Mubadalah.id – Perempuan penyandang disabilitas maupun non-disabilitas akan lebih mudah tumbuh percaya diri apabila sejak awal memperoleh dukungan dari keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk mengejar cita-cita serta mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya.
Namun, jika sejak kecil ia dipaksa merasa tidak berharga dibandingkan orang lain karena ia perempuan, dan semakin dianggap tidak berharga karena menyandang disabilitas, maka kepercayaan diri akan sulit tumbuh dalam dirinya. Ia harus berjuang keras untuk meraih kepercayaan diri tersebut.
Prosesnya tidak mudah dan membutuhkan waktu yang panjang. Namun, Anda dapat menjalaninya secara bertahap, dengan langkah-langkah kecil.
Langkah pertama: jangan takut bertemu orang lain. Bila Anda seorang penyandang disabilitas, barangkali Anda memiliki dorongan untuk bersembunyi di dalam rumah agar tidak terlihat oleh orang lain. Perasaan ini sering kali merupakan hasil dari pandangan dan ajaran yang telah lama ditanamkan kepada Anda.
Untuk menghilangkan rasa rendah diri dan ketakutan tersebut, mula-mula cobalah duduk di depan rumah dan menyapa tetangga yang lewat. Kemudian, jika Anda merasa mampu, pergilah ke pasar terdekat dan berbincang dengan orang-orang yang ada di sana.
Kuncinya adalah Anda harus berani mengambil langkah ini, keluar dari persembunyian dan menemui orang lain. Dengan cara itu, Anda dapat membantu mereka memahami bahwa perempuan penyandang disabilitas tidak jauh berbeda dengan perempuan lainnya.
Mereka akan memperoleh pemahaman tersebut ketika mulai mengenal Anda dengan baik atau terbiasa dengan kehadiran Anda. Seiring waktu, akan semakin mudah bagi Anda untuk keluar rumah dan berbicara dengan orang lain.
Bergabung dengan Kelompok Perempuan
Langkah kedua: bergabunglah dengan kelompok perempuan. Berbicara dengan orang lain tidak hanya berarti mengobrol tanpa tujuan. Dari percakapan sehari-hari pun Anda bisa belajar tentang diri sendiri, termasuk mengenali kelebihan dan kekurangan yang Anda miliki.
Pembicaraan akan jauh lebih bermanfaat bila dilakukan dalam sebuah kelompok. Selain itu, kelompok dapat menjadi ruang yang aman dan menyenangkan untuk berbicara secara terbuka, selama semua anggotanya sepakat untuk menjaga kerahasiaan pembicaraan yang terjadi di dalamnya.
Bergabunglah dengan kelompok perempuan, atau jika belum ada, bentuklah kelompok khusus perempuan penyandang disabilitas. Di dalam kelompok seperti ini, perbincangan akan lebih banyak memberikan manfaat langsung yang berkaitan dengan persoalan yang Anda hadapi.
Dalam kegembiraan maupun kesedihan, Anda dapat berbagi pengalaman, saling menghibur, dan saling memberikan dukungan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 181.









































