Mubadalah.id – Mengeluarkan ASI dengan tangan dapat dilakukan ketika payudara terasa terlalu penuh, atau ketika bayi tidak bisa menyusu dan Anda ingin menyimpan ASI untuk diberikan kemudian.
Berikut cara mengambil dan menyimpan ASI:
Pertama, cuci bersih wadah bermulut lebar beserta tutupnya menggunakan sabun dan air bersih. Setelah itu, jemur di bawah sinar matahari sampai kering (jangan dilap).
Sebelum digunakan, tuangkan air mendidih ke dalam wadah tersebut. Air harus sudah direbus sekurang-kurangnya 20 menit hingga semua kuman mati. Diamkan beberapa menit, lalu buang airnya.
Kedua, cuci kedua tangan Anda sebersih-bersihnya sebelum menyentuh wadah maupun payudara.
Ketiga, usahakan mencari tempat yang tenang agar Anda bisa memusatkan pikiran pada bayi saat mengeluarkan ASI. Bersikaplah sabar dan santai. Pijat perlahan payudara dengan ujung jari atau tangan yang terkepal, dari bagian luar menuju puting susu. Jangan Anda tekan terlalu keras.
Keempat, agar ASI keluar, letakkan ibu jari dan jari-jari lainnya di bagian sudut aerola (bagian berwarna lebih gelap di sekitar puting).
Tekan perlahan ke arah dada. Jangan memencet atau meremas puting susu yang menonjol, karena ASI keluar dari bagian di belakang aerola, bukan dari putingnya.
Setelah ditekan, kendorkan tangan Anda. Tekan lagi seperti tadi, lalu kendorkan kembali. Jika dilakukan dengan benar, proses ini tidak akan terasa sakit.
Ulangi Prosesnya
Kelima, ulangi proses tersebut beberapa kali pada kedua payudara. Pada awalnya mungkin ASI yang keluar belum banyak. Namun, dengan latihan yang cukup, jumlahnya akan semakin banyak.
Keenam, usahakan mengeluarkan ASI sebanyak kebutuhan bayi, paling sedikit untuk minum tiga kali sehari, atau kira-kira setengah cangkir setiap kali minum. Kebutuhan tiap bayi tentu bisa berbeda, karena itu tanyakan kepada pengasuh bayi Anda seberapa banyak ASI yang bayi perlukan.
Berlatihlah mengeluarkan ASI sejak kira-kira dua minggu sebelum Anda kembali bekerja. Dengan begitu, saat tiba waktunya Anda meninggalkan bayi di rumah, jumlah ASI yang keluar sudah sesuai kebutuhan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 142.












































