Senin, 6 Juli 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

    Pemadaman Listrik

    Pemadaman Listrik Bergilir: Ironi Negara Eksportir Batu Bara

    Suporter Jepang

    Kritik untuk Suporter Jepang di Piala Dunia 2026: Cuitan Warganet, Sentilan Aristoteles

    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Gajah Sumatera

    Rusaknya Habitat Gajah Sumatera Akibat Deforestasi dan Alih Fungsi Lahan

    TPA Pakusari

    Perempuan di Tengah Gundukan Sampah: Tinjauan Kritis Ekofeminisme di TPA Pakusari

    Nawal El Saadawi

    Nawal El Saadawi: Dokter, Penulis, dan Aktivis yang Gigih Memperjuangkan Hak-Hak Perempuan

    Kesepiaan

    Mengapa Kesepian Bisa Hadir dalam Pernikahan?

    Maskulinitas Mubadalah

    Dari Maskulinitas Mubadalah Menuju Epistemologi Ulama Perempuan

    Surah 'Abasa

    Membaca Ulang Hikmah Inklusivitas Surah ‘Abasa 1-10

    Lagu Om Zein

    Ketika Candaan Melanggengkan Seksisme: Membaca Polemik Lagu Om Zein

    Demonstrasi

    Mengapa Demonstrasi Tetap Penting?

    Makna Iddah

    Menakar Ulang Makna Iddah dalam Relasi Perkawinan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Pasca Aborsi

    Pendarahan Pasca Aborsi yang Mengancam Nyawa, Ini 5 Langkah Penanganan Lanjutannya

    Pasca Aborsi

    7 Langkah Darurat Menangani Pendarahan Pasca Aborsi sebelum Dirujuk ke Rumah Sakit

    Pendarahan pasca aborsi

    Cara Menghentikan Pendarahan yang Berlebihan Pasca Aborsi

    Aborsi

    Pendarahan Pasca Aborsi: Kenali Tanda Bahaya dan Langkah Pertolongan Pertama

    KB Setelah Aborsi

    Keluarga Berencana (KB) Setelah Aborsi

    Bahaya Aborsi

    Tanda-tanda Bahaya Setelah Aborsi

    Setelah Aborsi

    Perawatan Setelah Aborsi: Kenali Tanda Normal dan Gejala yang Harus Diwaspadai

    Aborsi

    Begini Ciri-ciri Layanan Aborsi yang Aman Menurut Standar Kesehatan

    Layanan Aborsi

    Bagaimana Mengetahui Layanan Aborsi Aman atau Tidak? Ini 9 Tandanya

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

    Pemadaman Listrik

    Pemadaman Listrik Bergilir: Ironi Negara Eksportir Batu Bara

    Suporter Jepang

    Kritik untuk Suporter Jepang di Piala Dunia 2026: Cuitan Warganet, Sentilan Aristoteles

    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Gajah Sumatera

    Rusaknya Habitat Gajah Sumatera Akibat Deforestasi dan Alih Fungsi Lahan

    TPA Pakusari

    Perempuan di Tengah Gundukan Sampah: Tinjauan Kritis Ekofeminisme di TPA Pakusari

    Nawal El Saadawi

    Nawal El Saadawi: Dokter, Penulis, dan Aktivis yang Gigih Memperjuangkan Hak-Hak Perempuan

    Kesepiaan

    Mengapa Kesepian Bisa Hadir dalam Pernikahan?

    Maskulinitas Mubadalah

    Dari Maskulinitas Mubadalah Menuju Epistemologi Ulama Perempuan

    Surah 'Abasa

    Membaca Ulang Hikmah Inklusivitas Surah ‘Abasa 1-10

    Lagu Om Zein

    Ketika Candaan Melanggengkan Seksisme: Membaca Polemik Lagu Om Zein

    Demonstrasi

    Mengapa Demonstrasi Tetap Penting?

    Makna Iddah

    Menakar Ulang Makna Iddah dalam Relasi Perkawinan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Pasca Aborsi

    Pendarahan Pasca Aborsi yang Mengancam Nyawa, Ini 5 Langkah Penanganan Lanjutannya

    Pasca Aborsi

    7 Langkah Darurat Menangani Pendarahan Pasca Aborsi sebelum Dirujuk ke Rumah Sakit

    Pendarahan pasca aborsi

    Cara Menghentikan Pendarahan yang Berlebihan Pasca Aborsi

    Aborsi

    Pendarahan Pasca Aborsi: Kenali Tanda Bahaya dan Langkah Pertolongan Pertama

    KB Setelah Aborsi

    Keluarga Berencana (KB) Setelah Aborsi

    Bahaya Aborsi

    Tanda-tanda Bahaya Setelah Aborsi

    Setelah Aborsi

    Perawatan Setelah Aborsi: Kenali Tanda Normal dan Gejala yang Harus Diwaspadai

    Aborsi

    Begini Ciri-ciri Layanan Aborsi yang Aman Menurut Standar Kesehatan

    Layanan Aborsi

    Bagaimana Mengetahui Layanan Aborsi Aman atau Tidak? Ini 9 Tandanya

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Disabilitas

Memahami Isu Disabilitas: Anugerah atau Musibah?

Teman-teman disabilitas juga memiliki hak untuk berpartisipasi dalam masyarakat, untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan yang layak.

Slamet Ginanjar by Slamet Ginanjar
5 April 2025
in Disabilitas, Pernak-pernik
A A
0
Memahami Isu Disabilitas

Memahami Isu Disabilitas

17
SHARES
860
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Disabilitas adalah kondisi yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Lalu beberapa dari mereka merasa lemah,terdzalimi, dan bahkan terdiskriminasi. Sebenarnya sudah banyak terjadi perubahan paradigma dalam memahami isu disabilitas.

Dari yang awalnya dipandang sebagai musibah atau kutukan, kini disabilitas kita pandang sebagai bagian dari keberagaman manusia.  Pada akhirnya pun masih banyak masyarakat yang belum memahami dan menghargai hak-hak dan kebutuhan orang-orang dengan ragam disabilitas.

Stigma Disabilitas yang Salah Kaprah

Salah satu contoh perubahan paradigma ini adalah dalam bidang pendidikan. Pengalaman penulis pada saat MTs. sebut saja namanya Angga (Bukan Nama Sebenarnya). Salah satu siswa berkebutuhan khusus yang mengalami perundungan dari teman-temannya di sekolah. Karena menganggap temanya tidak normal, tidak dapat berkomunikasi dengan baik, dan lambat dalam berpikir.

Begitulah bahayanya stigma jika tidak kita pahami dengan baik. Dan masih banyak orang-orang yang mengganggap bahwa disabilitas sering tidak mampu untuk belajar dan berpartisipasi dalam kegiatan pendidikan.

Tetapi harapan demi harapan kian tumbuh menuju perubahan. Kini telah terbukti bahwa orang-orang dengan disabilitas dapat belajar dan berpartisipasi dalam kegiatan pendidikan. Jika orang-orang disekitarnya memberikan kesempatan dan dukungan yang setara dan adil

Meski banyak tantangan yang harus dihadapi oleh orang-orang dengan disabilitas. Salah satu tantangan terbesar adalah stigma dan diskriminasi. Banyak masyarakat yang masih memandang orang-orang dengan disabilitas sebagai “korban” atau “penderita” yang memerlukan belas kasihan dan bantuan. Namun, orang-orang dengan disabilitas tidak memerlukan belas kasihan, melainkan kesempatan dan dukungan yang sama untuk berpartisipasi dalam masyarakat.

Lalu sejauh ini aku, kamu, dan kalian bagaimana dalam memahami isu disabilitas? Apakah sebagai anugerah atau musibah?

Dua pertanyaan itu mungkin kerap kali berkelindan di pikiran kita selama ini, toh hal ini barangkali menjadi akar masalah kenapa fasilitas untuk teman-teman difabel belum merata, karena banyak yang beranggapan bahwa mereka tidak penting dan hanya bisa hidup dengan uluran tangan orang lain. Saking pentingnya isu disabilitas ini, Mubadalah di tahun  2025  ini menginisiasi untuk mengangkat isu  tentang disabilitas.

Perspektif yang Membawa Perubahan

Dalam perspektif tradisional, percaya atau tidak, bahkan yakin ataupun tidak yakin : disabilitas sering dipandang sebagai musibah atau kutukan. Bahkan parahnya lagi orang-orang menganggap bahwa disabilitas sebagai “korban” atau “penderita” yang memerlukan belas kasihan dan bantuan dari orang lain.

Salah kaprah, sempitnya pikiran, dan stigma ini tentu telah banyak menuai masalah karena akan memperkuat diskriminasi terhadap teman-teman penyandang disabilitas.

Di sisi lain,  perspektif keadilan hakiki memandang disabilitas sebagai anugerah. Dalam perspektif ini, seharusnya kita mengganggap disabilitas  sebagai bagian dari keberagaman manusia dan dapat menjadi sumber kekuatan dan inspirasi. Orang-orang dengan disabilitas dianggap memiliki kemampuan dan potensi yang unik dan dapat membuat kontribusi yang signifikan dalam masyarakat.

Bagaimana kita dapat memahami disabilitas sebagai anugerah? Salah satu caranya adalah dengan mengakui bahwa disabilitas adalah bagian dari keberagaman manusia.

Kita semua memiliki kelebihan dan kekurangan, dan disabilitas hanya salah satu dari banyak kekurangan yang dapat kita miliki. Dengan mengakui hal ini, kita dapat mulai memandang disabilitas sebagai bagian dari keberagaman manusia, bukan sebagai musibah atau kutukan.

Menjadi Anugerah Kehidupan

Seyogyanya kita perlu mengakui bahwa orang-orang dengan disabilitas memiliki hak yang sama dengan orang pada umumnya. Teman-teman disabilitas juga memiliki hak untuk berpartisipasi dalam masyarakat, untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan yang layak. Selain itu mereka pun berhak menikmati kehidupan yang sama dengan masyarakat secara umum.

Maka, dengan mengakui hak-hak ini, saya rasa kita dapat mulai memandang disabilitas sebagai anugerah, bukan sebagai musibah atau kutukan.

Perspektif disabilitas sebagai anugerah atau musibah adalah pertanyaan yang kompleks dan multifaset. Tetapi menurut hemat penulis dengan mengakui bahwa disabilitas adalah bagian dari keberagaman manusia. Selain itu, orang-orang dengan disabilitas memiliki hak-hak yang sama dengan manusia lainnya, di mana kita dapat mulai memandang disabilitas sebagai anugerah, bukan sebagai musibah atau kutukan.

Saya telah menyimak Bu Nyai Nur Rofi’ah pada saat mengisi acara Ngaji Ramadan Inklusi (RAIN) yang telah meneguhkan kepada kita semua bahwa prinsip dasar manusia adalah bisa memanusiakan sesama manusia. Tidak memandang latar belakang dan perbedaan apapun. Selama ini difabel merupakan label bagi manusia yang memiliki kekurangan fisik dan mental, tidak pernah menyasar pada moral dan etika.

Langkah yang bisa kita ambil salah satunya yaitu mengubah perspektif kita ke arah perbaikan terhadap disabilitas. Kita mengakui bahwa orang-orang dengan disabilitas memiliki kemampuan dan potensi yang unik. Selain itu dapat membuat kontribusi positif di dalam masyarakat.

Dengan demikian memberikan kesempatan dan dukungan kepada orang-orang dengan disabilitas menjadi penting, yakni untuk berpartisipasi aktif di dalam masyarakat dan menikmati kehidupan yang sama dengan orang-orang di sekitarnya. []

Tags: DifabelIsu DisabilitasNgaji RAINPerspektif Keadilan HakikiRamadan Inklusi
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Tafsir dan Ta’wil dalam Menyikapi Isu Gender

Next Post

Ragam Bentuk Relasi Nabi Saw bersama Non-Muslim

Slamet Ginanjar

Slamet Ginanjar

Related Posts

Difabel
Disabilitas

Difabel dalam Lingkungan yang Belum Ramah

25 Juni 2026
mahasiswa difabel
Disabilitas

Siapa yang Harus Beradaptasi: Mahasiswa Difabel atau Kampus?

15 Juni 2026
Keadilan Sosial
Disabilitas

Disabilitas, Inklusivitas, dan Jalan Menuju Keadilan Sosial

29 April 2026
Al-Qur'an Braile
Disabilitas

Al-Qur’an Braille: Akses Mandiri bagi Tunanetra Difabel

24 April 2026
Isu Disabilitas
Disabilitas

Mengapa Mesti Menyebarkan Kesadaran Isu Disabilitas?

22 April 2026
Istilah Difabel
Disabilitas

Benarkah Istilah Difabel Lebih Empati Dibandingkan Cacat?

4 April 2026
Next Post
relasi non-muslim

Ragam Bentuk Relasi Nabi Saw bersama Non-Muslim

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Rusaknya Habitat Gajah Sumatera Akibat Deforestasi dan Alih Fungsi Lahan
  • Perempuan di Tengah Gundukan Sampah: Tinjauan Kritis Ekofeminisme di TPA Pakusari
  • Nawal El Saadawi: Dokter, Penulis, dan Aktivis yang Gigih Memperjuangkan Hak-Hak Perempuan
  • Mengapa Kesepian Bisa Hadir dalam Pernikahan?
  • Pendarahan Pasca Aborsi yang Mengancam Nyawa, Ini 5 Langkah Penanganan Lanjutannya

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0