Mubadalah.id – Perempuan memiliki kontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sebanyak 64,5 persen dari total 65,5 juta UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan. Artinya, sekitar 37 juta perempuan Indonesia berperan aktif sebagai penggerak ekonomi keluarga dan masyarakat.
Berangkat dari potensi tersebut, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tidar (UNTIDAR) angkatan 2023 bekerja sama dengan Borobudur Cipta Insani Foundation menyelenggarakan program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk ARIMBI (Arah Baru Perempuan Menuju Bisnis Mandiri). Program ini menyasar perempuan pelaku UMKM di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Kegiatan ARIMBI berlangsung sepanjang Mei 2026 dengan melibatkan 17 perempuan pelaku usaha dari berbagai bidang, mulai dari perajin gerabah, pengrajin batu stupa, produsen sandal hotel, hingga pelaku usaha kuliner seperti tahu dan bakso jamur.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas perempuan dalam mengembangkan usaha, khususnya di bidang pemasaran digital dan penguatan identitas produk lokal.
Rangkaian kegiatan pertama dilaksanakan pada Sabtu (2/5) di kantor BCI Foundation, Tanjungsari, Borobudur. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pelatihan mengenai copywriting, penggunaan aplikasi Canva, serta pemanfaatan WhatsApp Business untuk mendukung pemasaran produk.
Pola Pikir yang Terus Berkembang
Pemilik usaha Ngemil Yuk Magelang, Vinya Pratita Istamara, hadir sebagai narasumber dan membagikan pengalamannya sebagai pelaku usaha perempuan. Ia menekankan pentingnya memiliki pola pikir berkembang atau growth mindset dalam menjalankan usaha.
“Jadi pengusaha itu jangan malu, terus belajar, konsisten, dan tumbuhkan mentalitas bertumbuh untuk kesuksesan bersama,” ujar Vinya saat memberikan materi kepada peserta.
Selain penyampaian materi, peserta juga diajak melakukan praktik langsung membuat desain promosi digital menggunakan Canva. Pendekatan pembelajaran dilakukan secara interaktif agar peserta dapat memahami penggunaan teknologi digital dalam mendukung pengembangan usaha mereka.
Pertemuan kedua pada Jumat (9/5) di Arum Art, salah satu sentra kerajinan gerabah di kawasan Borobudur. Pada sesi ini, peserta mendapatkan pelatihan mengenai fotografi produk dan pembuatan konten digital untuk media sosial.
Mahasiswa pendamping membantu peserta mempelajari teknik pengambilan gambar produk agar lebih menarik dan memiliki nilai jual lebih tinggi. Peserta mereka bagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan jenis usaha, seperti makanan, minuman, dan kerajinan tangan.
Berbagai properti pendukung digunakan dalam praktik foto produk guna menghasilkan tampilan visual yang lebih estetik dan profesional. Kegiatan tersebut disambut antusias oleh para peserta karena dinilai dapat membantu meningkatkan kualitas promosi produk mereka di media digital.
Puncak kegiatan ARIMBI berlangsung pada Sabtu (16/5). Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pendampingan secara langsung untuk menyusun desain promosi yang akan muncul dalam Website Arimbi.
Website tersebut menjadi media promosi dan pemasaran produk UMKM perempuan Borobudur agar dapat menjangkau lebih luas oleh masyarakat. Selain menjadi sarana pemasaran digital, website itu juga dapat membantu pelaku UMKM memasarkan produknya secara mandiri tanpa ketergantungan pada pihak ketiga.
Perkuat Perputaran Ekonomi Lokal
Ketua Dewan Pembina BCI Foundation, Edwin Jayandaru, mengatakan keberadaan Website Arimbi dapat memperkuat perputaran ekonomi lokal di kawasan Borobudur.
Ia berharap masyarakat semakin mengenal dan mencintai produk-produk hasil karya perempuan pelaku UMKM setempat.
“Website ini diharapkan menjadi wadah untuk memperkenalkan produk lokal Borobudur agar lebih dikenal masyarakat luas sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap karya ibu-ibu pelaku UMKM,” kata Edwin.
Pada akhir kegiatan, panitia memberikan penghargaan kepada sejumlah peserta, di antaranya Khoirul Putri Cahyani sebagai peserta terajin, Rahayu Anisah sebagai peserta teraktif, dan Annisaul Istiqomah sebagai peserta terbaik.
Selain pelatihan dan pendampingan usaha, program ARIMBI juga menjadi ruang kolaborasi dan saling belajar antarpelaku UMKM perempuan di kawasan Borobudur.
Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru di bidang pemasaran digital, tetapi juga membangun jejaring dan semangat untuk mengembangkan usaha secara bersama-sama.
Program ini mereka harapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat kemandirian ekonomi perempuan, khususnya pelaku UMKM di daerah wisata Borobudur. Sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat sekitar. []











































