Mubadalah.id – Musim haji kembali tiba. Jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia berbondong-bondong menuju Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Di tengah lautan manusia yang berpakaian ihram, tentu tersimpan kerinduan besar untuk menjadi tamu Allah dan meraih haji yang mabrur.
Bagi sebagian besar umat Islam, haji memang menjadi simbol puncak penghambaan. Tidak sedikit yang menabung bertahun-tahun demi bisa berangkat ke Makkah. Namun di balik kemuliaan ibadah haji, Islam juga mengajarkan bahwa ada amal-amal lain yang memiliki nilai besar di sisi Allah Swt, salah satunya adalah merawat orang tua.
Merawat orang tua seringkali dipandang sebagai kewajiban biasa dalam kehidupan keluarga. Padahal dalam Islam, bakti kepada ayah dan ibu merupakan jalan besar menuju rida Allah Swt. Bahkan dalam beberapa riwayat hadis, merawat orang tua memiliki keutamaan yang nilainya dapat menyamai pahala ibadah besar seperti jihad dan haji sunnah.
Sejak awal, Islam telah menempatkan orang tua pada posisi yang sangat mulia. Setelah perintah menyembah Allah Swt, Al-Qur’an langsung memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. Dalam Q.S Al-Isra ayat 23, Allah berfirman agar manusia tidak berkata kasar kepada orang tua, meski sekadar ucapan “ah” yang bisa menyakiti perasaan mereka.
Ayat tersebut menunjukkan bahwa Islam bukan hanya agama ritual, melainkan agama kasih sayang. Dalam hal ini, kesalehan tidak menakar pada khusyuknya doa atau banyaknya ibadah pribadi. Kesalehan juga terlihat dari bagaimana seseorang memperlakukan ayah dan ibunya.
Merawat Orang Tua sebagai Jalan Kemuliaan
Sahabat Anas ra. seperti diriwayatkan oleh Abu Ya’la Al-Maushuli pernah bercerita tentang seorang sahabat yang ingin berjihad tetapi ia tidak mampu. Sahabat itu lalu menyampaikan hal tersebut kepada Rasulullah saw. dan kemudian Beliau bersabda:
“Apakah salah satu dari kedua orang tuamu masih ada? Laki-laki itu menjawab: Ibuku. Rasulullah bersabda: Perbaikilah hubunganmu dengan Allah Swt. dengan berbakti kepada ibumu. Ketika kamu telah melakukannya maka kamu adalah orang yang berhaji, umrah dan jihad. Ketika ibumu ridla kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan berbaktilah kepada ibumu.”
Hadis ini sering dipahami para ulama sebagai penegasan bahwa merawat orang tua merupakan amal yang sangat agung. Bahkan dalam kondisi tertentu, berbakti kepada orang tua lebih utama daripada ibadah sunah lainnya.
Tentu hal tersebut tidak serta merta menggugurkan kewajiban haji sebagai rukun Islam kelima, terutama bagi umat Muslim yang mampu. Akan tetapi, Islam mengajarkan bahwa kesalehan sosial memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Merawat orang tua yang sakit, membersamai mereka di usia senja, memenuhi kebutuhan hidupnya, hingga sabar menghadapi perubahan sikap mereka adalah bagian dari ibadah.
Sayangnya, masih banyak masyarakat yang memandang remeh pekerjaan domestik. Padahal dalam pandangan Islam, aktivitas merawat memiliki nilai spiritual yang sangat besar. Menyuapi ibu yang sakit, membantu ayah berjalan, atau mendengarkan keluh kesah mereka dapat menjadi jalan turunnya rahmat Allah.
Belajar dari Kisah Uwais Al-Qarni
Sosok Uwais Al-Qarni tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Uwais bukan sahabat yang hidup dekat dengan Nabi Muhammad saw. Ia juga bukan tokoh terkenal yang memiliki kedudukan tinggi. Namun, namanya begitu harum dalam sejarah Islam.
Uwais hidup di Yaman bersama ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan. Ia memiliki kerinduan yang sangat besar untuk bertemu Rasulullah saw. Kerinduan itu terus tumbuh dalam hatinya. Akan tetapi, keadaan ibunya membuat Uwais tidak bisa meninggalkannya terlalu lama.
Suatu hari, Uwais akhirnya mendapat izin pergi ke Madinah untuk menemui Nabi saw. Namun ketika sampai di sana, ternyata Rasulullah sedang berada di medan peperangan. Ia sempat ingin menunggu kedatangan Nabi. Namun, Uwais teringat pesan ibunya untuk segera pulang kembali. Akhirnya, dengan berat hati Uwais berpamitan kepada Siti Aisyah ra. dan hanya menitip salam kepada Nabi Muhammad saw.
Kisah ini tampak sederhana, tetapi justru di situlah letak kemuliaannya. Uwais lebih memilih merawat ibunya daripada memenuhi keinginannya sendiri untuk bertemu manusia paling mulia di muka bumi. Padahal, bertemu Rasulullah merupakan impian terbesar Uwais.
Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Rasulullah saw. menceritakan kemuliaan Uwais di hadapan para sahabat. Bahkan, Nabi meminta Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib untuk meminta doa kepada Uwais apabila bertemu dengannya. Beliau menjelaskan bahwa Uwais adalah penghuni langit, bukan orang bumi.
Keikhlasan, ketaatan, dan kesabaran Uwais dalam merawat ibunya menjadikan ia sebagai sosok yang terkenal di kalangan penghuni langit. Bahkan, masyarakat Yaman sempat digemparkan saat Uwais meninggal. Seketika, banyak orang yang berbondong-bondong untuk mengurus jenazah dan pemakamannya. Padahal, sebelumnya ia adalah sosok yang sering dihiraukan keberadaannya.
Merawat Orang Tua di Tengah Kehidupan Modern
Hari ini, tantangan merawat orang tua mungkin berbeda dengan masa lalu. Banyak anak tinggal jauh dari keluarga karena pekerjaan atau pendidikan. Kesibukan membuat komunikasi dengan orang tua semakin jarang. Tidak sedikit pula orang tua yang menjalani hari-harinya dalam kesepian.
Karena itu, berbakti kepada orang tua tidak selalu harus dalam bentuk besar. Menelepon ibu setiap hari, meluangkan waktu berbincang dengan ayah, membantu kebutuhan rumah tangga, hingga mendengarkan cerita yang berulang kali mereka sampaikan merupakan bagian dari birrul walidain. Orang tua tidak membutuhkan hadiah yang mahal. Mereka hanya ingin merasakan kehadiran anak-anaknya. Dan itu jauh lebih mahal dari sekadar hadiah.
Maka selama ayah dan ibu masih hidup, kesempatan berbakti itu masih terbuka. Sebab kelak, ketika mereka telah tiada, yang tersisa sering kali hanyalah penyesalan karena merasa belum cukup untuk membahagiakan mereka
Merawat orang tua memang tidak selalu mudah. Namun, dari situlah lahir kemuliaan yang besar di sisi Allah Swt, bahkan setara dengan pahala haji dan umrah yang mungkin belum bisa kita laksanakan. []







































