Mubadalah.id – Jawabannya: selalu. Pengalaman hubungan seksual setiap perempuan berbeda-beda. Ada perempuan yang hanya memiliki satu pasangan seksual sepanjang hidupnya dan tidak pernah berhubungan seksual dengan orang lain sebelum maupun sesudahnya.
Ada pula yang memiliki beberapa pasangan tetap dalam rentang waktu yang berbeda, dengan hubungan yang berlangsung cukup lama. Sementara itu, ada juga yang memiliki lebih dari satu pasangan dalam waktu yang sama atau berganti pasangan dalam periode yang relatif singkat.
Hal yang sama berlaku pada laki-laki. Setiap orang memiliki pengalaman dan riwayat hubungan yang berbeda. Karena itu, tingkat risiko tertular penyakit melalui hubungan seksual juga berbeda pada setiap individu.
Sebagian perempuan mungkin merasa dirinya tidak berisiko tertular penyakit menular seksual karena hanya memiliki satu pasangan seksual. Anggapan seperti ini cukup umum ditemukan.
Namun, keyakinan tersebut tidak selalu tepat. Seseorang hanya dapat merasa relatif aman apabila ia dan pasangannya sama-sama mengetahui kondisi kesehatan seksual masing-masing, memiliki komitmen yang jelas. Serta mengambil langkah-langkah yang anda perlukan untuk mencegah penularan penyakit.
Oleh karena itu, Anda hanya dapat merasa aman apabila benar-benar mengetahui bahwa diri Anda dan pasangan bebas dari penyakit yang dapat menular melalui hubungan seksual. Serta masing-masing hanya melakukan hubungan seksual dengan satu pasangan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 242.











































