Mubadalah.id – Ustazah Mumpuni Handayayekti merupakan pendakwah perempuan asal Cilacap yang dikenal luas masyarakat melalui gaya dakwahnya yang khas menggunakan logat ngapak Banyumasan. Sosok yang akrab dijuluki “Ustazah Ngapak” ini berhasil menghadirkan wajah dakwah Islam yang hangat, membumi, dan dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Melalui ceramah yang ringan, jenaka, Ustazah Mumpuni bisa dengan mudah menjangkau berbagai kalangan, mulai dari orang tua, remaja, hingga anak-anak.
Kehadiran Ustazah Mumpuni sebagai pendakwah yang inklusif menjadi warna tersendiri di tengah ruang dakwah yang masih didominasi laki-laki. Ia hadir sebagai representasi ulama perempuan yang mampu menyampaikan pesan-pesan Islam secara ramah, merangkul, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Tidak hanya berbicara mengenai persoalan ibadah dan akhlak, dakwah Ustazah Mumpuni juga sering menyinggung realitas sosial yang dihadapi masyarakat kecil.
Dalam sejumlah ceramahnya, ia kerap menyampaikan kritik terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilai kurang berpihak kepada rakyat. Dengan gaya yang santai, humoris, namun tetap tajam, ia menyuarakan keresahan masyarakat mengenai persoalan ekonomi, ketimpangan sosial, hingga beban hidup yang dirasakan rakyat sehari-hari.
Potret ini menunjukkan bahwa dakwah bagi Ustazah Mumpuni merupakan salah satu ruang untuk menyuarakan nilai-nilai keadilan, kesetaraan dan kemanusiaan.
Tumbuh dari Keluarga Sederhana
Ustazah Mumpuni Handayayekti lahir di Cilacap pada 27 September 1995. Ia merupakan anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Arwanto dan Sukarti. Masa kecilnya tumbuh di lingkungan keluarga sederhana di Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap.
Sejak kecil, ia telah terbiasa membantu orang tua demi mencukupi kebutuhan keluarga. Ia pernah menggembala kambing milik tetangga hingga berjualan es lilin keliling.
Pengalaman hidup tersebut membentuk karakter Ustazah Mumpuni menjadi pribadi yang tangguh, sederhana, dan dekat dengan kehidupan masyarakat kecil. Baginya, membantu orang tua bukan sekadar kewajiban, tetapi juga pelajaran hidup tentang kerja keras dan rasa syukur.
Meski tidak lahir dari keluarga kiai ataupun pesantren besar, Ustazah Mumpuni justru mendapatkan dukungan penuh dari sang ayah. Arwanto, yang berprofesi sebagai seniman sekaligus pencari rumput, melihat bakat putrinya yang gemar berbicara di depan cermin seolah sedang berceramah. Karena itu, ia terus melatih anaknya untuk berani berbicara di depan umum.
Selain itu, ayahnya juga membantu menyusun tema ceramah, mencari dalil. Hingga mengajarkan bagaimana membangun suasana yang nyaman ketika berbicara di depan jamaah. Menurut Arwanto, ceramah memiliki kesamaan dengan seni, yakni sama-sama membutuhkan kemampuan menyentuh hati pendengarnya.
Bakat dakwah Ustazah Mumpuni mulai terlihat sejak kelas tiga SD ketika ia mengisi pengajian ibu-ibu, kultum, dan tahlilan di lingkungan sekitar rumahnya. Dalam proses perjalanan dakwahnya, ia banyak belajar dari Kiai Marzuki.
Kemampuan tersebut kemudian ia perdalam saat menempuh pendidikan di STAI Purwokerto, kini UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto, meski sebagian besar pengalamannya berbicara di depan publik telah ia pelajari sejak kecil melalui praktik langsung di masyarakat.
Dakwah Ngapak yang Membumi
Nama Ustazah Mumpuni mulai terkenal secara nasional setelah menjuarai ajang Akademi Sahur Indonesia (AKSI) di Indosiar pada tahun 2014. Gaya ceramahnya yang khas dengan logat ngapak Banyumasan, sederhana, cair, dan penuh humor berhasil menarik perhatian publik serta membedakannya dari pendakwah lain.
Di tengah model dakwah yang sering kali formal dan serius. Ustazah Mumpuni justru hadir dengan pendekatan yang lebih santai dan membumi. Ia kerap menirukan karakter tertentu dalam ceramahnya, menggunakan bahasa sehari-hari masyarakat, serta mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan jamaah.
Meski terkesan ringan dan humoris, materi dakwah yang Ustazah Mumpuni sampaikan tetap sarat pesan moral dan nilai keagamaan. Ia kerap membahas pentingnya menjaga lisan, menghormati orang tua, menjauhi sifat sombong, mempererat persaudaraan, serta menghadapi kehidupan dengan kesabaran dan rasa syukur.
Selain itu, dalam sejumlah ceramahnya, Ustazah Mumpuni juga sering mengangkat isu-isu sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Termasuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang ia nilai tidak berpihak kepada rakyat kecil. Baginya, dakwah tidak hanya berbicara soal ibadah, tetapi juga menghadirkan kepedulian terhadap keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Keberhasilannya di AKSI menjadi titik awal semakin luasnya pengaruh dakwah beliau. Pada tahun 2017, Ustazah Mumpuni kembali menorehkan prestasi dengan meraih juara pertama dalam ajang AKSI Asia. Prestasi tersebut membuat namanya semakin terkenal kenal tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.
Perempuan dalam Dakwah yang Merangkul
Kehadiran Ustazah Mumpuni menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam ruang dakwah Islam yang selama ini lebih banyak oleh laki-laki. Gaya dakwahnya yang ramah dan dekat dengan pengalaman Jemaah menunjukkan bahwa ia merupakan pendakwah yang inklusif.
Dalam kiprahnya, Ustazah Mumpuni aktif berdakwah di berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara dengan terlebih dahulu memahami budaya masyarakat setempat agar pesan yang ia sampaikan lebih mudah masyarakat menerimanya. Dakwahnya juga berkembang melalui media sosial dan video ceramah digital, sehingga menjangkau ruang publik yang lebih luas.
Tidak hanya itu, ia juga kerap menyuarakan isu kemanusiaan global. Termasuk solidaritas terhadap rakyat Palestina sebagai bentuk keberpihakan pada nilai keadilan dan kemanusiaan.
Melalui logat ngapak, humor, dan kedekatannya dengan masyarakat kecil, Ustazah Mumpuni menghadirkan wajah Islam yang hangat, membumi, dan mudah diterima di berbagai kalangan. []












































