Mubadalah.id – Mengonsumsi obat selama masa menyusui umumnya tidak membahayakan bayi. Justru yang lebih berisiko adalah ketika ibu berhenti menyusui hanya karena khawatir ASI mengandung zat dari obat yang sedang dikonsumsi. Pada kenyataannya, sebagian besar obat hanya masuk ke dalam ASI dalam jumlah kecil dan biasanya tidak membahayakan bayi.
Meski demikian, ibu tetap perlu berhati-hati karena beberapa jenis obat dapat menimbulkan efek samping. Efek samping adalah pengaruh lain dari obat selain manfaat utamanya. Misalnya, seseorang mengalami infeksi lalu mengonsumsi antibiotik jenis penisilin.
Infeksinya memang dapat teratasi, tetapi obat tersebut bisa menimbulkan mual pada orang yang memiliki alergi tertentu. Dalam kondisi seperti itu, mual merupakan efek samping dari obat yang ia minum.
Karena itu, penting untuk memahami jenis obat yang ia gunakan, manfaatnya, serta kemungkinan efek sampingnya. Beberapa obat juga memiliki alternatif lain yang lebih aman bagi ibu menyusui.
Saat menerima resep atau obat dari tenaga kesehatan, jangan lupa memberitahukan bahwa Anda sedang menyusui. Dengan begitu, tenaga kesehatan dapat memilihkan obat yang paling aman bagi ibu dan bayi.
HIV/AIDS dan Ibu Menyusui
Bagi ibu yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan positif HIV/AIDS, keputusan mengenai menyusui perlu Anda pertimbangkan dengan baik. Ibu memerlukan informasi yang cukup agar dapat menentukan pilihan terbaik terkait pemberian makan bayi.
Karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan guna memperoleh penjelasan yang rinci mengenai pilihan menyusui dan cara pemberian makan yang aman bagi bayi. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 155. []












































