang Pelaku Cat Calling?

    Aborsi

    Menarasikan Aborsi Melampaui Stigma dan Kriminalisasi

    Jihad Konstitusional

    Melawan Privatisasi SDA dengan Jihad Konstitusional

    Pelecehan Seksual

    Pelecehan Seksual yang Dinormalisasi dalam Konten POV

    Perkawinan Beda Agama

    Mengetuk Keabsahan Palu MK, Membaca Putusan Penolakan Perkawinan Beda Agama

    Anak NTT

    Di NTT, Harga Pulpen Lebih Mahal daripada Hidup Seorang Anak

    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Merawat Tradisi di Tengah Keberagaman

    Laki-laki Provider

    Benarkah Laki-laki dengan Mental Provider Kini Mulai Hilang?

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Gempa

    Membaca Fenomena Gempa dengan Kacamata Fikih

    Pernikahan

    Cara Menghadapi Keretakan dalam Pernikahan Menurut Al-Qur’an

    Poligami

    Perkawinan Poligami yang Menyakitkan Perempuan

    Pernikahan sebagai

    Relasi Pernikahan sebagai Ladang Kebaikan dan Tanggung Jawab Bersama

    Istri adalah Ladang

    Memaknai Ulang Istri sebagai Ladang dalam QS. al-Baqarah Ayat 223

    Kerusakan di Muka Bumi

    Al-Qur’an Menegaskan Larangan Berbuat Kerusakan di Muka Bumi

    Dakwah Nabi

    Peran Non-Muslim dalam Menopang Dakwah Nabi Muhammad

    Antara Non-Muslim

    Kerja Sama Antara Umat Islam dan Non-Muslim

    Antar Umat Beragama

    Narasi Konflik dalam Relasi Antar Umat Beragama

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Inpirasi Perempuan Disabilitas

    Inspirasi Perempuan Disabilitas: Mendobrak Batasan Mengubah Dunia

    Cat Calling

    Mengapa Pesantren Menjadi Sarang Pelaku Cat Calling?

    Aborsi

    Menarasikan Aborsi Melampaui Stigma dan Kriminalisasi

    Jihad Konstitusional

    Melawan Privatisasi SDA dengan Jihad Konstitusional

    Pelecehan Seksual

    Pelecehan Seksual yang Dinormalisasi dalam Konten POV

    Perkawinan Beda Agama

    Mengetuk Keabsahan Palu MK, Membaca Putusan Penolakan Perkawinan Beda Agama

    Anak NTT

    Di NTT, Harga Pulpen Lebih Mahal daripada Hidup Seorang Anak

    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Merawat Tradisi di Tengah Keberagaman

    Laki-laki Provider

    Benarkah Laki-laki dengan Mental Provider Kini Mulai Hilang?

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Gempa

    Membaca Fenomena Gempa dengan Kacamata Fikih

    Pernikahan

    Cara Menghadapi Keretakan dalam Pernikahan Menurut Al-Qur’an

    Poligami

    Perkawinan Poligami yang Menyakitkan Perempuan

    Pernikahan sebagai

    Relasi Pernikahan sebagai Ladang Kebaikan dan Tanggung Jawab Bersama

    Istri adalah Ladang

    Memaknai Ulang Istri sebagai Ladang dalam QS. al-Baqarah Ayat 223

    Kerusakan di Muka Bumi

    Al-Qur’an Menegaskan Larangan Berbuat Kerusakan di Muka Bumi

    Dakwah Nabi

    Peran Non-Muslim dalam Menopang Dakwah Nabi Muhammad

    Antara Non-Muslim

    Kerja Sama Antara Umat Islam dan Non-Muslim

    Antar Umat Beragama

    Narasi Konflik dalam Relasi Antar Umat Beragama

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Keluarga

Marriage is Not Scary, But Marriage is Blessing

Dari hubungan rumah tangga Ueno Family inilah kita bisa memahami, bahwa suatu pernikahan bisa menjadi anugerah dalam hidup

Halimatus Sa'dyah by Halimatus Sa'dyah
8 Januari 2025
in Keluarga, Rekomendasi
A A
0
Marriage Is Not Scary

Marriage Is Not Scary

16
SHARES
784
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Belajar dari Kehangatan Keluarga Ueno Family. Daya tarik melihat kelucuan Ritsuki dan Natsuki membuat para netizen mengikuti apa pun tentang kehidupan keluarga kecil ini. Video lucu masa tumbuh kembang Ritsuki dari bayi sampai usia tiga tahun sangat lucu, membuat para netizen terhibur dengan tingkah kelucuan merek. Begitupun tumbuh kembang Natsuki yang menjadi soft boy sangat menggemaskan.

Siapa sangka, keluarga kecil yang bahagia itu, adalah dari pernikahan kedua sang kepala keluarga. Tidak ada masalah apakah itu pernikahan pertama dan kedua. Yang bisa kita ambil adalah hikmahnya. Bahwa manusia berhak bahagia dalam kesempatan kedua, membuka lembaran baru, saat pernikahan pertamanya gagal, dan membangun ulang serpihan kehidupan dengan lebih baik.

Momen ini diceritakan di salah satu tayangan YouTubenya. Namun makna mendalam itu, diambil hikmah besar oleh sebagian besar netizen, saat memahami, bahwa dari pernikahan pertama pak Bambang yang berakhir perceraian. Bambang adalah panggilan akrab ayah Ritsuki, digantikan dengan kebahagiaan di pernikahan keduanya, dengan memiliki dua bocah lucu.

Memiliki dua bocah lucu, yang saat ini menjadi youtuber terkenal, berbeda dengan tayangan YouTube lainnya. Jika anak lainnya bergelimang kemewahan, YouTube Ritsuki dan Natsuki justru sebaliknya, kesederhanaan yang ditonjolkan. Hidup apa adanya, dengan konten masak bersama, yang super riweh di dapur.

Selain itu juga perjalanan antar jemput sekolah menggunakan sepeda dan mengeksplorasi alam sekitar. Membuat tayangan You Tube mereka sangat berbeda dengan konten anak kecil dari You Tuber lainnya. Kehangatan keluarga yang apa adanya. Melalui konten ini kita bisa belajar bahwa Marriage is Not Scary, But Marriage is Blessing.

Kesalingan dalam Berumah Tangga

Tidak banyak orang paham makna kesalingan. Dalam rumah tangga Ueno Family, Mama Mega selaku istri adalah fulltime ibu rumah tangga. Yang kesehariannya sibuk mengurus dua anak kecilnya yaitu Natsuki dan Ritsuki. Sementara suaminya full bekerja di kantor.

Keseharian mereka sebagaimana rumah tangga umumnya, sebetulnya tidak ada yang spesial. Namun hal menariknya di sini, Mama Mega sangat menikmati waktu keseharian dengan melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu, memasak, bermain dengan anak. Sesekali terlihat pak Bambang yang juga membantu memasak, mengasuh anak, dan membantu mengerjakan pekerjaan rumah.

Pernikahan bukan tentang seberapa cepat, punya apa saja, sudah mencapai apa saja. Namun tentang resiliensi mampu bertahan dengan perbedaan dari pasangan. Baik perbedaan pemikiran, latar belakang, tradisi, dst.

Nah perbedaan ini akan muncul di awal, tengah atau di masa pernikahan entah tahun ke berapa. Meski di awal pernikahan seolah kita sudah berusaha menemukan persamaan supaya meminimalisir perbedaan itu. Namun dalam membangun rumah tangga akan muncul terkait perbedaan itu.

Pasangan yang sudah memiliki kematangan mental akan mampu melewati permasalahan rumah tangga, menyadari bahwa dinamika  pernikahan pasti ada. Kedua pasangan akan saling membantu mengatasi permasalahan tersebut. Mereka bisa secara dewasa dalam menghadapinya, itu yang menjadi poin penting dalam membina hubungan.

Sebagaimana dalam surat AlFurqon ayat 74 :

وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا ۝٧٤

Dan, orang-orang yang berkata, “Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

Kesederhanaan dan Berani Tampil Apa Adanya

Ueno Family yang tinggal di tempat sederhana namun hangat, jauh dari kehidupan mewah layaknya konten keluarga lainnya. Mengantar jemput anak sekolah menggunakan sepeda kayuh. Menggunakan fasilitas umum dalam bepergian, mengeksplorasi alam sekitar sebagai tempat bermain anak. Adalah suatu kehidupan sederhana yang sangat disukai penggemar akun You Tubenya.

Hidup sederhana dan apa adanya adalah cara pandang dalam kehidupan yang tidak berlebihan dan menerima apa adanya. Hidup sederhana merupakan akhlak terpuji yang dapat membawa banyak manfaat, seperti: meningkatkan rasa syukur, mengurangi beban finansial, memperkuat hubungan dengan orang lain, lebih mudah menghindari stres, lebih bisa berpikir ke masa depan, hidup menjadi lebih tenang dan bahagia, bisa mengenal diri sendiri, membebaskan diri dari kesombongan.

Beberapa contoh hidup sederhana dalam kehidupan sehari-hari, yaitu: menggunakan barang sesuai kebutuhan, tidak memadati jadwal dengan aktivitas yang berlebihan, lebih menghargai kualitas waktu dibandingkan kuantitas aktivitas, membiasakan diri untuk berbagi, mengendalikan diri, memulai dari hal terkecil, membuat skala prioritas, berbelanja sesuai kebutuhan.

Mama Mega sering terlihat mengajarkan anaknya untuk menabung dulu sebelum membeli sesuatu, seperti mainan dan sepeda.

Perintah Hidup Sederhana dalam Al-Qur’an

Dalam Al-Qur’an, perintah untuk hidup sederhana disebutkan dalam surat Al Isra ayat 29

اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ ۗوَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا

Bacaan latinnya: “Innal mubadzdziriina kaanuu ikhwaanasy syayaathiin wa kaanasy syaithoonu lirobbihii kafuuroo”

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya,” (QS. Al-Isra [17]: 27)

وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۚ اِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْاَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُوْلًا

Bacaan latinnya: “Wa laa tamsyi fil ardhi marahaa, innaka lan takhriqal ardho wa lan tablughol jibaala tuulaa”

Artinya: “Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung,” (QS. Al-Isra [17]: 37)

Pernikahan adalah Anugerah

Tujuan utama dari pernikahan dalam Islam adalah membangun keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan rahmat. Menikah dengan orang yang tepat memberikan perasaan keamanan emosional yang lebih besar. Hal ini karena perasaan memiliki seseorang yang selalu ada, serta menjamin keamanan, menjadi pelindung, menjadi motivator, menjadi teman bercerita, berbagi rasa suka dan duka.

Memiliki pasangan yang tepat juga bisa membantu mengurangi kekhawatiran dan meningkatkan kesejahteraan mental dalam menghadapi dinamika hidup yang selalu muncul dalam hidup.

Minat dan hobi yang sama untuk memperkuat ikatan pernikahan dapat membangun suatu hubungan yang lebih memuaskan . Membahas nilai-nilai yang sama di awal hubungan dapat membantu mencegah konflik di masa mendatang. Sebaiknya sebelum memutuskan dan menentukan pilihan pada pasangan, mempelajari tentang keyakinan agama, tradisi keluarga, dan latar belakang budaya calon pasangan Anda.

Salah satu manfaat menikah yang paling sering terdengar adalah dapat memperpanjang usia, karena pernikahan yang bahagia bisa membuat kualitas hidup menjadi lebih baik serta membuat seseorang tidak merasakan kesepian. Emosi positif ini tentu memiliki dampak yang baik bagi kesehatan tubuh.

Selain itu, ada beberapa hal sederhana yang dapat membuat rumah tangga lebih bahagia, di antaranya: saling menghargai dan mendukung hobi masing-masing, bersikap fleksibel, memprioritaskan pernikahan, menciptakan rutinitas bersama. Salah satu kunci kehidupan pernikahan yang bahagia adalah dengan menghormati satu sama lain.

Meskipun sudah melewati waktu bersama pasangan dalam waktu yang lama, bukan berarti kamu dapat berlaku seenaknya atau sewenang-wenang pada pasangan. Selalu ada batasan untuk tetap saling menghormati.

Pernikahan Bisa Menjadi Anugerah dakam Hidup

Nah dari hubungan rumah tangga Ueno Family inilah kita bisa memahami, bahwa suatu pernikahan bisa menjadi anugerah dalam hidup. Mama Mega yang memiliki masa lalu ditelantarkan oleh ibunya, terlahir sebagai keluarga broken home, pak Bambang atau Ueno Kenichiro yang memiliki pengalaman gagal dalam pernikahan, bisa membangun hubungan harmonis dalam rumah tangga.

Perlu kita garis bawahi, setiap pernikahan memiliki ujian masing-masing, there is no such thing as “perfect marriage”. Namun kesiapan mental dalam menghadapi ujian tersebutlah yang bisa mendewasakan pribadi masing-masing untuk melanjutkan bahtera pernikahan.

Apapun tentang pernikahan bisa kita buat sebagai pengalaman positif, bahwa kegagalan di masa lalu tidak memengaruhi harapan kebahagiaan di masa mendatang. Kita boleh bersedih di masa lalu, tapi kita berhak membangun kebahagiaan di masa selanjutnya. Supaya kita selalu bersyukur dan mawas diri, kalimat yang biasa terlontar dari Mama Mega, “Sing eling.” []

 

 

 

Tags: keluargaKesalinganKesalingan BerkeluargaMarriage Is Not ScaryparentingRelasi
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Pemukulan Anak maupun Istri Bukan Ajaran Nabi Muhammad Saw

Next Post

Maqashid Al-Syari’ah Ajarkan Kemaslahatan Bukan Pemukulan kepada Anak

Halimatus Sa'dyah

Halimatus Sa'dyah

Penulis bisa dihubungi melalui IG : Halimatus_konsultanhukum 2123038506

Related Posts

Pernikahan sebagai
Pernak-pernik

Relasi Pernikahan sebagai Ladang Kebaikan dan Tanggung Jawab Bersama

6 Februari 2026
Laki-laki Provider
Personal

Benarkah Laki-laki dengan Mental Provider Kini Mulai Hilang?

5 Februari 2026
ODGJ
Disabilitas

ODGJ Bukan Aib; Ragam Penanganan yang Memanusiakan

5 Februari 2026
Difabel dalam Sejarah Yunani
Disabilitas

Menilik Kuasa Normalisme Difabel dalam Sejarah Yunani

5 Februari 2026
Sujud
Pernak-pernik

Hadits Sujud sebagai Bahasa Penghormatan dalam Relasi Suami-Istri

4 Februari 2026
Guru Honorer
Publik

Nasib Miris Guru Honorer: Ketika Negara Menuntut Dedikasi, Tapi Abai pada Keadilan

4 Februari 2026
Next Post
maqashid al-syari'ah

Maqashid Al-Syari'ah Ajarkan Kemaslahatan Bukan Pemukulan kepada Anak

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Membaca Fenomena Gempa dengan Kacamata Fikih
  • Inspirasi Perempuan Disabilitas: Mendobrak Batasan Mengubah Dunia
  • Cara Menghadapi Keretakan dalam Pernikahan Menurut Al-Qur’an
  • Mengapa Pesantren Menjadi Sarang Pelaku Cat Calling?
  • Perkawinan Poligami yang Menyakitkan Perempuan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0