Cirebon, 10 Januari 2007 “Kapan kamu akan mengerti Sarah. Ayahmu sudah tiada, jangan kau bebani Ibumu untuk memenuhi semua keinginanmu."...
Read moreDetailsMubadalah.id - Aku melihatnya lagi di tempat yang sama, seorang perempuan seusia adikku, lebih mudah tiga tahun dariku. Dia duduk...
Read moreDetailsMubadalah.id - Ada sebuah lorong yang sunyi setiap kali moment 16 HAKTP itu hadir, yang selalu diperingati di akhir November...
Read moreDetailsSemenjak kepergian ayahnya, ada beberapa hal yang harus terbiasa dilakukan oleh Abdul yaitu mengurus masjid. Sebagai anak dari ketua yayasan...
Read moreDetailsSetiap perempuan membutuhkan ruang dan waktu sendiri, bagaimana menciptakan karya. Baik yang tertulis, maupun yang tidak. Penulis antologi cerpen ini,...
Read moreDetailsRasulullah telah wafat, tetapi kenangan tentangnya tak pernah pergi. Tak ada yang sanggup menceritakan dengan kata-kata betapa para sahabat dan...
Read moreDetailsSejak kecil, tentunya masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan legenda-legenda yang diceritakan turun-temurun dan terikat dengan suatu daerah atau...
Read moreDetailsTak pernah sekali pun Nina kularang pergi bersama ketiga teman dekatnya semasa sekolah dulu. Perempuan tak beda dengan lelaki. Sesekali...
Read moreDetailsMubadalah.id - Apakah wajar suami menuntut istri cantik? Simak cerpen tentang Nina ini. Nina bukanlah gadis tercantik yang pernah kutemui,...
Read moreDetailsKisah perjalanan ini membuat saya yakin pada makna bait syair Imam Syāfi’ī dalam Dīwannya (kitab yang berisi biografi orang nomor...
Read moreDetails Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0
Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0