Mubadalah.id – Dalam kondisi tertentu, bayi mungkin belum dapat menyusu langsung dari payudara. Karena itu, ibu dapat memberikan ASI menggunakan sendok, cangkir, atau gelas. Sebelum digunakan, semua peralatan tersebut harus direbus setidaknya selama 20 menit, lalu dicuci menggunakan air bersih dan sabun agar tetap higienis.
Pertama, pangku bayi dalam posisi tegak atau hampir tegak agar ia lebih mudah menerima ASI.
Kedua, pegang sendok, gelas, atau cangkir dan dekatkan ke mulut bayi. Sentuhkan ujungnya secara perlahan sehingga ASI dapat mengalir dalam jumlah yang cukup, tidak terlalu banyak maupun terlalu sedikit.
Bila menggunakan gelas atau cangkir, bagian bibir gelas cukup menempel pada bibir atas dan bawah bayi tanpa perlu ditekan.
Ketiga, jangan menuangkan ASI langsung ke dalam mulut bayi. Biarkan bayi mengisap atau menyeruput ASI dengan kemampuannya sendiri. Untuk bayi yang masih sangat kecil atau dalam kondisi lemah, sebaiknya gunakan sendok daripada menggunakan gelas atau cangkir.
Bila Ibu Sakit, Tetap Upayakan Menyusui
Meskipun ibu sedang sakit, menyusui tetap lebih baik daripada memberikan makanan lain terlalu dini kepada bayi. Namun, ketika ibu mengalami demam tinggi dan banyak berkeringat, produksi ASI bisa berkurang.
Untuk membantu menjaga produksi ASI tetap lancar, ibu harus banyak minum, lebih sering menyusui, dan menyusui sambil berbaring agar tubuh lebih rileks.
Jika membutuhkan, ASI juga dapat Anda perah dengan tangan, dan Anda bisa meminta bantuan orang lain untuk melakukannya.
Selain itu, untuk mencegah penularan infeksi kepada bayi, ibu perlu mencuci tangan dengan bersih menggunakan air dan sabun sebelum menyentuh bayi maupun payudara. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 153. []










































