Mubadalah.id – Begitu menerima hasil tes yang menunjukkan positif HIV, perasaan Anda mungkin akan kacau atau campur aduk. Adalah hal yang wajar apabila pada awalnya Anda membantah hasil tes tersebut, menyangkal adanya HIV dalam tubuh, atau menolak mempercayainya. Anda juga bisa merasa marah dan sedih, serta menyalahkan diri sendiri maupun orang lain.
Masa itu tentu sangat berat. Namun, apabila Anda dapat menemukan seseorang yang dapat dipercaya untuk diajak berbicara, hal tersebut dapat membantu meringankan beban perasaan Anda.
Meski demikian, berhati-hatilah dalam memilih orang yang akan diberi tahu mengenai status HIV Anda. Suami atau pasangan mungkin saja menyalahkan Anda sebagai penyebab penyakit ini, padahal bisa jadi dialah yang terlebih dahulu membawa virus tersebut.
Keluarga, tetangga, dan teman-teman mungkin akan merasa takut setiap kali melihat Anda. Mereka bisa menjauh atau bahkan mengucilkan Anda karena khawatir tertular. Maafkanlah mereka, karena kemungkinan besar mereka belum memahami bagaimana HIV/AIDS sebenarnya menyebar. Jika mereka mengetahuinya dengan benar, sikap mereka mungkin akan berbeda.
Bila memungkinkan, temuilah seorang penasihat HIV/AIDS yang telah terlatih. Ia dapat membantu Anda mengambil keputusan tentang bagaimana menghadapi perubahan besar dalam kehidupan setelah mengetahui status HIV Anda.
Bimbingan Kejiwaan atau Konseling
Pembimbing atau penasihat kejiwaan, yang juga disebut konselor, adalah orang yang terlatih untuk membantu Anda mengatasi kesulitan emosional saat menghadapi kenyataan bahwa Anda positif HIV. Ia juga dapat membantu keluarga menerima kenyataan tersebut, mengatasi kecemasan, ketakutan, dan keputusasaan, serta membantu mengambil berbagai keputusan penting untuk kehidupan selanjutnya.
Bimbingan ini penting bagi pengidap HIV sepanjang hidupnya, bukan hanya setelah positif. Penasihat yang baik dapat membantu Anda untuk:
Pertama, memutuskan siapa saja yang perlu Anda beri tahu mengenai hasil tes HIV.
Kedua, mencari teman-teman baru sesama pengidap HIV yang dapat memberikan dukungan dan bantuan dalam menghadapi kenyataan.
Ketiga, memperoleh layanan kesehatan yang Anda perlukan.
Keempat, menjelaskan kepada keluarga tentang arti hasil tes HIV dan bagaimana virus HIV menyebar. Hal ini dapat membantu mereka memahami situasi yang sebenarnya sehingga mereka mau menerima dan merawat Anda tanpa rasa takut tertular.
Kelima, memahami cara menjaga kesehatan agar dapat hidup selama mungkin.
Keenam, merencanakan masa depan.
Ketujuh, mempelajari praktik seks yang aman. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 374.








































