Mubadalah.id – Peringatan Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia 2026 terus mendapat dukungan dari berbagai tokoh ulama perempuan di Indonesia. Melalui video yang diunggah di Instagram Mubadalah, Dr. Hj. Nyai Luluk Farida Muchtar, mengucapkan selamat atas peringatan Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia yang berlangsung sepanjang Mei 2026.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung perjuangan ulama perempuan dalam menghadirkan nilai-nilai keadilan, kemaslahatan, dan kebermanfaatan bagi seluruh manusia.
Nyai Luluk Farida dikenal sebagai bagian dari jaringan KUPI yang aktif menyuarakan dakwah Islam rahmatan lil alamin. Kajian-kajiannya dapat diakses melalui berbagai kanal dakwah populer, termasuk siaran rutin di Radio Madinah FM Malang.
Dalam video tersebut, Nyai Luluk menyampaikan rasa terima kasih kepada sosok-sosok yang menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup dan perjuangannya sebagai ulama perempuan. Ia menyebut ibundanya sebagai guru pertama yang mengenalkannya pada kehidupan dan cara menjalani hidup sebagai perempuan yang berdaya, maslahat, dan bermanfaat bagi sesama.
Kisah Sang Ibu
Menurutnya, kisah perjuangan sang ibu juga menjadi bagian dari catatan sejarah ulama perempuan Indonesia yang tertulis dalam buku Jejak Perjuangan Keulamaan Perempuan Indonesia yang ia terbitkan dalam rangka menyambut Kongres Ulama Perempuan Indonesia pertama pada 2017.
Selain kepada ibunya, Nyai Luluk juga menyampaikan terima kasih kepada ayahnya yang telah memberikan bekal ilmu kepada keluarga dan para santri. Bekal pendidikan tersebut, menurutnya, menjadi dasar penting dalam membentuk perempuan-perempuan yang berdaya dan memiliki kontribusi di tengah masyarakat.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para guru ulama perempuan Indonesia yang telah membuka cakrawala pemahaman keislaman yang lebih luas dan berkeadilan. Menurutnya, pemahaman terhadap ayat Al-Qur’an, hadis, dan ajaran Islam harus berpijak pada nilai Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Serta teladan Nabi Muhammad SAW.
Melalui pemahaman tersebut, Nyai Luluk Farida menegaskan bahwa dalam menegakkan hak-hak dan keadilan bagi semua manusia. Termasuk perempuan, menjadi bagian penting dari ajaran Islam itu sendiri.
Nyai Luluk turut menyampaikan terima kasih kepada keluarga, terutama suami dan anak-anaknya, yang selama ini terus mendukung dirinya untuk berkembang menjadi perempuan yang memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi lingkungan sekitar.
Selain itu, ia juga memberikan dukungan kepada para pejuang keadilan, penyintas. Serta korban kekerasan yang masih berjuang menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Ia berharap seluruh perjuangan tersebut mendapatkan kekuatan, kesabaran, kebahagiaan, serta keberkahan dari Allah SWT.
“Tetap semangat, terus berjuang sampai akhir hayat,” ujar Nyai Luluk Farida Muchtar. []











































