Kamis, 2 Juli 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Pemadaman Listrik

    Pemadaman Listrik Bergilir: Ironi Negara Eksportir Batu Bara

    Suporter Jepang

    Kritik untuk Suporter Jepang di Piala Dunia 2026: Cuitan Warganet, Sentilan Aristoteles

    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

    Aliansi Perempuan Indonesia

    Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga

    In This Economy

    In This Economy, Perempuan dengan Satu Penghasilan Adalah Kemewahan

    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Budaya FOMO

    Bahaya Budaya FOMO dalam Meningkatkan Sampah

    Quiet Quitting

    Quiet Quitting dalam Pernikahan: Ketika Pasangan Masih Serumah, tetapi Berhenti Saling Mengusahakan

    Ensiklik Magnifica Humanitas

    AI dan Martabat: Refleksi atas Ensiklik Magnifica Humanitas

    Hukum Transaksi Finansial bagi Disabilitas

    Bagaimana Hukum Transaksi Finansial bagi Disabilitas dalam Islam

    Kehamilan yang Terencana

    Kehamilan yang Terencana Dimulai dari Kerja Sama Suami-Istri Bersama Aplikasi Flo

    Normalitas dan Disabilitas

    Normalitas dan Disabilitas: Privilege yang Sementara

    Kursi Roda

    Kursi Roda: Tanda Pengenal untuk Sebagian Penyandang Disabilitas

    Fikih Penguatan Disabilitas

    Hening yang Berbicara: Ketika Fikih Penguatan Disabilitas Melupakan Perempuan

    Penganiayaan Yuvita

    Kasus Penganiayaan Yuvita: Alarm Bahaya Jebakan Relasi Kuasa

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Aborsi legal

    Sulitnya Akses Aborsi Legal dan Bahaya Praktik Aborsi Ilegal

    Aborsi

    Kapan Aborsi Diperbolehkan? Memahami Ketentuan di Berbagai Negara

    Aborsi

    Aborsi Tidak Aman Mengancam Nyawa: Hindari Cara-cara Berbahaya Ini

    Aborsi Aman

    Aborsi Aman dan Tidak Aman: Memahami Perbedaannya Demi Keselamatan Perempuan

    Aborsi

    Aborsi Bukan Keputusan yang Mudah: Memahami Alasan dan Risikonya

    Keguguran ini

    Mengalami Keguguran? Ini Langkah-langkah yang Perlu Dilakukan Sebelum Program Hamil Lagi

    Rumah Tangga yang

    Membangun Relasi Ekonomi Rumah Tangga yang Adil dan Setara

    Keguguran

    Mengapa Terjadi Keguguran? Kenali Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

    Sehat

    Belum Juga Hamil? Perbaiki Pola Hidup Sehat dan Lakukan Pemeriksaan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Pemadaman Listrik

    Pemadaman Listrik Bergilir: Ironi Negara Eksportir Batu Bara

    Suporter Jepang

    Kritik untuk Suporter Jepang di Piala Dunia 2026: Cuitan Warganet, Sentilan Aristoteles

    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

    Aliansi Perempuan Indonesia

    Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga

    In This Economy

    In This Economy, Perempuan dengan Satu Penghasilan Adalah Kemewahan

    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Budaya FOMO

    Bahaya Budaya FOMO dalam Meningkatkan Sampah

    Quiet Quitting

    Quiet Quitting dalam Pernikahan: Ketika Pasangan Masih Serumah, tetapi Berhenti Saling Mengusahakan

    Ensiklik Magnifica Humanitas

    AI dan Martabat: Refleksi atas Ensiklik Magnifica Humanitas

    Hukum Transaksi Finansial bagi Disabilitas

    Bagaimana Hukum Transaksi Finansial bagi Disabilitas dalam Islam

    Kehamilan yang Terencana

    Kehamilan yang Terencana Dimulai dari Kerja Sama Suami-Istri Bersama Aplikasi Flo

    Normalitas dan Disabilitas

    Normalitas dan Disabilitas: Privilege yang Sementara

    Kursi Roda

    Kursi Roda: Tanda Pengenal untuk Sebagian Penyandang Disabilitas

    Fikih Penguatan Disabilitas

    Hening yang Berbicara: Ketika Fikih Penguatan Disabilitas Melupakan Perempuan

    Penganiayaan Yuvita

    Kasus Penganiayaan Yuvita: Alarm Bahaya Jebakan Relasi Kuasa

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Aborsi legal

    Sulitnya Akses Aborsi Legal dan Bahaya Praktik Aborsi Ilegal

    Aborsi

    Kapan Aborsi Diperbolehkan? Memahami Ketentuan di Berbagai Negara

    Aborsi

    Aborsi Tidak Aman Mengancam Nyawa: Hindari Cara-cara Berbahaya Ini

    Aborsi Aman

    Aborsi Aman dan Tidak Aman: Memahami Perbedaannya Demi Keselamatan Perempuan

    Aborsi

    Aborsi Bukan Keputusan yang Mudah: Memahami Alasan dan Risikonya

    Keguguran ini

    Mengalami Keguguran? Ini Langkah-langkah yang Perlu Dilakukan Sebelum Program Hamil Lagi

    Rumah Tangga yang

    Membangun Relasi Ekonomi Rumah Tangga yang Adil dan Setara

    Keguguran

    Mengapa Terjadi Keguguran? Kenali Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

    Sehat

    Belum Juga Hamil? Perbaiki Pola Hidup Sehat dan Lakukan Pemeriksaan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Film

Serial Drama Malaysia Bidaah, Kekerasan Seksual Berkedok Nikah Batin

Nikah batin ini sangat erat kaitannya dengan pernikahan usia anak dan pemaksaan perkawinan dengan modus child grooming.

Siti Aminah by Siti Aminah
10 April 2025
in Film, Rekomendasi
A A
0
Nikah Batin

Nikah Batin

10
SHARES
494
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Beberapa hari ini jagat tanah air dan negeri Jiran sedang heboh dengan serial drama Malaysia yang sedang booming, yaitu Bidaah. Setiap FYP media sosial, baik facebook, Instagram, tiktok, dan lain-lain terus saja menampilkan cuplikan-cuplikan aneh dalam drama tersebut.

Mulai dari amalan meminum air rendaman kaki untuk mendapat berkah, meminum dan memandikan air sisa mandi Walid dan istri-istrinya. Grooming baik terhadap murid-muridnya maupun istri-istrinya, nikah batin dengan para muslimat, poligami tak bersyarat, menjodohkan setiap jamaah sesuai kehendak. Bahkan hingga menjadi wali nikah jamaah-jamaahnya. Siapa yang tak geram menyaksikannya. Tulisan kali ini, kita akan fokus dulu kepada persoalan Nikah Batin di serial Drama Bidaah tersebut.

Nikah Batin Walid

Nikah Batin Walid lakukan kepada jamaah-jamaah wanitanya yang notabene memiliki latar belakang individu atau keluarga yang tidak harmonis. Di film tersebut ia menikahi Mia si Puteri Gunung jerai, Dewi si putri Balqis, Syira si Tun Teja, Seri si Tun Fatimah, dan yang lainnya dengan dalih nikah batin.

Nikah tersebut dia lakukan didalam gua belakang pondok tanpa disaksikan oleh seorang pun. Hanya walid dan wanita itu saja. Ia berdalih Allah SWT dan Rasulullah SAW yang menjadi wali dan disaksikan oleh malaikat. Perempuan-perempuan itu percaya saja karena memang dangkalnya pemahaman agama yang mereka miliki. Hal itu juga yang menjadi peluang yang Walid manfaatkan dengan alasan ingin menjadikannya srikandi dakwah Jihad Ummah.

Nikah Batin yang dilakukan Walid terhadap jamaahnya menjadi suatu amalan yang harus ia rahasiakan dari siapapun. Tiada seorang pun yang boleh tahu kecuali Walid dan istri batinnya. Hingga suatu hari hal tersebut terbongkar ketika Nur Amiah binti Khalid, salah seorang istri batinnya mengandung anak Walid.

Seisi pondok Jihad Ummah menganggapnya telah berzina. Pada akhirnya, Mia memberi tahu Umi Hafizah, istri pertama Walid yang menjadi istri batin oleh Walid. Umi Hafizah terkejut bukan kepalang, pasalnya pernikahan seperti itu memang perlu kita pertanyakan. Karena melanggar syariat Islam.

Selain Umi Hafizah, salah seorang pemimpin dakwah di Jihad Ummah, Baiduri turut mengetahui. Bahwasanya Mia, Dewi, Syira, Amira, Seri, dan seluruh jamaah baru telah Walid nikahi secara batin. Walid setubuhi tanpa akad pernikahan yang sah. Baiduri menyebutnya itu perzinahan. Ia menyebut pernikahan batin Walid sebagai upaya untuk merenggut kehormatan para perempuan dan meluapkan nafsu syahwatnya yang liar itu.

Terlebih mereka disetubuhi tanpa mempertimbangkan kondisi para perempuan tersebut. Tak perduli mereka sedang sakit atau tidak. Tentu mudharatnya sangat besar. Mia yang hamil kemudian Walid paksa untuk menggugurkan kandungannya. Namun naas, Mia mengalami pendarahan yang sangat parah. Nyawanya tidak tertolong. Mia telah meninggal dunia.

Pandangan Hukum Perkawinan di Indonesia Terhadap Nikah Batin

Perkara nikah dalam hukum Islam telah diatur secara terperinci berdasarkan masing-masing pendapat Imam Mazhab. Khususnya di Indonesia dan Malaysia yang menganut pendapat Mazhab Syafi’i mensyaratkan rukun nikah ada 5, yaitu: Mempelai laki-laki, mempelai perempuan, wali, 2 orang saksi, dan shighat (ijab qabul.

Ketentuan dalam Hukum Perkawinan di Indonesia menyebutkan dalam pasal 14 Kompilasi Hukum Islam menyebutkan bahwa “untuk melangsungkan perkawinan harus ada: calon suami, calon istri, wali nikah, 2 orang saksi, dan ijab kabul.

Lebih lanjut dalam pasal 19 menyebutkan bahwasanya wali nikah dalam perkawinan merupakan rukun yang harus terpenuhi bagi calon mempelai wanita yang bertindak untuk menikahkannya. Tentu dari segi rukun, nikah batin tersebut sangat bertentangan dengan ketentuan Hukum Keluarga Islam di Indonesia, karena tidak terpenuhi rukun nikah tersebut.

Belum lagi jika kita bahas lagi mudharat yang muncula akibat nikah batin tersebut. Karena pernikahan ini bukanlah berdasarkan atas dasar suka sama suka, melainkan ada unsur grooming yang dilakukan. Terlebih jika korbannya adalah anak-anak atau orang dewasa yang masih kurang pemahaman keagamaannya.

Tentu hal tersebut bisa kita anggap pemaksaan perkawinan berkedok grooming. Berdalih pernikahan tersebut sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan Rasulullah melalui ketaatan pada mursyidnya. Sebagai wasilah untuk berdakwah dan berjuang fi sabilillah. Siapa yang tidak tergiur dengan balasan surga yang Walid janjikan atas pernikahan tersebut?

Islam Menjunjung Tinggi Kemaslahatan dan Keadilan

Padahal agama Islam sangat menjunjung tinggi kemaslahatan dan keadilan bagi seluruh semesta alam. Termasuk manusia didalamnya baik manusia laki-laki dan perempuan. Tidak dibenarkan di dalam Islam salah satunya menzalimi sebagian yang lainnya.

Apatah lagi salah satunya mendapat kenikmatan sedangkan Sebagian yang lainnya harus menanggung beban yang berat, potensi stigmatisasi dan hukuman sosial yang ia terima karena hamil di luar nikah yang sah. Hingga pada beban biologis yang dalam al-Qur’an katakan “wahnan ‘ala wahnin.” Yaitu keadaan lemah yang selemah-lemahnya, hingga berujung pada perempuan meregang nyawa.

Apakah adil? Padahal, dalam Hukum Islam kita mengenal istilah Maqasid Syariah. Tujuan-tujuan syariat yang harus kita terapkan bersama dengan cara jalb al-mashâlih wa dar’u al-mafâsid yaitu menciptakan kemaslahatan dan menghilangkan kemudharatan.

Adapun nikah batin ini selain tidak sah secara agama sehingga bermakna hubungan suami istri yang mereka lakukan menjadi zina. SElain itu juga melanggar ketentuan hukum negara. Jangankan nikah batin yang jelas-jelas tidak sah secara agama, nikah yang berlangsung dengan segala unsur rukun saja yang menurut ketentuan agama menjadi sah, akan menjadi haram jika mendatangkan mudharat.

Hal ini tersebutkan dalam Fatwa MUI nomor 10 tahun 2008 tentang Nikah di bawah Tangan. Pertama: Ketentuan Umum: Nikah Di Bawah Tangan yang dimaksud dalam fatwa ini adalah “Pernikahan yang terpenuhi semua rukun dan syarat yang ditetapkan dalam fiqh (hukum Islam). Namun tanpa pencatatan resmi di instansi berwenang sebagaimana aturan dalam peraturan perundang-undangan.”

Kedua: Ketentuan Hukum: 1. Pernikahan Di bawah Tangan hukumnya sah karena telah terpenuhi syarat dan rukun nikah, tetapi haram jika terdapat madharrat. 2. Pernikahan harus tercatatkan secara resmi pada instansi berwenang. Sebagai langkah preventif untuk menolak dampak negatif/madharrat (saddan lidz-dzari’ah).

Nikah Batin Sangat Mudharat

Fahadil Amin al-Hasan dalam website Pengadilan Agama Rangkas Bitung menjelaskan bahwa salah satu akibat dari perkawinan tidak tercatat ialah kurangnya jaminan dan perlindungan hukum yang dapat negara berikan terhadap istri maupun anak-anak sebagai akibat dari perkawinan tersebut.

Maksud dari jaminan dan perlindungan ialah jaminan terkait dengan nafkah, harta yang dihasilkan pada masa perkawinan, maupun warisan jika salah satunya meninggal dunia.

Nikah batin ini sangat erat kaitannya dengan pernikahan usia anak dan pemaksaan perkawinan dengan modus child grooming dengan membangun hubungan emosional dengan anak. Adapun tujuannya agar mudah termanipulasi untuk dilecehkan, maka selain dampak secara perlindungan hukum, dampak terhadap psikis dan kesehatan reproduksi tidak kalah parah.

Hasil Musyawarah Keagamaan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) Ke-2 menyebutkan bahwa pernikahan di usia anak apalagi jika berdasarkan pemaksaan baik secara paksa maupun dengan modus grooming dengan iming-iming jaminan masuk surga, akan menimbulkan dampak sebagai berikut.

Jika terjadi pada perempuan usia anak, pemaksaan hubungan seksual akan berdampak pada pendarahan, iritasi, infeksi vagina, kanker serviks atau kanker leher rahim, lemah, sering pingsan, dan lain-lain.

Fakta ini tidak hanya membawa dampak pada menurunnya kualitas kesehatan secara fisik, tetapi juga melemahnya kesehatan mental perempuan karena trauma yang berkepanjangan. Karena banyaknya dampak buruk(mafsadat) dan bahaya (madlarat) yang merugikan perempuan sehingga sulit membentuk keluarga sakînah dan mashlahah.

Islam Melarang Tindakan yang Merugikan Diri dan Orang Lain

Pernikahan secara batin ini, rentan sekali mendatangkan mudharat tersebut, karena pada prinsipnya nikah batin ini dianggap nikah yang tidak boleh dizahirkan seperti dalam kisah serial drama Bidaah tersebut. Sehingga, ketika Mia seorang istri batin Walid hamil, ia diharuskan untuk menggugurkan karena memang anak tersebut tidak boleh dizahirkan.

Bayangkan saja, dampak negatif baru yang timbul bagi perempuan yang melakukan aborsi. Mengutip dari laman halodoc, dampak buruk aborsi di antaranya perdarahan, infeksi, kerusakan rahim, endometritis, infeksi peradangan panggul, hingga kematian. Sungguh mengerikan bukan?

Sebagai bahan renungan, saya akan tutp tulisan ini dengan hadits Nabi saw

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

“tidak ada bahaya dan tidak ada kerugian” atau “janganlah membahayakan diri sendiri dan jangan membahayakan orang lain”.

Hadis ini merupakan prinsip dasar dalam Islam yang melarang tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Sedikit mengutip perkataan Bu Nyai Nur Rofi’ah dalam bukunya Nalar Kritis Muslimah, bahwasanya sebagai khalifah fil ardh, manusia laki-laki maupun manusia perempuan diwajibkan untuk sama-sama menegakkan amr ma’ruf nahi munkar dengan cara menolong korban dan pelaku. Menolong pelaku itu bagaimana? Yaitu dengan menghindarkannya untuk tidak melakukan perbuatan tersebut. Wallahu ‘alam. []

Tags: Ajaran Sesatbidaahdrama malaysiaJihad Ummahnikah batinpernikahanReview Filmwalid
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Tafsir Maqashidi Meniscayakan Pentingnya Relasi Suami Istri

Next Post

Tafsir Maqashidi Tegaskan Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki sebagai Warga Negara Terhormat

Siti Aminah

Siti Aminah

Siti Aminah, mahasiswa Master of Islamic Studies di Universiti Sultan Zainal Abidin, Kuala Terengganu, Malaysia ig : @mhina_sa

Related Posts

Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah
Film

Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah: Apakah Ibu Harus Selalu Menjadi Paling Kuat dalam Keluarga?

29 Juni 2026
Film Taare Zameen Par
Disabilitas

Film Taare Zameen Par: Apakah Ishaan Masih Ada di Sekolah Kita?

27 Juni 2026
Dinamika Keluarga
Keluarga

Tadarus Subuh ke-186 Memahami Prinsip Menghadapi Persoalan Dinamika Keluarga

16 April 2026
Pernikahan Sirri
Hukum Syariat

Ketika Perempuan Terkatung-katung dalam Pernikahan Sirri: Bolehkah Ia Menceraikan Suaminya tanpa ke Pengadilan?

13 April 2026
Baru Menikah
Hikmah

Enam Dimensi Mubadalah dalam Doa bagi yang Baru Menikah

9 April 2026
pasangan suami-istri
Pernak-pernik

2 Tahap Perkembangan Hubungan Pasangan Suami-Istri di 15–25 Tahun Pernikahan

7 April 2026
Next Post
Tafsir Maqashidi

Tafsir Maqashidi Tegaskan Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki sebagai Warga Negara Terhormat

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Bahaya Budaya FOMO dalam Meningkatkan Sampah
  • Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan
  • Quiet Quitting dalam Pernikahan: Ketika Pasangan Masih Serumah, tetapi Berhenti Saling Mengusahakan
  • Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan
  • Sulitnya Akses Aborsi Legal dan Bahaya Praktik Aborsi Ilegal

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0