Jumat, 3 Juli 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

    Pemadaman Listrik

    Pemadaman Listrik Bergilir: Ironi Negara Eksportir Batu Bara

    Suporter Jepang

    Kritik untuk Suporter Jepang di Piala Dunia 2026: Cuitan Warganet, Sentilan Aristoteles

    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

    Aliansi Perempuan Indonesia

    Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Pemain Diaspora

    Fenomena Pemain Diaspora Piala Dunia 2026 dalam Lensa Mubadalah

    Pengelolaan Sampah

    Implementasi Nilai Kesemestaan KUPI dalam Pengelolaan Sampah Pondok Pesantren

    Anak Autisme

    Menjaga Emosi Tetap Stabil dari Pola Makan bagi Anak Autisme dan Down Syndrome

    Anak Disabilitas

    Stabilitas Keluarga, Kunci Utama Menjaga Hak Anak Disabilitas

    Masa Depan Anak

    Momen Lulus Sekolah: Siapa yang Berhak Menentukan Masa Depan Anak?

    Memaknai Mahar

    Memaknai Mahar sebagai Penghormatan, Bukan Pembelian

    ToT KUPI

    ToT KUPI: Memahami Jejak Keulamaan Perempuan hingga Anatomi Gerakan KUPI

    Budaya FOMO

    Bahaya Budaya FOMO dalam Meningkatkan Sampah

    Quiet Quitting

    Quiet Quitting dalam Pernikahan: Ketika Pasangan Masih Serumah, tetapi Berhenti Saling Mengusahakan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Layanan Aborsi

    Bagaimana Mengetahui Layanan Aborsi Aman atau Tidak? Ini 9 Tandanya

    Obat Aborsi

    3 Jenis Obat yang Aman Digunakan untuk Aborsi

    Aborsi

    Mengenal Aborsi dengan Obat serta Risiko yang Perlu Diwaspadai

    Aborsi Aman

    2 Metode Aborsi yang Aman dalam Layanan Medis

    Aborsi

    Aborsi Menurut Hukum Indonesia

    Aborsi legal

    Sulitnya Akses Aborsi Legal dan Bahaya Praktik Aborsi Ilegal

    Aborsi

    Kapan Aborsi Diperbolehkan? Memahami Ketentuan di Berbagai Negara

    Aborsi

    Aborsi Tidak Aman Mengancam Nyawa: Hindari Cara-cara Berbahaya Ini

    Aborsi Aman

    Aborsi Aman dan Tidak Aman: Memahami Perbedaannya Demi Keselamatan Perempuan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

    Pemadaman Listrik

    Pemadaman Listrik Bergilir: Ironi Negara Eksportir Batu Bara

    Suporter Jepang

    Kritik untuk Suporter Jepang di Piala Dunia 2026: Cuitan Warganet, Sentilan Aristoteles

    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

    Aliansi Perempuan Indonesia

    Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Pemain Diaspora

    Fenomena Pemain Diaspora Piala Dunia 2026 dalam Lensa Mubadalah

    Pengelolaan Sampah

    Implementasi Nilai Kesemestaan KUPI dalam Pengelolaan Sampah Pondok Pesantren

    Anak Autisme

    Menjaga Emosi Tetap Stabil dari Pola Makan bagi Anak Autisme dan Down Syndrome

    Anak Disabilitas

    Stabilitas Keluarga, Kunci Utama Menjaga Hak Anak Disabilitas

    Masa Depan Anak

    Momen Lulus Sekolah: Siapa yang Berhak Menentukan Masa Depan Anak?

    Memaknai Mahar

    Memaknai Mahar sebagai Penghormatan, Bukan Pembelian

    ToT KUPI

    ToT KUPI: Memahami Jejak Keulamaan Perempuan hingga Anatomi Gerakan KUPI

    Budaya FOMO

    Bahaya Budaya FOMO dalam Meningkatkan Sampah

    Quiet Quitting

    Quiet Quitting dalam Pernikahan: Ketika Pasangan Masih Serumah, tetapi Berhenti Saling Mengusahakan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Layanan Aborsi

    Bagaimana Mengetahui Layanan Aborsi Aman atau Tidak? Ini 9 Tandanya

    Obat Aborsi

    3 Jenis Obat yang Aman Digunakan untuk Aborsi

    Aborsi

    Mengenal Aborsi dengan Obat serta Risiko yang Perlu Diwaspadai

    Aborsi Aman

    2 Metode Aborsi yang Aman dalam Layanan Medis

    Aborsi

    Aborsi Menurut Hukum Indonesia

    Aborsi legal

    Sulitnya Akses Aborsi Legal dan Bahaya Praktik Aborsi Ilegal

    Aborsi

    Kapan Aborsi Diperbolehkan? Memahami Ketentuan di Berbagai Negara

    Aborsi

    Aborsi Tidak Aman Mengancam Nyawa: Hindari Cara-cara Berbahaya Ini

    Aborsi Aman

    Aborsi Aman dan Tidak Aman: Memahami Perbedaannya Demi Keselamatan Perempuan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Hikmah

Pahala Merawat Orang Tua Setara Haji dan Umrah

Kelak ketika mereka telah tiada, yang tersisa sering kali hanyalah penyesalan karena merasa belum cukup untuk membahagiakan mereka.

Muhammad Nasruddin by Muhammad Nasruddin
18 Mei 2026
in Hikmah
A A
0
Merawat Orang Tua

Merawat Orang Tua

20
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Musim haji kembali tiba. Jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia berbondong-bondong menuju Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Di tengah lautan manusia yang berpakaian ihram, tentu tersimpan kerinduan besar untuk menjadi tamu Allah dan meraih haji yang mabrur.

Bagi sebagian besar umat Islam, haji memang menjadi simbol puncak penghambaan. Tidak sedikit yang menabung bertahun-tahun demi bisa berangkat ke Makkah. Namun di balik kemuliaan ibadah haji, Islam juga mengajarkan bahwa ada amal-amal lain yang memiliki nilai besar di sisi Allah Swt, salah satunya adalah merawat orang tua.

Merawat orang tua seringkali dipandang sebagai kewajiban biasa dalam kehidupan keluarga. Padahal dalam Islam, bakti kepada ayah dan ibu merupakan jalan besar menuju rida Allah Swt. Bahkan dalam beberapa riwayat hadis, merawat orang tua memiliki keutamaan yang nilainya dapat menyamai pahala ibadah besar seperti jihad dan haji sunnah.

Sejak awal, Islam telah menempatkan orang tua pada posisi yang sangat mulia. Setelah perintah menyembah Allah Swt, Al-Qur’an langsung memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. Dalam Q.S Al-Isra ayat 23, Allah berfirman agar manusia tidak berkata kasar kepada orang tua, meski sekadar ucapan “ah” yang bisa menyakiti perasaan mereka.

Ayat tersebut menunjukkan bahwa Islam bukan hanya agama ritual, melainkan agama kasih sayang. Dalam hal ini, kesalehan tidak menakar pada khusyuknya doa atau banyaknya ibadah pribadi. Kesalehan juga terlihat dari bagaimana seseorang memperlakukan ayah dan ibunya.

Merawat Orang Tua sebagai Jalan Kemuliaan

Sahabat Anas ra. seperti diriwayatkan oleh Abu Ya’la Al-Maushuli pernah bercerita tentang seorang sahabat yang ingin berjihad tetapi ia tidak mampu. Sahabat itu lalu menyampaikan hal tersebut kepada Rasulullah saw. dan kemudian Beliau bersabda:

“Apakah salah satu dari kedua orang tuamu masih ada? Laki-laki itu menjawab: Ibuku. Rasulullah bersabda: Perbaikilah hubunganmu dengan Allah Swt. dengan berbakti kepada ibumu. Ketika kamu telah melakukannya maka kamu adalah orang yang berhaji, umrah dan jihad. Ketika ibumu ridla kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan berbaktilah kepada ibumu.”

Hadis ini sering dipahami para ulama sebagai penegasan bahwa merawat orang tua merupakan amal yang sangat agung. Bahkan dalam kondisi tertentu, berbakti kepada orang tua lebih utama daripada ibadah sunah lainnya.

Tentu hal tersebut tidak serta merta menggugurkan kewajiban haji sebagai rukun Islam kelima, terutama bagi umat Muslim yang mampu. Akan tetapi, Islam mengajarkan bahwa kesalehan sosial memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Merawat orang tua yang sakit, membersamai mereka di usia senja, memenuhi kebutuhan hidupnya, hingga sabar menghadapi perubahan sikap mereka adalah bagian dari ibadah.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang memandang remeh pekerjaan domestik. Padahal dalam pandangan Islam, aktivitas merawat memiliki nilai spiritual yang sangat besar. Menyuapi ibu yang sakit, membantu ayah berjalan, atau mendengarkan keluh kesah mereka dapat menjadi jalan turunnya rahmat Allah.

Belajar dari Kisah Uwais Al-Qarni

Sosok Uwais Al-Qarni tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Uwais bukan sahabat yang hidup dekat dengan Nabi Muhammad saw. Ia juga bukan tokoh terkenal yang memiliki kedudukan tinggi. Namun, namanya begitu harum dalam sejarah Islam.

Uwais hidup di Yaman bersama ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan. Ia memiliki kerinduan yang sangat besar untuk bertemu Rasulullah saw. Kerinduan itu terus tumbuh dalam hatinya. Akan tetapi, keadaan ibunya membuat Uwais tidak bisa meninggalkannya terlalu lama.

Suatu hari, Uwais akhirnya mendapat izin pergi ke Madinah untuk menemui Nabi saw. Namun ketika sampai di sana,  ternyata Rasulullah sedang berada di medan peperangan. Ia sempat ingin menunggu kedatangan Nabi. Namun, Uwais teringat pesan ibunya untuk segera pulang kembali. Akhirnya, dengan berat hati Uwais berpamitan kepada Siti Aisyah ra. dan hanya menitip salam kepada Nabi Muhammad saw.

Kisah ini tampak sederhana, tetapi justru di situlah letak kemuliaannya. Uwais lebih memilih merawat ibunya daripada memenuhi keinginannya sendiri untuk bertemu manusia paling mulia di muka bumi. Padahal, bertemu Rasulullah merupakan impian terbesar Uwais.

Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Rasulullah saw. menceritakan kemuliaan Uwais di hadapan para sahabat. Bahkan, Nabi meminta Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib untuk meminta doa kepada Uwais apabila bertemu dengannya. Beliau menjelaskan bahwa Uwais adalah penghuni langit, bukan orang bumi.

Keikhlasan, ketaatan, dan kesabaran Uwais dalam merawat ibunya menjadikan ia sebagai sosok yang terkenal di kalangan penghuni langit. Bahkan, masyarakat Yaman sempat digemparkan saat Uwais meninggal. Seketika, banyak orang yang berbondong-bondong untuk mengurus jenazah dan pemakamannya. Padahal, sebelumnya ia adalah sosok yang sering dihiraukan keberadaannya.

Merawat Orang Tua di Tengah Kehidupan Modern

Hari ini, tantangan merawat orang tua mungkin berbeda dengan masa lalu. Banyak anak tinggal jauh dari keluarga karena pekerjaan atau pendidikan. Kesibukan membuat komunikasi dengan orang tua semakin jarang. Tidak sedikit pula orang tua yang menjalani hari-harinya dalam kesepian.

Karena itu, berbakti kepada orang tua tidak selalu harus dalam bentuk besar. Menelepon ibu setiap hari, meluangkan waktu berbincang dengan ayah, membantu kebutuhan rumah tangga, hingga mendengarkan cerita yang berulang kali mereka sampaikan merupakan bagian dari birrul walidain. Orang tua tidak membutuhkan hadiah yang mahal. Mereka hanya ingin merasakan kehadiran anak-anaknya. Dan itu jauh lebih mahal dari sekadar hadiah.

Maka selama ayah dan ibu masih hidup, kesempatan berbakti itu masih terbuka. Sebab kelak, ketika mereka telah tiada, yang tersisa sering kali hanyalah penyesalan karena merasa belum cukup untuk membahagiakan mereka

Merawat orang tua memang tidak selalu mudah. Namun, dari situlah lahir kemuliaan yang besar di sisi Allah Swt, bahkan setara dengan pahala haji dan umrah yang mungkin belum bisa kita laksanakan. []

Tags: Birrul WalidainhajiMerawat Orang TuaRelasiUmrohUwais Al Qarni
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Ruang Digital Masih Jadi Tantangan bagi Penyandang Disabilitas

Next Post

Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

Muhammad Nasruddin

Muhammad Nasruddin

Alumni Akademi Mubadalah Muda '23. Penikmat kajian sosial dan religi meski tanpa secangkir kopi. Ig: @muhnasruddin_

Related Posts

Seni Memahami Kekasih
Film

Seni Memahami Kekasih: Antara Agus, Kalis, dan Kisah Cinta Ugal-ugalan yang Memberikan Banyak Pelajaran

3 Juli 2026
Anak Autisme
Disabilitas

Menjaga Emosi Tetap Stabil dari Pola Makan bagi Anak Autisme dan Down Syndrome

3 Juli 2026
Anak Disabilitas
Disabilitas

Stabilitas Keluarga, Kunci Utama Menjaga Hak Anak Disabilitas

2 Juli 2026
Masa Depan Anak
Keluarga

Momen Lulus Sekolah: Siapa yang Berhak Menentukan Masa Depan Anak?

2 Juli 2026
Memaknai Mahar
Keluarga

Memaknai Mahar sebagai Penghormatan, Bukan Pembelian

2 Juli 2026
Quiet Quitting
Keluarga

Quiet Quitting dalam Pernikahan: Ketika Pasangan Masih Serumah, tetapi Berhenti Saling Mengusahakan

1 Juli 2026
Next Post
Fatima Mernissi

Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Fenomena Pemain Diaspora Piala Dunia 2026 dalam Lensa Mubadalah
  • Bagaimana Mengetahui Layanan Aborsi Aman atau Tidak? Ini 9 Tandanya
  • Implementasi Nilai Kesemestaan KUPI dalam Pengelolaan Sampah Pondok Pesantren
  • 3 Jenis Obat yang Aman Digunakan untuk Aborsi
  • Seni Memahami Kekasih: Antara Agus, Kalis, dan Kisah Cinta Ugal-ugalan yang Memberikan Banyak Pelajaran

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0