Selasa, 14 Juli 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

    Pemadaman Listrik

    Pemadaman Listrik Bergilir: Ironi Negara Eksportir Batu Bara

    Suporter Jepang

    Kritik untuk Suporter Jepang di Piala Dunia 2026: Cuitan Warganet, Sentilan Aristoteles

    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Tadarus Subuh

    Tadarus Subuh ke-197: Ketika Gugatan Cerai Menjadi Exit Option

    Makna Tahrīr

    Dari Pembebasan ke Pembebasan Lain: Evolusi Makna Tahrīr

    Normal

    Ketika Normal Menjadi Diskriminasi

    Perempuan dalam Perkawinan

    Otoritas dan Kerelaan Menjadi Titik Keberdayaan Perempuan dalam Perkawinan

    Pesantren yang Aman

    Dari Epistemic Injustice Menuju Epistemic Partnership: Jalan Membangun Pesantren yang Aman

    Kreator Disabilitas

    Belajar Ketangguhan dari Kreator Disabilitas Tanpa Meromantisasi Penderitaan

    Merawat Kesehatan Mental

    Merawat Kesehatan Mental Dimulai dari Rumah

    Poskolonialisme

    Poskolonialisme dan Rekolonialisme: Europe’s Dance dalam Piala Dunia 2026

    Individualis

    Ketika Masyarakat Semakin Individualis, Saatnya Menghidupkan Kembali Kepedulian

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Alat Kelamin

    Jangan Anggap Sepele, Kenali Penyebab Gatal dan Kutil di Alat Kelamin

    Cairan Vagina

    Apa Saja Penyebab Munculnya Cairan Vagina yang Tidak Normal?

    Cairan Vagina

    Kenali Penyebab Cairan Vagina yang Tidak Normal dan Cara Mewaspadainya

    Penyakit Menular Seksual

    Terlanjur Tertular Penyakit Seksual? Ini 6 Langkah yang Perlu Anda Lakukan

    Penyakit yang menular

    Penyakit Menular Seksual Bisa Menyerang Siapa Saja, Ini Gejala dan Faktor Risikonya

    Penyakit yang Menular

    Mengapa Perempuan Lebih Rentan Terkena Penyakit Menular Seksual?

    Kitab Al-Ajurumiyah

    Keikhlasan yang Menembus Zaman: Refleksi Keberkahan Kitab Al-Ajurumiyah

    Penyakit yang Menular

    6 Dampak Serius Penyakit Menular Seksual Jika Terlambat Diobati

    Tetanus

    Kenali Tanda Bahaya Setelah Aborsi, dari Tetanus hingga Luka Dalam

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

    Pemadaman Listrik

    Pemadaman Listrik Bergilir: Ironi Negara Eksportir Batu Bara

    Suporter Jepang

    Kritik untuk Suporter Jepang di Piala Dunia 2026: Cuitan Warganet, Sentilan Aristoteles

    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Tadarus Subuh

    Tadarus Subuh ke-197: Ketika Gugatan Cerai Menjadi Exit Option

    Makna Tahrīr

    Dari Pembebasan ke Pembebasan Lain: Evolusi Makna Tahrīr

    Normal

    Ketika Normal Menjadi Diskriminasi

    Perempuan dalam Perkawinan

    Otoritas dan Kerelaan Menjadi Titik Keberdayaan Perempuan dalam Perkawinan

    Pesantren yang Aman

    Dari Epistemic Injustice Menuju Epistemic Partnership: Jalan Membangun Pesantren yang Aman

    Kreator Disabilitas

    Belajar Ketangguhan dari Kreator Disabilitas Tanpa Meromantisasi Penderitaan

    Merawat Kesehatan Mental

    Merawat Kesehatan Mental Dimulai dari Rumah

    Poskolonialisme

    Poskolonialisme dan Rekolonialisme: Europe’s Dance dalam Piala Dunia 2026

    Individualis

    Ketika Masyarakat Semakin Individualis, Saatnya Menghidupkan Kembali Kepedulian

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Alat Kelamin

    Jangan Anggap Sepele, Kenali Penyebab Gatal dan Kutil di Alat Kelamin

    Cairan Vagina

    Apa Saja Penyebab Munculnya Cairan Vagina yang Tidak Normal?

    Cairan Vagina

    Kenali Penyebab Cairan Vagina yang Tidak Normal dan Cara Mewaspadainya

    Penyakit Menular Seksual

    Terlanjur Tertular Penyakit Seksual? Ini 6 Langkah yang Perlu Anda Lakukan

    Penyakit yang menular

    Penyakit Menular Seksual Bisa Menyerang Siapa Saja, Ini Gejala dan Faktor Risikonya

    Penyakit yang Menular

    Mengapa Perempuan Lebih Rentan Terkena Penyakit Menular Seksual?

    Kitab Al-Ajurumiyah

    Keikhlasan yang Menembus Zaman: Refleksi Keberkahan Kitab Al-Ajurumiyah

    Penyakit yang Menular

    6 Dampak Serius Penyakit Menular Seksual Jika Terlambat Diobati

    Tetanus

    Kenali Tanda Bahaya Setelah Aborsi, dari Tetanus hingga Luka Dalam

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Do'a

Takbir, Kurban dan Kebaikan untuk Semua: Meneladani Ibrahim, Ismail dan Hajar

Di hari raya ini dan tiga hari sesudahnya, kita dianjurkan memperbanyak takbir dan tahmid: Allahu Akbar, walillahi al-hamd. Mengapa takbir dan tahmid?

Faqih Abdul Kodir by Faqih Abdul Kodir
27 Mei 2026
in Do'a, Rujukan
A A
0
Takbir

Takbir

87
SHARES
4.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

 Khutbah Pertama

اللهُ أَكْبَرُ × ٩ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا. لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ. اَلْحَمْدُ لِلهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيرِ، الْحَمِيدِ الْمَجِيدِ، شَرَعَ الدِّينَ لِمَصَالِحِ الْعِبَادِ وَبَيَّنَ لَهُمْ مَا يُنْجِيهِمْ يَوْمَ الْمَعَادِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا يَلِيقُ بِجَلَالِهِ وَعَظِيمِ سُلْطَانِهِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا طَيِّبًا كَثِيرًا مُبَارَكًا فِيهِ، لَا نُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْهِ كَمَا أَثْنَى هُوَ عَلَى نَفْسِهِ. هُوَ رَبُّنَا وَمَالِكُنَا وَمَعْبُودُنَا، نَوَاصِينَا بِيَدِهِ، مَاضٍ فِينَا حُكْمُهُ، عَدْلٌ فِينَا قَضَاؤُهُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيمُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.

Hadirin sidang Idul Adha, Masjid Mu’amalah, yang dimuliakan Allah Swt,

Mubadalah.id – Pada hari yang mulia ini — Rabu, 10 Dzulhijjah 1446 H, 27 Mei 2026 — saudara-saudara kita sedunia sedang menunaikan ibadah haji di Makkah al-Mukarramah.

Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Swt. Dia masih memberi kita nikmat keimanan, kesehatan, rezeki, dan kesempatan, sehingga kita bisa hadir bersama di sidang hari raya kurban ini.

Shalawat dan salam kita haturkan kepada junjungan Nabi besar kita, Muhammad bin Abdillah Saw — manusia agung, teladan kebaikan, dan rahmat bagi seluruh alam.

Di hari yang mulia ini, marilah kita perbarui takwa kita kepada Allah Swt. Kita ikuti perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya. Marilah kita gembirakan diri dengan berbuat baik — kepada keluarga, kerabat, tetangga, masyarakat, dan seluruh umat manusia. Kebaikan kepada sesama sesungguhnya adalah kebaikan kepada diri kita sendiri.

Sidang Idul Adha yang dimuliakan Allah,

Di hari raya ini dan tiga hari sesudahnya, kita dianjurkan memperbanyak takbir dan tahmid: Allahu Akbar, walillahi al-hamd. Mengapa takbir dan tahmid?

Takbir berarti mengagungkan Allah Swt. Tahmid berarti mensyukuri-Nya. Keduanya bukan untuk Allah Swt. Allah sudah Maha Agung tanpa bacaan kita. Semua ini untuk kita — untuk kebaikan dan kebahagiaan kita, di dunia dan di akhirat.

Takbir dan tahmid melatih kita menjadi manusia yang seimbang. Tidak patah hati ketika ditimpa musibah. Tidak sombong ketika memiliki segalanya. Selalu berusaha bertahan, berikhtiar untuk berbahagia, dan membahagiakan orang lain. Allah Swt berfirman dalam surat al-Hadid ayat 23:

لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ ۗ وَاللهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ.

“Agar kalian tidak bersedih atas apa yang luput, dan tidak pula bangga berlebihan atas apa yang kalian peroleh. Allah tidak menyukai orang yang sombong dan jumawa.” (QS. al-Hadid: 23).

Inilah jiwa yang ingin dibentuk oleh takbir dan tahmid. Jiwa yang tenang dalam segala keadaan: susah maupun senang, sakit maupun sehat, lapang maupun sempit. Jiwa yang tidak mudah merendahkan orang lain, tidak sombong, tidak jumawa, dan tidak melakukan tindakan-tindakan tercela.

Marilah kita alirkan bacaan ini dari lisan ke dalam hati, lalu kita pancarkan sebagai energi kebaikan — kepada diri sendiri dan kepada sesama.

Para hadirin yang berbahagia,

Selain takbir dan tahmid, Iduladha menganjurkan dua ibadah besar: haji dan kurban. Keduanya bukan untuk Allah Swt. Allah tidak membutuhkan langkah kaki kita di Ka’bah, tidak membutuhkan daging hewan yang kita sembelih. Allah Maha Kaya dari semua itu.

Yang Allah minta adalah ketakwaan kita. Takwa artinya: terus mendekat kepada-Nya dan selalu berbuat baik kepada sesama hamba-Nya.

Haji bukan untuk kesombongan. Kurban bukan untuk gagah-gagahan. Keduanya untuk menstabilkan jiwa, memperbaiki diri, dan meluaskan empati kita kepada sesama. Allah Swt berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 197:

اَلْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ.

“Haji itu ada pada bulan-bulan tertentu. Barang siapa yang melaksanakan kewajiban haji, janganlah berperilaku buruk, berkata kotor, atau bertengkar. Segala kebaikan yang kalian lakukan pasti diketahui Allah. Berbekallah — dan sebaik-baik bekal adalah ketakwaan. Bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang berakal.”(QS. al-Baqarah: 197).

Demikianlah: misi haji dan kurban adalah menebar sebanyak-banyaknya kebaikan — terutama kepada mereka yang paling membutuhkan.

Para hadirin sekalian,

Ada satu pesan penting lagi di hari raya ini: mengenang sosok perempuan agung, Ibunda Siti Hajar as. Selama ini kita banyak mengingat Nabi Ibrahim as dan putranya Nabi Ismail as. Namun ada sosok yang tak kalah agungnya: Siti Hajar as — istri Ibrahim dan ibu Ismail.

Siti Hajar-lah yang merawat Ismail seorang diri sejak bayi hingga dewasa. Ia yang menafkahi, mengasuh, membesarkan, dan mendidiknya. Ketika Ismail masih bayi, Hajar pernah berlari dengan panik antara bukit Shafa dan Marwa — mencari air untuk sang anak yang kehausan. Dari kerja keras dan kepasrahannya itulah Allah Swt mengeluarkan mata air Zamzam, yang memancar hingga hari ini. Sa’i antara Shafa dan Marwa pun diabadikan untuk mengenang napak tilas perjuangan Ibunda Hajar.

Penghormatan Allah kepada Siti Hajar mengajarkan kita: peran laki-laki tidak ada artinya tanpa peran perempuan. Begitu pun sebaliknya. Maka suami dan istri wajib saling menghormati, menghargai, dan menolong satu sama lain. Inilah firman Allah Swt dalam surat at-Taubah ayat 71:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللهُ ۗ إِنَّ اللهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ.

“Orang-orang beriman, laki-laki dan perempuan, adalah penolong satu bagi yang lain. Mereka menyuruh yang ma’ruf, mencegah yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah yang akan dirahmati Allah. Sungguh, Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. at-Taubah: 71)

Nabi Saw pun berwasiat dalam haji Wada’:

عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ عَمْرِو بْنِ الأَحْوَصِ حَدَّثَنِى أَبِى أَنَّهُ شَهِدَ حِجَّةَ الْوَدَاعِ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ وَذَكَّرَ وَوَعَظَ ثُمَّ قَالَ اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا فَإِنَّمَا هُنَّ عِنْدَكُمْ عَوَانٍ لَيْسَ تَمْلِكُونَ مِنْهُنَّ شَيْئًا غَيْرَ ذَلِكَ. (رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ فِي سُنَنِهِ، رَقْمُ: ١٩٢٤).

“Berwasiatlah kalian kepada para perempuan dengan kebaikan. Mereka (seringkali diperlakukan seperti) tawanan (perang, padahal mereka bukan). Kalian tidak memiliki wewenang apa pun atas mereka, kecuali ha (wasiat kebaikan) tesebut.”(HR. Ibn Majah, no. 1924).

Maka, ketika tetangga atau saudara kita pulang haji dan memberi air zamzam, ingatlah perjuangan Siti Hajar as. Ingatlah, wahai para laki-laki, betapa besar peran perempuan dalam kehidupan ini. Jangan mudah merendahkan mereka, menyalahkan, apalagi menyakiti.

Sidang Idul Adha dimuliakan Allah,

Marilah kita pulang ke rumah masing-masing dengan membawa senyum kegembiraan. Suami kepada istri. Istri kepada suami. Orang tua kepada anak-anak, begitu pun sebaliknya. Juga antara saudara dan tetangga. Marilah kita hadirkan kebaikan setiap saat — kepada diri sendiri, kepada keluarga, dan kepada seluruh umat manusia.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ وَفِّقْ وُلَاةَ أَمْرِنَا لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَخُذْ بِنَوَاصِيهِمْ لِلْبِرِّ وَالتَّقْوَى. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua

اللهُ أَكْبَرُ × ٧. اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا. اَلْحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الْمَبْعُوثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ، وَرَضِيَ اللهُ عَنْ كُلِّ الصَّحَابَةِ وَتَابِعِيهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

Para hadirin sekalian,

Sebelum kita tutup, marilah kita sejenak tundukkan kepala. Kita baca bersama takbir dan tahmid ini dengan suara yang syahdu dan penuh penghayatan. Jadikan ia sebagai energi positif pagi ini — yang menggerakkan kita menjadi pribadi yang tenang, tidak menyakiti, dan mudah berbuat baik kepada siapa pun, mulai dari orang terdekat kita sendiri, keluarga, tetangga, dan yang lain.

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ  اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ.

Marilah kita doakan saudara-saudara kita yang sedang menunaikan ibadah haji, agar haji mereka terlaksana dengan aman, selamat, dan mabrur. Doakan pula saudara-saudara kita yang berkurban, agar kurban mereka diterima di sisi Allah Swt.

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ حُجَّاجَ بَيْتِكَ الْحَرَامِ، وَأَكْمِلْ نُسُكَهُمْ بِأَمْنٍ وَاطْمِئْنَانٍ، اَللّٰهُمَّ يَسِّرْ لَهُمْ حَجَّهُمْ، وَأَعِدْهُمْ إِلَى بِلَادِهِمْ سَالِمِينَ مَقْبُولِينَ. إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ، وَخَاصَّةً خَدِيجَةَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعَلِيٍّ وَعُثْمَانَ وَعُمَرَ، وَأُمِّ سَلَمَةَ وَعَائِشَةَ وَسَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَالتَّابِعِينَ وَتَابِعِيهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. وَوَفِّقْ وُلَاةَ أُمُورِ الْمُسْلِمِينَ لِمَا فِيهِ الرَّشَادُ وَالْخَيْرُ وَالرَّفَاهِيَةُ لِلْعِبَادِ. وَاجْعَلْ بِلَادَنَا إِنْدُونِيسِيَّا وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ بِلَادَ خَيْرٍ وَأَمَانٍ وَسَعَةٍ وَرَخَاءٍ وَسَلَامٍ دَائِمٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

 

Tags: Hari Raya Iduladha 1447 HKhutbahKurbanTahlilTahmidTakbir
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Tidak Ada Kurban Iduladha di Australia

Next Post

Sa’i dan Keteladanan Siti Hajar dalam Memperjuangkan Kehidupan

Faqih Abdul Kodir

Faqih Abdul Kodir

Founder Mubadalah.id dan Ketua LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Related Posts

Idul Kurban
Publik

Di Mana Ismail Hari Ini? Menafsir Ulang Esensi Idul Kurban

30 Mei 2026
Hajar
Personal

Hajar Tidak Mewariskan Luka

30 Mei 2026
Iduladha
Aktual

Semesta Raya Iduladha: Semarang, Pasuruan, Aceh, hingga Bangladesh

29 Mei 2026
Ibrahim
Hikmah

Pisau Ibrahim dan Rahasia Kerelaan Hati: Refleksi Hari Kurban

29 Mei 2026
Ibadah Kurban
Keluarga

Ibadah Kurban dan Gaya Parenting ala Nabi Ibrahim

28 Mei 2026
Iduladha
Personal

Mencatat Luka-luka Gen Z di Balik Perayaan Iduladha di Negeri Kapitalis

28 Mei 2026
Next Post
Sa'i

Sa’i dan Keteladanan Siti Hajar dalam Memperjuangkan Kehidupan

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Jangan Anggap Sepele, Kenali Penyebab Gatal dan Kutil di Alat Kelamin
  • Tadarus Subuh ke-197: Ketika Gugatan Cerai Menjadi Exit Option
  • Apa Saja Penyebab Munculnya Cairan Vagina yang Tidak Normal?
  • Dari Pembebasan ke Pembebasan Lain: Evolusi Makna Tahrīr
  • Kenali Penyebab Cairan Vagina yang Tidak Normal dan Cara Mewaspadainya

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0