Mubadalah.id – Ketika bayi sakit, orang tua sering merasa khawatir dan bingung harus melakukan apa. Padahal, dalam kondisi sakit sekalipun, bayi tetap membutuhkan ASI agar proses pemulihannya lebih cepat. Karena itu, jangan berhenti menyusui bayi Anda saat ia sedang sakit.
Jika bayi mengalami diare atau mencret, kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena dapat menyebabkan kehilangan banyak cairan tubuh. Diare bahkan bisa mengancam nyawa bayi apabila menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan dalam waktu singkat. Dalam banyak kasus, bayi tidak selalu memerlukan obat tertentu, tetapi membutuhkan perawatan yang tepat dan cukup cairan.
Saat bayi terkena diare, ibu perlu lebih sering memberikan ASI. Selain itu, berikan juga minuman rehidrasi untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat diare.
Apabila bayi terlihat lemah, berikan ASI lebih sering lagi. Jika ia terlalu lemah untuk menyusu langsung, ibu bisa memberikan ASI menggunakan sendok. Segera bawa bayi ke tenaga kesehatan terdekat agar mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Bila bayi mengalami muntah, tetap susui ia, tetapi dalam jumlah sedikit dan lebih sering. Setiap lima hingga sepuluh menit, berikan minuman rehidrasi sedikit demi sedikit. Muntah yang terus-menerus juga dapat membahayakan bayi karena menyebabkan banyak cairan tubuh terbuang. Karena itu, bayi perlu segera diperiksakan ke tenaga kesehatan.
Meski bayi harus dirawat di rumah sakit, jangan berhenti memberikan ASI. Jika ibu tidak dapat menemani bayi di rumah sakit, ASI dapat ia perah lalu memberikannya kepada bayi dengan bantuan sendok teh oleh orang lain. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 152. []











































