Sabtu, 13 Juni 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

    Seren Taun Cigugur

    Seren Taun Cigugur Teguhkan Pelestarian Budaya sebagai Prasasti Peradaban Bangsa

    Merawat Pesantren

    MERAWAT Pesantren, Upaya Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina Membangun Kesehatan Mental Para Mahasantri

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Iduladha

    Semesta Raya Iduladha: Semarang, Pasuruan, Aceh, hingga Bangladesh

    Lukman

    Di BuKUPI 2026, KH. Lukman Hakim Saifuddin Dorong KUPI Fokus pada Isu Prioritas

    Cut Nyak Dien

    Ulama Perempuan Serukan Indonesia Tanpa Kekerasan Melalui Risalah Cut Nyak Dien

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Qana'ah

    Qana’ah, Kelas Menengah dan Fantasi Menjadi Orang Kaya

    Kesetaraan Anak laki-laki dan Perempuan

    Mengajarkan Kesetaraan Pada Anak Laki-laki dan Perempuan Sejak Dini

    Kampung idiot

    Mengubah Stigma Kampung Idiot di Karangpatihan Menjadi Berdaya secara Ekonomi

    Korupsi

    Korupsi di Meja Makan Anak Sekolah

    Simpul Iman Community

    Dialog, Harapan, dan Persaudaraan: Refleksi 19 Tahun Simpul Iman Community (SIM-C)

    Bulan Suro

    Membongkar Mitos Pernikahan Bulan Suro dan Beban Perempuan Jawa

    Invisible Disability

    Invisible Disability dan Stigma yang Masih Terjadi

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Keadilan Hakiki

    Menggugat Komodifikasi Pendidikan: Menagih Keadilan Hakiki di Hari Lahir Pancasila

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Menuju Muharram

    Menuju Muharram dan Panggilan untuk Introspeksi Jejak Spiritual

    KB

    Keluarga Berencana (KB) dan Hak Perempuan atas Tubuh

    Kehamilan dan

    Mengapa Menunda Kehamilan Dapat Meningkatkan Kualitas Hidup Keluarga?

    KB dan

    4 Risiko Kehamilan yang Bisa Dicegah dengan Program KB

    Gairah Seksual

    Mengapa Gairah Seksual dapat Berkurang atau Hilang?

    rangsangan seksual

    Mengenali Respons Tubuh terhadap Rangsangan Seksual

    Seks

    Mengapa Membicarakan Seks dengan Pasangan itu Penting?

    Seks Kering

    Bahaya Seks Kering: Mitos Kepuasan yang Justru Meningkatkan Risiko Infeksi

    Berhubungan Seks

    Cara Berhubungan Seks yang Lebih Aman untuk Mencegah HIV/AIDS

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

    Seren Taun Cigugur

    Seren Taun Cigugur Teguhkan Pelestarian Budaya sebagai Prasasti Peradaban Bangsa

    Merawat Pesantren

    MERAWAT Pesantren, Upaya Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina Membangun Kesehatan Mental Para Mahasantri

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Iduladha

    Semesta Raya Iduladha: Semarang, Pasuruan, Aceh, hingga Bangladesh

    Lukman

    Di BuKUPI 2026, KH. Lukman Hakim Saifuddin Dorong KUPI Fokus pada Isu Prioritas

    Cut Nyak Dien

    Ulama Perempuan Serukan Indonesia Tanpa Kekerasan Melalui Risalah Cut Nyak Dien

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Qana'ah

    Qana’ah, Kelas Menengah dan Fantasi Menjadi Orang Kaya

    Kesetaraan Anak laki-laki dan Perempuan

    Mengajarkan Kesetaraan Pada Anak Laki-laki dan Perempuan Sejak Dini

    Kampung idiot

    Mengubah Stigma Kampung Idiot di Karangpatihan Menjadi Berdaya secara Ekonomi

    Korupsi

    Korupsi di Meja Makan Anak Sekolah

    Simpul Iman Community

    Dialog, Harapan, dan Persaudaraan: Refleksi 19 Tahun Simpul Iman Community (SIM-C)

    Bulan Suro

    Membongkar Mitos Pernikahan Bulan Suro dan Beban Perempuan Jawa

    Invisible Disability

    Invisible Disability dan Stigma yang Masih Terjadi

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Keadilan Hakiki

    Menggugat Komodifikasi Pendidikan: Menagih Keadilan Hakiki di Hari Lahir Pancasila

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Menuju Muharram

    Menuju Muharram dan Panggilan untuk Introspeksi Jejak Spiritual

    KB

    Keluarga Berencana (KB) dan Hak Perempuan atas Tubuh

    Kehamilan dan

    Mengapa Menunda Kehamilan Dapat Meningkatkan Kualitas Hidup Keluarga?

    KB dan

    4 Risiko Kehamilan yang Bisa Dicegah dengan Program KB

    Gairah Seksual

    Mengapa Gairah Seksual dapat Berkurang atau Hilang?

    rangsangan seksual

    Mengenali Respons Tubuh terhadap Rangsangan Seksual

    Seks

    Mengapa Membicarakan Seks dengan Pasangan itu Penting?

    Seks Kering

    Bahaya Seks Kering: Mitos Kepuasan yang Justru Meningkatkan Risiko Infeksi

    Berhubungan Seks

    Cara Berhubungan Seks yang Lebih Aman untuk Mencegah HIV/AIDS

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Buku

Menyelami Cinta Manusia dan Alam Semesta

Novel berjudul ‘Cinta dalam Mimpi’ mengisahkan tentang perjalanan cinta seorang santri bernama Farah pada seorang laki-laki yang akrab dipanggil Gus Syauqi.

Andi Nur Faizah by Andi Nur Faizah
12 Juni 2021
in Buku, Rekomendasi
A A
0
Cinta

Cinta

3
SHARES
149
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Perempuan seringkali digambarkan sebagai sosok yang penurut, inferior, dan lemah lembut. Melalui tulisannya, Muyassarotul menuangkan karakter perempuan yang berbeda. Ia menggambarkan tokoh perempuan yang cerdas, tangguh, pemberani lagi mandiri.

Novel berjudul ‘Cinta dalam Mimpi’ mengisahkan tentang perjalanan cinta seorang santri bernama Farah pada seorang laki-laki yang akrab dipanggil Gus Syauqi. Status dan kelas mereka bagaikan dunia yang berbeda. Gus Syauqi adalah anak kiai yang pandai, terpandang, dan ia juga bersekolah di lembaga milik keluarganya. Sedangkan Farah adalah santri yang tidak terlalu piawai dalam ilmu agama.

Namun demikian, pertanyaan-pertanyaan kritis Farah kerap menggelitik berbagai pihak. Pertanyaan yang ia lontarkan misalnya, ‘kenapa agama kita tidak pernah atau jarang membahas tentang lingkungan dan kesehatan?’ atau ‘kenapa ritual agama kita hanya berhubungan dengan ritual langit padahal kita khalifah di bumi ini?’. Farah yang memiliki ketertarikan terhadap ilmu alam tersebut, kerap mempertanyakan bagaimana relasi antara ajaran agama dengan realitas. Farah ingin memahami bagaimana agama dapat menjawab persoalan riil yang dihadapi oleh umat sehari-hari.

Kehidupan Farah tidak selalu berjalan mulus. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat orang tuanya hendak menikahkan Farah pada usia yang sangat dini. Kedua orang tuanya sudah tidak mampu lagi membiayai pendidikan Farah. Padahal, Farah masih ingin terus melanjutkan pendidikan dan menjadi dokter sebagaimana cita-citanya. Kisah Farah kemudian berlanjut pelik saat dirinya harus memilih, antara mempertahankan Gus Syauqi atau merelakannya, mengingat status mereka yang berbeda.

Pengalaman Farah dalam novel ‘Cinta dalam Mimpi’ setidaknya merupakan refleksi dari situasi perempuan dalam realitas kehidupan. Situasi ekonomi yang menghimpit membuat orang tua kerap menikahkan anak perempuannya untuk melepaskan beban keluarga. Dalam sebuah laporan disebutkan, Indonesia masuk dalam 10 negara dengan angka absolut perkawinan anak tertinggi di dunia (UNICEF, 2020).

Apalagi dengan situasi Covid-19 saat ini, kegiatan belajar mengajar tidak dapat dilakukan secara langsung di sekolah. Orang tua merasa kebingungan untuk mendampingi anaknya belajar di rumah. Apalagi pendapatan yang menurun bahkan hilangnya pekerjaan membuat anak perempuan rentan untuk dikawinkan.

Pada wilayah Nusa Tenggara Timur (NTB) saja misalnya, sudah terjadi 500 kasus perkawinan anak yang terlapor di masa pandemi Covid-19 (BBC Indonesia, 2020). Sementara dalam kurun waktu Januari hingga Juni 2020, Badan Peradilan Agama Indonesia menerima sekitar 34.000 permohonan dispensasi kawin dengan pemohon di bawah usia 19 tahun. Situasi tersebut menunjukkan bahwa perkawinan anak merupakan masalah serius dengan kasus yang terus bertambah hingga hari ini.

Oleh sebab itu, novel ini secara jelas menuliskan dampak dari perkawinan anak itu sendiri. Pada narasinya disebutkan bahwa perkawinan anak menyebabkan perempuan kehilangan akses pendidikan. Pada usia dini, anak-anak masih belum siap secara fisik, psikis, maupun keilmuan.

Bahkan novel ini menuliskan bahwa setiap orang berhak untuk mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pendidikan, dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidup dan demi kesejahteraan manusia. Muyassarotul juga menuangkan tafsir dari surat an-Nisaa’ ayat 9 yang memerintahkan umat untuk tidak memiliki generasi yang lemah sebagai bentuk counter terhadap kasus kawin anak.

Tidak hanya membincang isu perkawinan anak, novel ‘Cinta dalam Mimpi’ juga mengangkat keterkaitan antara agama dan penyelamatan alam. Disebutkan bahwa agama sesungguhnya mengajarkan kasih sayang untuk alam semesta. Keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup merupakan kunci kesejahteraan. Akar dari kesejahteraan tersebut terletak pada tanah yang kita pijak, sehingga tanah harus dimanfaatkan secara produktif.

Sosok Farah menggambarkan relasi tersebut, melalui kecintaannya pada tumbuhan dan hewan. Ia gemar merawat tanaman yang membuat lingkungan pesantren terasa sejuk. Tak jarang Farah mengajak bicara pohon yang ia rawat sambil menyiram dan melantunkan shalawat. Setiap tanaman yang ia rawat selalu tumbuh subur dan berbuah, seperti harapan Farah. Ia bahkan mengurus hewan ternak dengan memberi makanan dan membersihkan kandang.

Kelancaran Farah dalam merawat alam tersebut tidak semulus perjalanan cintanya kepada Gus Syauqi. Latar belakang mereka yang berbeda, membuat kisah percintaan Farah bagaikan romantisme dalam mimpi. Meski hatinya gusar, Farah harus memilih dan memantapkan keputusannya. Melalui pengorbanan dan kesabaran, perlahan ia menemui jawaban yang pasti.

Novel ‘Cinta dalam Mimpi’ dikemas secara ringan dan patut dibaca oleh berbagai kalangan. Narasinya mengajak kita untuk berefleksi perihal agama yang tidak hanya hadir sebagai amal langit, tetapi juga pada jagat raya. Melalui perjalanan hidup Farah, kita akan diajak untuk menyelami perjalanan cinta, realitas kehidupan perempuan, sekaligus ajaran agama yang penuh kasih sayang untuk alam semesta. []

Judul Buku          :       Cinta dalam Mimpi

Pengarang          :       Muyassarotul Hafidzoh

Penerbit              :      DIVA Press

Tahun terbit       :       2020

*Tulisan ini telah diterbitkan di Majalah Swara Rahima edisi 58 pada rubrik Khazanah 

Via: https://www.perempuanpeduli.com/menyelami-cinta-manusia-dan-alam-semesta/
Tags: cerita pendekLiterasi PesantrenNovelSastraSastra Pesantrenulama perempuan
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Mbah Sum: Kisah Perempuan yang Memilih Tidak Menikah

Next Post

Sebuah Kajian: Reinterpretasi Ayat-ayat Bias Gender

Andi Nur Faizah

Andi Nur Faizah

Founder perempuanpeduli.com

Related Posts

Sitti Rohmi Djalilah
Figur

Sitti Rohmi Djalilah: Ulama Perempuan dalam Gerak Muslimat dan Pendidikan

5 Juni 2026
Cut Nyak Dien
Aktual

Ulama Perempuan Serukan Indonesia Tanpa Kekerasan Melalui Risalah Cut Nyak Dien

26 Mei 2026
Nyai Luluk Farida
Aktual

Di BuKUPI, Nyai Luluk Farida Ajak Masyarakat Dukung Perjuangan Ulama Perempuan

26 Mei 2026
BuKUPI
Aktual

Pera Sopariyati: BuKUPI 2026 Perkuat Independensi Gerakan Ulama Perempuan

25 Mei 2026
Buku Manaqib Ulama Perempuan
Aktual

Diluncurkan di BuKUPI: Buku Manaqib Ulama Perempuan Indonesia Jadi Ikhtiar Awal Dokumentasi Sejarah Ulama Perempuan

25 Mei 2026
Atlas Ulama Perempuan KUPI
Aktual

Atlas Ulama Perempuan KUPI Resmi Diluncurkan, Rekam Jejak Perjuangan Ulama Perempuan

24 Mei 2026
Next Post
Gender

Sebuah Kajian: Reinterpretasi Ayat-ayat Bias Gender

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Menuju Muharram dan Panggilan untuk Introspeksi Jejak Spiritual
  • Keluarga Berencana (KB) dan Hak Perempuan atas Tubuh
  • Qana’ah, Kelas Menengah dan Fantasi Menjadi Orang Kaya
  • Mengapa Menunda Kehamilan Dapat Meningkatkan Kualitas Hidup Keluarga?
  • Mengajarkan Kesetaraan Pada Anak Laki-laki dan Perempuan Sejak Dini

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0