Mubadalah.id – Bagi ibu hamil seringlah membaca informasi ini, untuk mengetahui apa yang dapat diharapkan sewaktu persalinan, dan sesudah bayi lahir dengan selamat. Kelak Anda juga bisa membantu perempuan lain yang melahirkan.
Bila Anda bidan atau orang lain yang membantu persalinan, Anda bisa membuat perbedaan besar bila pasien atau calon ibu yang Anda bantu bisa melahirkan dengan selamat dan sehat. Ingatlah bahwa sebagian besar bayi lahir tanpa masalah.
Bila Anda tenang dan ceria, pasien Anda akan merasa aman. Jagalah agar dia jangan ketakutan. Beritahukan bahwa Anda percaya pada kemampuannya untuk melahirkan bayinya dengan baik.
Yang harus dilakukan:
Pertama, potong kuku tangan pendek-pendek, dan jaga kebersihannya. Kedua, basuh kedua tangan dengan sabun dan air bersih. Jangan diseka, biarkan kering sendiri atau oleh tiupan angin.
Ketiga, bekali diri dengan pengetahuan tentang perempuan hamil mana saja yang berisiko tinggi, dan informasi tentang kondisi kesehatan pasien selama hamil dan kelahiran yang terdahulu. Ketika dia menunjukkan gejala-gejala risiko tinggi, segera bawa ke puskesmas atau rumah sakit, lebih aman ketimbang melahirkan di rumah.
Keempat, bila proses persalinan sudah dimulai dan pasien menunjukkan tanda-tanda risiko atau bahaya, larikan segera ke puskesmas atau ke rumah sakit. Kelima, perlakukan pasien dengan lembut dan hormat.
PENTING! Lindungi diri dari HIV dan hepatitis dengan cara menggunakan sarung tangan yang bersih sewaktu membantu persalinan. Kalau tidak ada sarung tangan, gunakan sepasang kantong plastik baru atau yang sudah Anda cuci bersih.
Yang tidak boleh dilakukan:
Pertama, jangan memasukkan jari atau apa pun ke dalam vagina pasien. Tidak usah mengecek seberapa lebar rahim telah membuka. Tindakan ini tidak akan mempercepat kelahiran si bayi, malah bisa menyebabkan infeksi yang berbahaya.
Kedua, jangan memberi obat apa pun untuk mempercepat persalinan atau untuk memperkuat dorongan keluar. Obat-obat ini malah bisa membunuh si ibu maupun bayinya. Obat-obatan yang bisa menyebabkan rahim berkontraksi hanya boleh ia pakai untuk menghentikan perdarahan sesudah bayi telah lahir.
Ketiga, jangan suruh pasien mendorong sebelum ia siap. Pasien sudah punya naluri alamiah untuk merasakan, ketika tiba waktunya persalinan, bahwa si bayi sudah akan keluar. Mungkin ia merasa seperti akan buang air besar dengan sendirinya mulai mendorong.
Keempat, jangan mendorong bagian luar rahim agar bayi lebih cepat keluar. Tindakan ini bisa merobek rahim pasien, atau menyebabkan plasenta jadi terlepas dari dinding rahim terlalu dini. Ini bisa mengancam nyawa pasien maupun bayinya. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 105.











































