Oral thrush dapat berpindah ke payudara sehingga menimbulkan nyeri, rasa agak gatal, atau seperti ditusuk-tusuk. Pada sudut mulut bayi dapat terlihat bercak putih atau kemerahan, dan gejala serupa juga bisa muncul pada puting payudara.
Cara perawatan:
Campurkan gentian violet dengan air bersih hingga mencapai kadar 0,25%. Oleskan pada puting payudara serta bagian mulut bayi yang mengalami sariawan.
Lakukan satu kali sehari selama 5 hari berturut-turut, atau lanjutkan hingga 3 hari setelah Anda dan bayi dokter nyatakan sembuh. Untuk mengoleskan obat ini, gunakan jari yang bersih atau kain yang bersih.
Jika tidak ada perbaikan, Anda dapat merujuk ke bagian “Daftar Obat” untuk melihat apakah ada alternatif pengobatan lain yang bisa Anda gunakan.
Yang penting, tetap lanjutkan menyusui. Obat yang dokter anjurkan ini tidak akan membahayakan Anda, bayi, maupun kualitas ASI.
Bayi yang masih kecil
Jika bayi Anda masih sangat kecil dan belum mampu menyusu dengan kuat atau belum bisa minum langsung, Anda perlu memerah ASI dengan tangan dan memberikannya menggunakan sendok kecil.
Lakukan hal ini sejak awal kelahiran, dan lanjutkan sampai bayi mampu menyusu langsung. Dengan cara ini, produksi ASI tetap terjaga bahkan dapat meningkat.
Jika berat badan bayi kurang dari 12 kilogram, kemungkinan ia membutuhkan perawatan khusus. Termasuk penggunaan selang yang dimasukkan melalui hidung hingga ke lambung. ASI tetap dapat diberikan melalui selang tersebut. Sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan atau pekerja sosial terdekat.
Bayi prematur (lahir terlalu dini)
Bayi yang lahir prematur membutuhkan kehangatan ekstra. Gendong bayi Anda dalam posisi telanjang (tanpa pakaian, kecuali popok dan penutup kepala), dengan posisi tegak, menempel langsung ke dada Anda di antara kedua payudara.
Metode ini kita kenal sebagai kontak kulit ke kulit (skin-to-skin). Kulit bayi harus bersentuhan langsung dengan kulit ibu untuk membantu menjaga suhu tubuh, memperkuat ikatan, dan mendukung proses menyusu. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 151. []











































