Perempuan lansia lebih rentan terhadap problem di atas ketimbang laki-laki tua.
Mubadalah.id – Kini usia manusia makin panjang dibanding dahulu. Kondisi hidup yang semakin bersih, gizi dan vaksinasi yang semakin baik, berhasil menangkal penyakit yang sebelumnya mengancam nyawa manusia.
Sementara dunia kedokteran dan farmasi (ilmu obat-obatan) pun kian canggih dan mampu menyembuhkan banyak penyakit yang dahulu tidak tertanggulangi.
Tetapi, umur yang makin panjang juga membawa kesulitan tersendiri.
Pertama, orang yang menjelang usia senja lebih rentan terhadap problem kesehatan ketimbang yang masih muda. Kebanyakan masalah di usia senja bukanlah dampak usia itu sendiri, artinya, problem serupa bisa mengganggu siapa saja, tua atau muda.
Namun seiring dengan bertambahnya umur, tubuh manusia mengalami perubahan, dan perubahan itu bisa menyebabkan problem yang sulit diatasi.
Kedua, tatkala dunia berubah dan anggota keluarga yang lebih muda mulai meninggalkan masyarakatnya untuk mencari nafkah dan membangun kehidupannya sendiri, problem usia senja makin bertambah.
Dulu anak yang sudah dewasa dapat menopang kehidupan orangtua mereka yang telah menua. Termasuk merawat atau setidaknya membantu mengurus orang tua seandainya mereka terkena penyakit.
Tapi kini makin banyak anak muda yang berusaha mandiri, mencari penghidupan terpisah dengan orang tua mereka, di lain desa, lain kota, di lain provinsi, bahkan ke luar negeri, sehingga orang tua yang sudah berusia senja harus mengurus diri sendiri tanpa bisa mengharap banyak bantuan dari anak.
Perubahan ini juga disertai perubahan penilaian masyarakat modern terhadap usia tua. Bila dulu usia dianggap sejajar dengan kebijaksanaan, dan orang yang sudah tua dihormati lebih dari yang muda.
Kini sikap itu kian luntur. Andaipun orang yang sudah tua masih tinggal dengan anak-anaknya, sekarang ia sering menjadi beban dan penghambat saja.
Perempuan lansia lebih rentan terhadap problem di atas ketimbang laki-laki tua. Ini karena biasanya perempuan hidup lebih lama, atau berumur lebih panjang, ketimbang lelaki sebayanya, dan sering harus menjalani usia senja sendirian karena suami lebih dulu meninggal, sementara anak-anak, kalau ada, tinggal di tempat yang jauh. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 160. []









































