Mubadalah.id – Sesudah persalinan, sebaiknya Anda segera menyusui bayi dalam satu jam pertama setelah ia lahir. Hal ini dapat membantu menghentikan pendarahan rahim dan membantu rahim kembali normal.
Sentuhan antara tubuh Anda dengan tubuh bayi ketika menyusui, serta gerakan bayi saat mengisap ASI, akan membantu ASI mengalir lebih lancar dan terus diproduksi oleh tubuh Anda.
Bayi yang baru lahir memerlukan susu pertama yang berwarna kuning (kolostrum), yang keluar dari payudara pada masa dua atau tiga hari pertama sesudah persalinan. Susu ini mengandung semua gizi yang diperlukan bayi, sekaligus melindunginya dari penyakit.
Selain itu, dengan meminum air susu tersebut, saluran pencernaan bayi akan menjadi bersih. Karena itu, bayi tidak perlu diberi jamu-jamuan atau rebusan tanaman obat untuk “cuci perut”.
ASI untuk Semua Bayi
Berikan ASI dari kedua belah payudara, tetapi biarkan bayi selesai menyusu dari satu payudara terlebih dahulu sebelum Anda menawarkan payudara yang kedua.
Air susu yang lebih putih warnanya—yang keluar setelah bayi menyusu beberapa menit—lebih kaya lemak dibandingkan ASI yang keluar sebelumnya. Bayi membutuhkan lemak tersebut.
Karena itu, biarkan ia menyusu sampai selesai dari satu payudara sebelum berpindah ke payudara lainnya.
Biasanya bayi akan melepas payudara ketika ia sudah kenyang atau ingin berpindah ke payudara yang lain. Kedua payudara sama-sama menghasilkan ASI dan sebaiknya bayi menyusu dari keduanya.
Karena itu, bila bayi hanya minum dari satu payudara tanpa berpindah ke yang lain. Pada waktu menyusu berikutnya berikan payudara yang satunya terlebih dahulu.
Siang maupun malam, bila bayi lapar ia harus menyusui. Banyak bayi yang baru lahir akan menyusu setiap 1 sampai 3 jam sekali selama beberapa bulan pertama. Biarkan ia menyusu kapan pun dan selama apa pun ia mau. Jangan takut kehabisan ASI. Semakin banyak bayi meminum ASI, semakin banyak pula ASI yang ibu produksi.
Bila bayi sudah menyusu ASI, Anda tidak perlu memberinya bubur, susu buatan pabrik, susu segar dari hewan, air gula, ataupun minuman lainnya. Bahkan bila iklim tempat tinggal Anda sangat panas sekalipun.
Khususnya pada usia 4 sampai 6 bulan pertama, bayi yang menerima makanan atau minuman selain ASI dapat lebih rentan mengalami gangguan kesehatan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 139-140.












































