Rabu, 24 Juni 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

    Aliansi Perempuan Indonesia

    Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga

    In This Economy

    In This Economy, Perempuan dengan Satu Penghasilan Adalah Kemewahan

    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

    Mubes Warga NU

    Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil

    Muharram

    Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Relasi Posesif

    Mengapa Kita Harus Berhenti Mengagungkan Relasi Posesif Berkedok Tanda Sayang?

    Sampah di Laci Kelas

    Sampah di Laci Kelas dan Pelajaran yang Kita Tinggalkan

    Tubuh Ibu

    Berguru pada Tubuh Ibu

    Popok Bayi

    Popok Bayi, Sampah, dan Beban Ibu

    Fikih Disabilitas

    Buku Fikih Disabilitas Resmi Diluncurkan di Munas Konbes NU 2026

    Pesantren

    Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Ikhtiar Membangun Ruang Aman di Pesantren

    Hukum

    Eksploitasi Ekonomi, Kesalingan Hukum, dan Ilusi Norma Kewajiban Suami

    Korban Kekerasan di Bandung

    Korban Kekerasan di Bandung; Islam Menolak Relasi yang Menindas

    Belajar Mubadalah

    Ayah Saya Tak Belajar Mubadalah, Tapi Ia Seorang Qawwam Sejati

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Vasektomi

    Vasektomi: Sterilisasi untuk Laki-Laki

    Sterilisasi

    Cara Kerja Sterilisasi dalam Mencegah Kehamilan secara Permanen

    Masa Subur

    Cara Menentukan Masa Subur dengan Metode Irama dan Pengecekan Lendir

    KB ALami

    Mengenal Metode KB Alami: Cara Memahami Masa Subur untuk Mencegah Kehamilan

    Menyusui

    Menyusui sebagai Metode Pencegahan Kehamilan

    KB Spiral

    Cara Menggunakan KB Spiral

    KB Spiral

    KB Spiral Progestin: Manfaat, Efek Samping, dan Kondisi yang Perlu Diwaspadai

    KB

    Mengenal KB Spiral (IUD), Alat Kontrasepsi yang Bisa Mencegah Kehamilan hingga 10 Tahun

    Suntik KB

    Mengenal Suntik KB Kombinasi, Kontrasepsi Hormonal yang Membantu Menjaga Siklus Haid Tetap Teratur

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

    Aliansi Perempuan Indonesia

    Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga

    In This Economy

    In This Economy, Perempuan dengan Satu Penghasilan Adalah Kemewahan

    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

    Mubes Warga NU

    Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil

    Muharram

    Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Relasi Posesif

    Mengapa Kita Harus Berhenti Mengagungkan Relasi Posesif Berkedok Tanda Sayang?

    Sampah di Laci Kelas

    Sampah di Laci Kelas dan Pelajaran yang Kita Tinggalkan

    Tubuh Ibu

    Berguru pada Tubuh Ibu

    Popok Bayi

    Popok Bayi, Sampah, dan Beban Ibu

    Fikih Disabilitas

    Buku Fikih Disabilitas Resmi Diluncurkan di Munas Konbes NU 2026

    Pesantren

    Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Ikhtiar Membangun Ruang Aman di Pesantren

    Hukum

    Eksploitasi Ekonomi, Kesalingan Hukum, dan Ilusi Norma Kewajiban Suami

    Korban Kekerasan di Bandung

    Korban Kekerasan di Bandung; Islam Menolak Relasi yang Menindas

    Belajar Mubadalah

    Ayah Saya Tak Belajar Mubadalah, Tapi Ia Seorang Qawwam Sejati

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Vasektomi

    Vasektomi: Sterilisasi untuk Laki-Laki

    Sterilisasi

    Cara Kerja Sterilisasi dalam Mencegah Kehamilan secara Permanen

    Masa Subur

    Cara Menentukan Masa Subur dengan Metode Irama dan Pengecekan Lendir

    KB ALami

    Mengenal Metode KB Alami: Cara Memahami Masa Subur untuk Mencegah Kehamilan

    Menyusui

    Menyusui sebagai Metode Pencegahan Kehamilan

    KB Spiral

    Cara Menggunakan KB Spiral

    KB Spiral

    KB Spiral Progestin: Manfaat, Efek Samping, dan Kondisi yang Perlu Diwaspadai

    KB

    Mengenal KB Spiral (IUD), Alat Kontrasepsi yang Bisa Mencegah Kehamilan hingga 10 Tahun

    Suntik KB

    Mengenal Suntik KB Kombinasi, Kontrasepsi Hormonal yang Membantu Menjaga Siklus Haid Tetap Teratur

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Hikmah

Gus Ulil Ngaji Ihya’ Ulumuddin: Membaca Hikayat Orang-orang Dermawan

Pada tulisan kali ini akan saya paparkan bagaimana cerita atau hikayat orang-orang dermawan pada zaman dahulu.

Salman Akif Faylasuf by Salman Akif Faylasuf
20 Desember 2024
in Hikmah
A A
0
Orang-orang Dermawan

Orang-orang Dermawan

24
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Sudah mafhum bahwa literasi ulama-ulama Islam pada zaman dahulu sangat luar biasa. Literasi dalam hal ini, perhatian mereka untuk menuliskan sesuatu yang terjadi pada zaman itu hampir semuanya tertulis.

Tidak hanya menulis pada hal-hal yang berkaitan dengan kitab suci, hadits, fikih dan tafsir. Melainkan menulis pada segala aspek kejadian-kejadian zaman itu. Seperti menulis kisah-kisah orang yang kikir atau pelit. Salah satunya yang cukup terkenal adalah kitab yang Al-Jahiz tulis, yaitu “Kitab al-Bukhala” (Kitab tentang Orang Kikir).

Termasuk juga kitab mengenai hewan yaitu “Kitab al-Hayawan”, yang tertulis berabad-abad sebelum Charles Darwin menerbitkan “On the Origin of Species”. Di mana dalam kitab ini memuat lebih dari satu referensi menarik tentang pandangan Al-Jahiz tentang teori evolusi dan seleksi alam.

Bahkan, jauh sebelum Darwin mengajukan teorinya sendiri, rupanya Al-Jahiz telah memperhatikan bagaimana lingkungan bertanggung jawab atas adanya perbedaan pada warna kulit manusia.

Al-Jahiz menulis sejumlah besar buku dan risalah dalam bidang teologi, sosiologi, sastra, matematika dan karya-karya lainnya. Al-Mas’udi mengatakan, bahwa buku-buku Al-Jahiz adalah karya agung. Sebab ia menyusunnya dengan sangat baik, kokoh, indah, dan didukung oleh ekspresinya yang sangat fasih.

Tak hanya itu, ulama-ulama dulu juga sering menulis kisah-kisah orang non-Arab. Misalnya bagaimana akhlak dan perilakunya. Demikian juga tertulis kitab-kitab budak yang ahli menyanyi.

Secara tidak langsung, ini membuktikan bahwa kekayaan literasi Islam atau prosa zaman dahulu sangat melimpah-menyeruak. Nah, pada tulisan kali ini akan saya paparkan bagaimana cerita atau hikayat orang-orang dermawan pada zaman dahulu.

Hikayat orang-orang yang dermawan

Alkisah dari Waqid bin Muhammad, ia berkata, telah menceritakan ayahku, Muhammad Al-Waqidi, sesungguhnya ayahku pernah mengirimkan kertas (surat) kepada khalifah Al-Ma’mun yang bertuliskan akan banyaknya hutang dan tidak mampu melunasinya.

Kemudian di balik kertasnya khalifah Al-Ma’mun menuliskan, “Sesungguhnya engkau wahai Muhammad Al-Waqidi adalah seorang laki-laki baik dan mempunyai dua sifat yaitu sifat kedermawanan dan malu. Dan sifat kedermawanan membuat cepat habis harta kamu, sementara sifat malu membuat kamu malu meminta kepadaku. Dan karena sifat malu ini juga kamu tidak jadi untuk menyampaikan kebutuhan-kebutuhannya.”

Sekarang, lanjut Al-Ma’mun, “Aku kasih kamu 100.000 dirham. Jika diagnosisku tepat bahwa kamu adalah orang yang dermawan, pasti kamu akan memberikan dan membagikan uang ini kepada orang-orang. Dan jika aku salah sangka kepadamu, maka dosa-dosanya kamu yang tanggung.”

Tak berhenti sini, kata Al-Ma’mun, “Bukankah kamu (Al-Waqidi) dulu pernah menceritakan hadis dari Nabi Muhammad Saw. yang diriwayatkan Muhammad bin Ishaq dari Imam Az-Zuhri dari Anas bin Malik Ra, Nabi pernah berkata kepada Zubair bin Awwan,

“Wahai Zubair! Ketauhilah bahwa kunci-kunci rezeki hamba Allah Swt. sudah ada disamping arsy-Nya. Seorang hamba diberikan rezeki sesuai dengan kebutuhannya. Dan barang siapa yang sedekahnya banyak, maka Allah juga akan memberikan rezekinya sesuai dengan kebutuhannya. Dan siapa yang menyedikitkan akan sedekahnya, maka Allah akan memberikan rezeki yang sedikit.”

“Engkau wahai Waqid bin Muhammad lebih tahu akan hadits ini,” kata Al-Ma’mun. kemudian Al-Waqidi berkata, “Demi Allah! Sungguh mengingatkannya Al-Ma’mun kepada hadis yang diriwayatkan ayahku lebih aku sukai daripada hadiah mendapatkan upah 100.000 dinar.”

Menilik Hikmah Sifat Dermawan

Hikmahnya, kata Gus Ulil, bahwa nilai sebuah hadits yang dikisahkan ayahnya jauh lebih berharga daripada uang 100.000 dirham. Beginilah potret orang-orang yang mengerti akan harga sebuah ilmu. Namun, orang yang tidak mengerti akan harga ilmu, maka ia akan memilih uang 100.000 dirham.

Anda tahu! Khalifah Al-Ma’mun adalah khalifah besar (ke-7) pada zaman kerajaan Abbasiyah yang memerintah pada tahun 813-833 M. Ia adalah khalifah yang bertanggung jawab untuk menerjemahkan teks-teks Yunani (Filsafat Yunani) ke dalam bahasa Arab (Filsafat Islam).

Selain mencintai ilmu pengetahuan, Al-Ma’mun termasuk orang yang sangat dermawan. Tak heran jika para penyair-penyair berlomba-lomba untuk dekat padanya agar mendapatkan kucuran dinar dan dirham.

Suatu waktu seorang laki-laki bertanya kepada Hasan bin Ali Ra. Lalu Hasan berkata, “Wahai orang ini! Kamu minta-minta kepadaku dan permintaan kamu saya hargai. Aku tahu kamu butuh sesuatu dariku dan aku sangat terbebani serta merasa wajib untuk selalu memberikannya, sementara aku tidak mampu memenuhinya. Tetapi, jika kamu mau mengangkat bebanku dari kewajibanku untuk memberi kepada kamu, maka aku akan melakukannya karena aku merasa berhutang.”

Kemudian sang lelaki itu menjawab, “Ya Allah! Aku merasa menyesal dengan terbebaninya engkau wahai cucunya Rasulullah. Berapapun yang engkau berikan aku akan menerima dan mensyukuri demi terlepasnya bebanmu.”

Akhirnya Sayyidina Hasan memberikan dinar-dinar yang berjumlah 500 dan dirham-dirham yang berjumlah 50.000 kepada laki-laki itu. Dia mengatakan, “Suruh datang ke sini orang-orang yang akan memikul dinar dan dirham ini.” Sang laki-laki kemudian mendatangkan tukang pikul.

Setelah Sayidina Hasan memberikan dinar dan dirham, kemudian pembantu-pembantunya berkata, “Wahai Sayyidina Hasan, Demi Allah, tidak ada sama sekali dinar dan dirham. Lalu bagaimana nanti urusan belanja dapur-dapur? Kenapa diberikan semuanya.” Sayyidina Hasan menjawab, “Tidak apa-apa, uang bisa kita cari. Tetapi, aku berharap kepada Allah upah yang besar (pahala).”

Kisah orang-orang dermawan yang patut diteladani

Suatu hari para ahli Qur’an Bashrah (Qurra’ al-Bashrah) berkumpul/datang kepada Sayyidina Ibnu Abbas (Gubernur Kota Bashrah). Ahli Qur’an itu melapor kepada Ibnu Abbas, “Kami mempunyai tetangga yang selalu puasa dan tahajud, kami ingin seperti dia. Mereka juga mempunyai anak-anak perempuan yang dinikahkan kepada sepupunya. Namun ia tidak mempunyai uang untuk biaya nikahnya.”

Mendengar hal itu Ibnu Abbas berdiri dan menggandeng tangannya para ahli Qur’an Bashrah untuk ia ajak masuk rumah. Beliau membukakan enam kantong uang dan berkata. “Bawalah uang enam kantong ini kepada mereka tetangga-tetangga.” Mereka pun kemudian memikulnya.

Kemudian Ibnu Abbas berkata lagi, “Tetapi kalau kamu membawa uang ini kepada tetangga itu nanti ibadahnya tidak khusyuk. Nah, supaya mereka tetangga tidak terganggu ibadahnya, lebih baik kita saja yang menyiapkan acara pernikahan anaknya.”

Kamu tahu, lanjut Ibnu Abbas, “Jangan pernah menyibukkan dunia kepada orang ahli ibadah. Sebab, nilainya harta tidak seberapa dibandingkan dengan nilai beribadah, makanya jangan kasih uangnya. Dan dengan membantu mereka para tetangga, kalian jangan pernah sombong, karena pemberian itu dari Allah semuanya.”

Waktu berjalan, para ahli Qur’an Bashrah akhirnya turun lapangan untuk menyiapkan acara resepsi pernikahan anaknya tetangga yang ahli ibadah. Inilah contoh orang-orang dermawan yang patut kita teladani. Wallahu a’lam bisshawab. []

Tags: Gus Ulil Abshar AbdallaHikayatHikmahNgaji Ihya' UlumuddinOrang-orang Dermawan
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Abu Syuqqah Menetapkan Semua Pengalaman Sahabat Perempuan sebagai Hadis Praktikal

Next Post

Validasi Teks-teks Hadis dalam Isu Perempuan

Salman Akif Faylasuf

Salman Akif Faylasuf

Salman Akif Faylasuf. Alumni PP Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Sekarang Nyantri di PP Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Related Posts

Dawuh Nyai Noor Chodijah
Personal

Membaca Dawuh Mbah Nyai Noor Chodijah tentang Laku Batin Perempuan

19 Juni 2026
Suara Disabilitas
Disabilitas

Dari Dialog Ibrahim-Ismail ke Meja Kebijakan: Refleksi Keterlibatan Suara Disabilitas

3 Juni 2026
Berkurban
Hikmah

Berkurban Tidak Harus dengan Hewan

26 Mei 2026
Akhir Ramadan
Hikmah

Menutup Akhir Ramadan dengan Cara Terbaik

18 Maret 2026
Aisyah dan Hafshah
Hikmah

Dua Perempuan Teladan: Sayyidah Aisyah dan Hafshah

15 Maret 2026
Teologi Sunni
Buku

Rekontekstualisasi Teologi Sunni: Bagaimana Cara Kita Memandang Penderitaan?

9 Februari 2026
Next Post
Validasi Hadis Perempuan

Validasi Teks-teks Hadis dalam Isu Perempuan

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Vasektomi: Sterilisasi untuk Laki-Laki
  • Mengapa Kita Harus Berhenti Mengagungkan Relasi Posesif Berkedok Tanda Sayang?
  • Cara Kerja Sterilisasi dalam Mencegah Kehamilan secara Permanen
  • Sampah di Laci Kelas dan Pelajaran yang Kita Tinggalkan
  • Mengenal Metode KB Tradisional: Mana yang Efektif dan Mana yang Berbahaya?

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0