Sabtu, 14 Maret 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan

    Peringati Hari Perempuan Internasional, Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak Penguatan Perlindungan Perempuan

    Vidi Aldiano

    Vidi Aldiano dalam Kenangan: Suara, Persahabatan, dan Kebaikan

    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Pendidikan Inklusif

    Pendidikan Inklusif: Hak yang Dikesampingkan

    Vidi Aldiano dan Sheila Dara

    Cinta yang Saling Menguatkan: Belajar dari Relasi Vidi Aldiano dan Sheila Dara

    Merayakan IWD

    Perempuan dan Kesaksian Magdalena dalam Merayakan IWD

    Kesehatan Mental

    Over Think Club: Seni Ngaji Kesehatan Mental Perspektif Mubadalah

    Imlek

    Musim Semi Perayaan Imlek, Masihkah Ilusi untuk Cina Indonesia: Sebuah Refleksi

    Skandal Kekuasaan

    Topeng Religiusitas dan Skandal Kekuasaan

    Aturan Medsos 2026

    Jangan Biarkan Ibu Berjuang Sendiri Melawan Algoritma: Catatan untuk Ayah pasca Aturan Medsos 2026

    Board of Peace

    Board of Peace yang Menjadi Board of War: Bagaimana Posisi Indonesia?

    Nuzulul Qur'an

    Nuzulul Qur’an dan Jalan Panjang Pemberdayaan Perempuan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kesehatan Keluarga Perempuan

    Kesehatan Perempuan Menjadi Fondasi Penting Kehidupan Keluarga dan Masyarakat

    Keadilan Mubadalah

    Keadilan Menjadi Prinsip Utama dalam Perspektif Mubadalah

    Maslahah

    Maslahah sebagai Tujuan dalam Perspektif Mubadalah

    Perspektif Mubadalah

    Prinsip Keadilan dalam Perspektif Mubadalah

    Relasi Mubadalah

    Relasi Mubadalah Berangkat dari Prinsip Martabat Manusia

    Menstruasi

    Kolaborasi Ulama Perempuan dan Ilmu Medis dalam Menulis Fiqh Menstruasi

    Akhir Ramadan

    Menuju Akhir Ramadan: Menghidupkan Malam dan Menyempurnakan Amal

    Menstruasi

    Panggilan bagi Ulama Perempuan untuk Menulis Fiqh Menstruasi

    Esensi Salat

    Esensi Salat sebagai Dialog Ekslusif Antara Hamba dengan Tuhannya

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan

    Peringati Hari Perempuan Internasional, Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak Penguatan Perlindungan Perempuan

    Vidi Aldiano

    Vidi Aldiano dalam Kenangan: Suara, Persahabatan, dan Kebaikan

    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Pendidikan Inklusif

    Pendidikan Inklusif: Hak yang Dikesampingkan

    Vidi Aldiano dan Sheila Dara

    Cinta yang Saling Menguatkan: Belajar dari Relasi Vidi Aldiano dan Sheila Dara

    Merayakan IWD

    Perempuan dan Kesaksian Magdalena dalam Merayakan IWD

    Kesehatan Mental

    Over Think Club: Seni Ngaji Kesehatan Mental Perspektif Mubadalah

    Imlek

    Musim Semi Perayaan Imlek, Masihkah Ilusi untuk Cina Indonesia: Sebuah Refleksi

    Skandal Kekuasaan

    Topeng Religiusitas dan Skandal Kekuasaan

    Aturan Medsos 2026

    Jangan Biarkan Ibu Berjuang Sendiri Melawan Algoritma: Catatan untuk Ayah pasca Aturan Medsos 2026

    Board of Peace

    Board of Peace yang Menjadi Board of War: Bagaimana Posisi Indonesia?

    Nuzulul Qur'an

    Nuzulul Qur’an dan Jalan Panjang Pemberdayaan Perempuan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kesehatan Keluarga Perempuan

    Kesehatan Perempuan Menjadi Fondasi Penting Kehidupan Keluarga dan Masyarakat

    Keadilan Mubadalah

    Keadilan Menjadi Prinsip Utama dalam Perspektif Mubadalah

    Maslahah

    Maslahah sebagai Tujuan dalam Perspektif Mubadalah

    Perspektif Mubadalah

    Prinsip Keadilan dalam Perspektif Mubadalah

    Relasi Mubadalah

    Relasi Mubadalah Berangkat dari Prinsip Martabat Manusia

    Menstruasi

    Kolaborasi Ulama Perempuan dan Ilmu Medis dalam Menulis Fiqh Menstruasi

    Akhir Ramadan

    Menuju Akhir Ramadan: Menghidupkan Malam dan Menyempurnakan Amal

    Menstruasi

    Panggilan bagi Ulama Perempuan untuk Menulis Fiqh Menstruasi

    Esensi Salat

    Esensi Salat sebagai Dialog Ekslusif Antara Hamba dengan Tuhannya

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Publik

Menjadi Guru Bagi Semua Generasi

Anak, yang kini punya pengetahuan lebih luas namun tak terkendali terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi guru masa kini.

Salsabila Septi by Salsabila Septi
27 November 2025
in Publik
A A
0
Menjadi Guru

Menjadi Guru

20
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id- Peringatan tahunan ini yang pasti dirayakan di beberapa sekolah. Hari guru tampaknya jadi sebuah ajang dalam mengucapkan terimakasih atas segala peran dan beban yang para guru jalani. Perayaannya tak hanya tersampaikan melalui ucapan para siswa-siswi dalam sekolah. Tetapi juga melalui berbagai media, ucapan juga muncul sebagai bentuk penghargaan bahwa guru jadi salah satu pahlawan dalam pendidikan.

Memperingati Hari Guru

Pahlawan tanpa tanda jasa, tersemat dalam lagu yang dipersembahkan untuk guru tadi. Walau sebenarnya hal ini sangat salah kaprah, tetapi realitanya masih banyak guru yang mengalami hal ini. Peringatan hari guru bukan hanya terkait perayaan semata. Ada kerja keras menjadi guru yang mereka lakukan untuk perkembangan pendidikan di negeri yang mereka cintai ini.

Sehari dalam setahun ini biasanya mereka dapatkan dengan penuh suka cita dari semua siswa-siswi nya di sekolah. Ucapan terimakasih, rasa sayang dan juga kepedulian muncul untuk menghargai jasa yang telah mereka lakukan. Dan sampai selamanya, walau saya sudah tidak menginjakkan kaki sebagai siswa di sekolah saya akan selalu berterimakasih pada semua guru yang pernah hadir dalam perjalanan saya.

Guru dan senjatanya untuk dunia pendidikan

Sebuah sistem tidak akan pernah berjalan baik tanpa mereka yang menggerakkannya. Sistem hanya sebuah alat, dan peran manusia di dalamnya yang menentukan sebuah keberhasilan sistem tersebut. Hal ini sama seperti sebuah pendidikan, yang mana sekolah menjadi salah satu tempat mendalami pendidikan tadi.

Sebenarnya sekolah bukan satu-satunya bentuk dari pendidikan itu tadi. Keluarga, jadi wadah dalam pendidikan awal seorang anak. Walau demikian, tak kadang sekolah malah jadi tempat awal dari sebuah pendidikan tadi. Guru harus punya senjata lain yang ampuh guna melewati hal ini. Bukan senjata dalam bentuk kekerasan, tetapi sebuah keahlian khusus dalam memecahkan persoalan.

Pendidikan juga pastinya sudah mengalami banyak perubahan yang signifikan. Apa yang dahulu guru alami di sekolah, pastinya tak bisa mereka terapkan kini. Mereka punya tantangan sendiri menghadapi sistem, sumber daya hingga karakteristik yang sangat berbeda. Senjatanya harus terus upgrade, sama halnya seperti perkembangan teknologi yang terus mengalami pembaharuan.

Membangun pendidikan yang ramah anak dan guru

Senjata yang guru punya bukan melambangkan sebuah kekerasan. Sama halnya seperti konsep sekolah ramah anak yang digaungkan oleh semua sekolah di negeri ini. Konsep sekolah ramah anak tampaknya bermula dari menciptakan sekolah yang inklusif. Sekolah yang mendidik karakter dengan dasar ilmu tertentu, bukan hanya kekerasan semata.

Membangun pendidikan yang ramah anak punya tujuan awal untuk membangun pendidikan yang berfokus pada perkembangan anak. Pendidikan yang keras, ancaman dan rasa takut semata tampaknya tidak relevan lagi saat ini. Anak yang tumbuh kini sudah hidup bersama dengan teknologi. Mereka bahkan sudah paham dengan sesuatu yang baru atau bahkan berbeda dengan pandangan orang tua nya dahulu.

Sekolah ramah anak dibangun berbeda dengan sistem sekolah dahulu. Saat ini sekolah punya tanggung jawab lebih untuk membentuk karakter anak. Kekerasan yang dilakukan dapat membunuh karakter dan rasa percaya diri anak. Walau demikian, bukan hanya usaha membangun sekolah ramah anak, tetapi juga sekolah ramah guru.

Pendidikan untuk semua generasi

Sekolah sebagai salah satu implementasi sebuah pendidikan tampaknya harus merangkul semua generasi. Perbedaan karakteristik setiap generasi pasti ditemukan, oleh karenanya perbedaan ini harus diselaraskan bersama. Sama seperti konsep sekolah ramah anak dan ramah guru yang sebelumnya kita bahas.

Anak, yang kini punya pengetahuan lebih luas namun tak terkendali terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi guru masa kini. Mereka hidup bersamaan dengan teknologi, dan derasnya arus informasi. Hal ini terlihat dari beragam peristiwa tentang hubungan siswa dan gurunya yang terjadi di tahun ini. Banyak kisah yang pilu dan juga tragis tentang bagaimana derasnya informasi tak dapat dibendung oleh para siswa ini.

Perbedaan generasi mungkin jadi hal yang besar jika tak ada kesadaran untuk menyelaraskan. Semua generasi punya karakteristik masing-masing, kelebihan dan kekurangan juga. Generasi saat ini yang dapat anggapan sebagai gen strawberry, yang punya tampilan istimewa tetapi sangat lembek (lemah). Pendidikan yang keras dan kolot mungkin dengan mudah akan mereka tentang. Dan karena semua guru harus tetap belajar, agar bisa mewujudkan pendidikan bagi semua generasi. []

Tags: Generasi StrawberryHari Guru NasionalLembaga PendidikanMenjadi GurusekolahSistem Pendidikan
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Marzuki Rais: Fahmina Tumbuh dari Kontrakan, Kuat di Pendidikan, Meluas Lewat Jejaring Asia

Next Post

Pluralisme Bukan Menyamakan, Tapi Merawat yang Beragam

Salsabila Septi

Salsabila Septi

Menulis untuk ketenangan, dan menjaga alam untuk kemaslahatan.

Related Posts

Keluarga Disfungsional
Keluarga

Keluarga Disfungsional yang Tampak Baik-baik Saja: Membaca Anak yang Berulah di Sekolah

9 Februari 2026
Menjaga Hutan
Publik

Guru Diminta Mengajarkan Kesadaran Menjaga Hutan. Hutan yang Mana, Pak?

5 Desember 2025
Hari Guru Nasional
Publik

Hari Guru Nasional: Saatnya Pendidikan Sadar Multi-intelegensia

26 November 2025
Budaya Bullying
Publik

Budaya Bullying dan Hilangnya Rasa Aman Pelajar

8 November 2025
Pesantren Inklusif
Disabilitas

Pesantren Inklusif untuk Penyandang Disabilitas

2 Februari 2026
Pendidikan Inklusif
Disabilitas

Pendidikan Inklusif: Membuka Ruang Keadilan Bagi Penyandang Disabilitas

2 Februari 2026
Next Post
Pluralisme

Pluralisme Bukan Menyamakan, Tapi Merawat yang Beragam

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Pendidikan Inklusif: Hak yang Dikesampingkan
  • Kesehatan Perempuan Menjadi Fondasi Penting Kehidupan Keluarga dan Masyarakat
  • Cinta yang Saling Menguatkan: Belajar dari Relasi Vidi Aldiano dan Sheila Dara
  • Keadilan Menjadi Prinsip Utama dalam Perspektif Mubadalah
  • Perempuan dan Kesaksian Magdalena dalam Merayakan IWD

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0