Rabu, 14 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Kerusakan Lingkungan

    Indonesia Hadapi Tantangan Serius Akibat Kerusakan Lingkungan

    Real Food

    Real Food, Krisis Ekologi, dan Ancaman di Meja Makan Kita

    Dampak Polusi Udara

    PBB Soroti Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan dan Ekonomi Global

    Broken Strings

    Broken Strings, Kisah Aurelie Moeremans dan Realitas Child Grooming yang Kerap Tak Disadari

    Lingkungan jadi

    Kerusakan Alam Jadi Ancaman Nyata bagi Masa Depan

    Titik Nol Kehidupan

    Menyusun Ulang Harapan: Kisah Istri di Titik Nol Kehidupan

    Pengelolaan Sampah

    KUPI Dorong Pengelolaan Sampah sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Nikah Muda

    Antara SNBP dan Nikah Muda: Siapa yang Paling Menanggung Risiko?

    Tingkat Kultural

    KUPI Dorong Pembumian Fatwa di Tingkat Kultural

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Kerusakan Lingkungan

    Indonesia Hadapi Tantangan Serius Akibat Kerusakan Lingkungan

    Real Food

    Real Food, Krisis Ekologi, dan Ancaman di Meja Makan Kita

    Dampak Polusi Udara

    PBB Soroti Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan dan Ekonomi Global

    Broken Strings

    Broken Strings, Kisah Aurelie Moeremans dan Realitas Child Grooming yang Kerap Tak Disadari

    Lingkungan jadi

    Kerusakan Alam Jadi Ancaman Nyata bagi Masa Depan

    Titik Nol Kehidupan

    Menyusun Ulang Harapan: Kisah Istri di Titik Nol Kehidupan

    Pengelolaan Sampah

    KUPI Dorong Pengelolaan Sampah sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Nikah Muda

    Antara SNBP dan Nikah Muda: Siapa yang Paling Menanggung Risiko?

    Tingkat Kultural

    KUPI Dorong Pembumian Fatwa di Tingkat Kultural

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Personal

Inklusivitas yang Terbatas: Ketika Pikiran Ingin Membantu Tetapi Tubuh Membeku

Pemahaman tentang “berbeda” membuat jarak sosial seolah hal yang maklum, padahal justru mempertegas batas antara “normal” dan disabilitas.

Sofia Ainun Nafis Sofia Ainun Nafis
15 Juli 2025
in Personal
0
Inklusivitas

Inklusivitas

1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Berbicara tentang inklusivitas, mengingatkanku tentang kejadian beberapa hari lalu. Ketika sedang mengantre di salah satu rumah makan cepat saji, di sebelahku ada laki-laki dengan down syndrome yang terdengar memanggil kasir dengan suara yang lirih.

Aku menatap bergantian antara kasir yang sedang membuatkan pesanan dan laki-laki tersebut. Ketika menyiapkan minuman, ternyata kasir tersebut membuat dua cup minuman sekaligus, dan satu dari minuman ia berikan kepada orang dengan laki-laki dengan down syndrome. Saat kasir memberikan minuman, dia terlihat tersenyum tipis dan mengangguk, seolah itu adalah kata terima kasih yang tidak terucap.

Kemudian dia menuju kursi di teras, duduk dan memandangi minuman dengan seksama kemudian perlahan membuka kertas pembungkus sedotan. Aku mengamati dari pantulan cermin wastafel ketika mencuci tangan. Melihat dia dengan susah payah membuka minuman dengan sedotan yang ternyata kedua ujungnya tumpul.

Rasanya aku ingin sekali membantu, tetapi untuk beberapa waktu tubuh dan kakiku masih membeku. Aku menyapu pandangan melihat semua pengunjung yang sibuk dengan makanan masing-masing. Takut terlihat aneh ketika aku tiba-tiba membantu laki-laki tersebut membuka cup minuman.

Kemudian, setelah beberapa detik berpikir aku bergegas menuju meja. Mengambil satu tusuk gigi dan menghampiri laki-laki tersebut, lalu meminta izin untuk membantunya membuka minumannya. Detik berikutnya aku masih memastikan sedotan sudah benar-benar masuk ke dalam cup minuman.

Sembari berjalan menuju mejaku, aku bernafas lega dengan hati begitu ringan. Ternyata hanya suara kepalaku yang terlampau berisik akan kekhawatiran. Selebihnya, tentu berjalan dengan sedia kala.

Pola Pikir Ableism yang Mengakar dalam Alam Bawah Sadar

Dalam perjalanan pulang aku kemudian berefleksi, bahwa setelah mendapatkan banyak materi dan pengetahuan mengenai inklusivitas terhadap penyandang disabilitas dalam perspektif KUPI, residu pola pikir ableism masih bercokol di alam bawah sadarku. Dalam Encyclopedia of Disability, definisi ableism adalah sikap penuh prasangka dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas.

Pengertian ableism tersebut tergantung pada cara kita memahami apa yang kita anggap sebagai “normal” dan siapa yang berhak mendapat perlakuan yang biasanya didapatkan oleh orang yang dianggap “normal”.

Diskriminasi yang lahir atas pola pikir ableism tersebut dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung karena pengaruh norma, budaya, hukum atau asumsi yang tidak tepat. Di mana pengaruh ini telah berjalan dengan waktu yang lama dan mengakar dalam pikiran dan keyakinan masyarakat.

Selain pola pikir ableism, terdapat model-model lain tentang cara pandang masyarakat terhadap penyandang disabilitas. Febriyani dan Sulistyani dalam penelitiannya menjelaskan dua jenis model pandangan masyarakat terhadap penyandang disabilitas. Yakni medical model dan social model.

Medical Model dan Social Model

Medical model adalah cara pandang yang menganggap penyandang disabilitas sebagai individu yang cacat atau memiliki kegagalan dalam sistem tubuh yang tidak normal sehingga dianggap sebagai suatu penyakit. Dalam arti lain, kondisi disabilitas berasal dari kondisi biologis individu yang kemudian memunculkan keterbatasan dalam melakukan aktivitas.

Sedangkan social model merupakan cara pandang yang menganggap bahwa disabilitas adalah hasil dari konstruksi sosial, dimana permasalahan lahir dari lingkungan yang gagal mengakomodasi orang dengan disabilitas. Karena kegagalan tersebut, orang dengan penyandang disabilitas mendapatkan diskriminasi  yang lebih daripada individu atau masyarakat yang dianggap “normal”.

Sikap yang terjadi kepada diriku yang perlu berulang kali berpikir ketika ingin membantu laki-laki dengan down syndrome di atas merupakan manifestasi pola pikir ableism yang menyebabkan ketakutan dan kekhawatiran.  Kekhawatiran tersebut lahir karena pandangan terhadap penyandang disabilitas sebagai the other. Hal ini terbangun karena sejak kecil aku memahami bahwa penyandang disabilitas adalah “berbeda” dengan orang kebanyakan.

Pemahaman tentang “berbeda” membuat jarak sosial seolah hal yang maklum, padahal justru mempertegas batas antara “normal” dan disabilitas. Kesadaran inklusi yang berhenti hanya sekedar teori seringkali gagal mengubah refleks sikap ketika bertemu situasi nyata. Lalu pada akhirnya, niat baik hanya sampai dalam pikiran tergerus rasa ragu dan takut terlihat salah bertindak.

Pengarusutamaan Isu Disabilitas: Dari Diri ke Kehidupan Sosial

Membangun kesadaran kolektif untuk mewujudkan cita-cita masyarakat yang inklusif bagi penyandang disabilitas tentu bukanlah perjuangan yang instan. Sangat penting untuk terus merawat dan menghidupi kesadaran dan pengetahuan atas inklusivitas yang telah tumbuh dalam diri. Hal ini menunjukkan bahwa setiap individu harus memulai aksi dari inisiatif pribadi.

Seperti kata Mahatma Gandhi, “Jadilah perubahan yang ingin kamu lihat di dunia”. Perspektif KUPI yang menekankan konsep pemikiran martabah, ‘adalah, dan maslahah yang telah aku pelajari harus selalu terawat dalam pikiran dan menjadi pijakan dalam tindakan. Artinya, melatih diri untuk menumbuhkan rasa empati dalam berinteraksi menjadi langkah awal yang kelak menjadi pondasi terciptanya masyarakat yang adil dan setara.

Ketika berbicara tentang kebijakan untuk penyandang disabilitas, pemerintah telah melakukan upaya pengarusutamaan perspektif disabilitas. Yakni dengan adanya pengesahan Undang-Undang (UU) No. 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menjamin hak-hak penyandang disabilitas di Indonesia.

Tetapi dalam praktik kehidupan sosial, pengesahan UU tersebut tidak serta merta merubah perspektif masyarakat mengenai cara pandang terhadap penyandang disabilitas. Perlu adanya kerja kolaboratif dari pemerintah tingkat pusat hingga pemerintah tingkat desa sebagai institusi yang paling dekat dengan masyarakat akar rumput.

Selain itu, partisipasi aktif masyarakat dan komunitas disabilitas juga penting untuk mengawal kebijakan agar benar-benar terlaksana. Penting untuk terus melakukan sosialisasi, edukasi, serta dialog antar pihak agar pemahaman tentang inklusivitas mengakar kuat dan menggerus residu pola pikir ableism.

Dengan semangat sinergitas, cita-cita pemenuhan hak, perlindungan, dan pemberdayaan penyandang disabilitas akan terwujud secara nyata. []

Tags: AbleismInklusi SosialInklusivitasIsu DisabilitasKupiperspektif mubadalahstigma
Sofia Ainun Nafis

Sofia Ainun Nafis

Terkait Posts

Pengelolaan Sampah
Publik

KUPI Dorong Pengelolaan Sampah sebagai Tanggung Jawab Bersama

13 Januari 2026
Nikah Muda
Personal

Antara SNBP dan Nikah Muda: Siapa yang Paling Menanggung Risiko?

13 Januari 2026
Tingkat Kultural
Publik

KUPI Dorong Pembumian Fatwa di Tingkat Kultural

13 Januari 2026
Pencatatan Perkawinan
Publik

Pentingnya Pencatatan Perkawinan sebagai Bentuk Perlindungan Hak Anak dan Perempuan

13 Januari 2026
Jaringan KUPI
Publik

Jaringan KUPI Dorong Implementasi Fatwa hingga Tingkat Kebijakan

12 Januari 2026
Pernikahan anak
Publik

KUPI Tegaskan Bahaya Pernikahan yang Membahayakan Anak, Terutama Perempuan

12 Januari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Titik Nol Kehidupan

    Menyusun Ulang Harapan: Kisah Istri di Titik Nol Kehidupan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kerusakan Alam Jadi Ancaman Nyata bagi Masa Depan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara SNBP dan Nikah Muda: Siapa yang Paling Menanggung Risiko?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pentingnya Pencatatan Perkawinan sebagai Bentuk Perlindungan Hak Anak dan Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KUPI Dorong Pengelolaan Sampah sebagai Tanggung Jawab Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Indonesia Hadapi Tantangan Serius Akibat Kerusakan Lingkungan
  • Real Food, Krisis Ekologi, dan Ancaman di Meja Makan Kita
  • PBB Soroti Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan dan Ekonomi Global
  • Broken Strings, Kisah Aurelie Moeremans dan Realitas Child Grooming yang Kerap Tak Disadari
  • Kerusakan Alam Jadi Ancaman Nyata bagi Masa Depan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID