Mubadalah.id – Bila aborsi dilakukan saat usia kandungan kurang dari 3 bulan (12 minggu) sejak hari pertama haid terakhir, risikonya mungkin hanya infeksi ringan.
Infeksi parah terjadi bila infeksi sudah menyebar ke aliran darah (sepsis). Bila aborsi dilakukan setelah kandungan berusia 3 atau 4 bulan, risiko infeksi parah menjadi lebih besar.
Infeksi juga dapat terjadi bila aborsi menyebabkan luka pada rahim. Sepsis sangat berbahaya dan dapat menyebabkan syok.
Mengapa terjadi infeksi? Karena:
Pertama, ada tangan atau benda kotor yang masuk atau menyentuh rahim. Kedua, masih ada sisa-sisa kandungan yang tertinggal di dalam rahim sehingga mengganggu proses pemulihan.
Ketiga, pasien sudah mengalami infeksi sebelum menjalani aborsi. Dalam proses aborsi yang aman, bila dokter menemukan infeksi pada pemeriksaan pendahuluan, pasien tidak akan diizinkan menjalani aborsi sebelum infeksi tersebut diatasi. Keempat, ada lubang pada dinding rahim.
Gejala infeksi ringan: pertama, demam ringan. Kedua, rasa nyeri ringan pada bagian bawah perut.
Perawatan infeksi ringan:
Infeksi ringan tidak boleh Anda sepelekan dan harus segera tertangani agar tidak berkembang menjadi infeksi parah. Di bawah ini kami berikan daftar obat yang dapat Anda gunakan. Bila Anda mengalami infeksi ringan setelah aborsi,
Anda memerlukan lebih dari satu jenis obat karena infeksi tersebut dapat akibat beberapa jenis kuman yang berbeda. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 330.






































