Senin, 26 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Gotong-royong

    Gotong-royong Merawat Lingkungan: Melawan Ekoabelisme!

    Korban Kekerasan

    Mengapa Perempuan Disabilitas Lebih Rentan Menjadi Korban Kekerasan Seksual?

    Labiltas Emosi

    Mengontrol Labilitas Emosi, Tekanan Sosial, dan Jalan Hidup yang Belum Terpetakan

    Poligami Siri

    KUHP Baru: Poligami Siri Rentan Menjerat Perempuan

    ASEAN Para Games

    Disabilitas, ASEAN Para Games, dan Hak Sepanjang Hidup

    Bencana Alam

    Bencana Alam atau Murka Ekologis? Membaca Pesan Tuhan melalui Ayat Kauniyah

    Musik untuk Semua

    Musik untuk Semua: Belajar Inklusivitas dari Ruang Konser

    Ocan

    Itu Namanya Apa, Ocan? Berbagi Peran!

    Relasi tidak Sehat

    Memutus Rantai Relasi Tidak Sehat Keluarga

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Haid

    Haid, Tubuh Perempuan, dan Pembagian Peran Sosial

    Khitan Perempuan

    Khitan Perempuan dan Dampaknya terhadap Kesehatan

    Khitan Perempuan

    Khitan Perempuan Dinilai Merugikan Hak Seksual dan Kesehatan

    Pengetahuan Kesehatan Reproduksi

    Minimnya Pengetahuan Membuat Remaja Rentan Salah Paham soal Kesehatan Reproduksi

    Kesehatan masih tabu

    Kesehatan Reproduksi Masih Dianggap Tabu

    Kesehatan Reproduksi diabaikan

    Ketika Kesehatan Reproduksi Masih Banyak Diabaikan

    reproduksi Manusia

    Kesehatan Reproduksi dalam Siklus Kehidupan Manusia

    Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Perempuan

    Minimnya Pengetahuan Membuat Perempuan Rentan dalam Kesehatan Reproduksi

    Kesehatan

    Kesehatan Reproduksi Perempuan Masih Menghadapi Berbagai Persoalan

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Ā 

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Gotong-royong

    Gotong-royong Merawat Lingkungan: Melawan Ekoabelisme!

    Korban Kekerasan

    Mengapa Perempuan Disabilitas Lebih Rentan Menjadi Korban Kekerasan Seksual?

    Labiltas Emosi

    Mengontrol Labilitas Emosi, Tekanan Sosial, dan Jalan Hidup yang Belum Terpetakan

    Poligami Siri

    KUHP Baru: Poligami Siri Rentan Menjerat Perempuan

    ASEAN Para Games

    Disabilitas, ASEAN Para Games, dan Hak Sepanjang Hidup

    Bencana Alam

    Bencana Alam atau Murka Ekologis? Membaca Pesan Tuhan melalui Ayat Kauniyah

    Musik untuk Semua

    Musik untuk Semua: Belajar Inklusivitas dari Ruang Konser

    Ocan

    Itu Namanya Apa, Ocan? Berbagi Peran!

    Relasi tidak Sehat

    Memutus Rantai Relasi Tidak Sehat Keluarga

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Haid

    Haid, Tubuh Perempuan, dan Pembagian Peran Sosial

    Khitan Perempuan

    Khitan Perempuan dan Dampaknya terhadap Kesehatan

    Khitan Perempuan

    Khitan Perempuan Dinilai Merugikan Hak Seksual dan Kesehatan

    Pengetahuan Kesehatan Reproduksi

    Minimnya Pengetahuan Membuat Remaja Rentan Salah Paham soal Kesehatan Reproduksi

    Kesehatan masih tabu

    Kesehatan Reproduksi Masih Dianggap Tabu

    Kesehatan Reproduksi diabaikan

    Ketika Kesehatan Reproduksi Masih Banyak Diabaikan

    reproduksi Manusia

    Kesehatan Reproduksi dalam Siklus Kehidupan Manusia

    Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Perempuan

    Minimnya Pengetahuan Membuat Perempuan Rentan dalam Kesehatan Reproduksi

    Kesehatan

    Kesehatan Reproduksi Perempuan Masih Menghadapi Berbagai Persoalan

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Ā 

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Publik

Berbagi dalam Spiritualitas Keheningan dan Kasih

Berbagi yang sempurna dapat dilakukan dengan spiritualitas hening, artinya tidak perlu memamerkannya kepada banyak orang.

Laurensius Rio by Laurensius Rio
12 Desember 2025
in Publik
0
Berbagi

Berbagi

1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Kekhasan Indonesia adalah semangat berbagi. Misalnya, ketika bencana alam menimpa sebuah daerah, orang-orang segera bergerak untuk memberikan bantuan. Banyak berbagai aksi kemanusiaan mengalir dari berbagai tempat. Banyak orang berbagi makanan, berbagi pakaian, berbagi tenaga, dan berbagi waktu untuk menolong para korban.

Tetapi, dalam arus kebaikan itu muncul fenomena baru yaitu sebagian orang menjadikan momen berbagi sebagai ajang untuk menampilkan diri di media sosial. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan penting apakah berbagi yang dipamerkan masih selaras dengan nilai kasih dan kemanusiaan?

Dalam iman Katolik, berbagi selalu lahir dari kasih. Gereja mengajarkan bahwa tindakan kasih ini mengalir dari pengalaman menerima kasih Tuhan terlebih dahulu. Karena itu, memberikan apa yang dimiliki membutuhkan ketulusan, dan ketulusan membutuhkan kerendahan hati.

Ketika seseorang memberi demi mendapat pengakuan, arti terdalamnya sedang berubah arah. Alih-alih mengangkat martabat penerima, tindakan itu justru mengalihkan fokus ke diri sendiri. Karena itu Gereja mengajak kita berbagi secara sederhana, bukan untuk mencari sorotan.

Akar Teologis Berbagi: Memberi Tanpa Mengharapkan Balasan

Yesus memberikan pengajran kepada para murid-Nya demikian, ā€œJanganlah engkau melakukan sedekahmu di hadapan orang supaya dilihat orangā€ (Mat 6:1). Ajaran ini menegaskan bahwa seseorang berbagi karena ingin mencintai sesama, bukan karena ingin memperoleh pujian.

Gereja memahami perintah itu sebagai ajakan untuk menjaga kemurnian hati. Ketika seseorang berbagi dengan kasih, berati ia membiarkan Tuhan menjadi satu-satunya saksi. Ketika seseorang memberi dengan rendah hati, ia menempatkan penerima sebagai pribadi bermartabat.

Dalam logika iman, berbagi bukan tindakan untuk meninggikan diri, tetapi tindakan untuk menolong sesama yang membutuhkan. Kita tidak memberikan bantuan agar orang memuji kita, tetapi untuk menunjukkan bahwa kasih Tuhan nyata dalam tindakan sederhana. Kita peduli dengan mereka karena kita percaya bahwa setiap manusia memiliki nilai tanpa syarat. Alasan lain adalah bahwa kita ingin menghadirkan kebaikan di tengah penderitaan korban bencana.

Berbagi yang Tidak Merendahkan dan Tantangan di Era Digital

Mubadalah menegaskan pentingnya kesalingan. Dalam konteks bencana, kesalingan berarti saling memberi dengan cara yang memuliakan, bukan dengan cara yang mempermalukan. Ketika seseorang merekam wajah korban lalu mengunggahnya, ia mungkin tidak sadar bahwa dokumentasi itu dapat menyakiti mereka.

Karena itu, tindakan yang sejati harus menjaga privasi korban. Tindakan baik yang sejati harus mengutamakan kebutuhan mereka, bukan kebutuhan pemberi untuk terlihat dermawan. Mubadalah mengajarkan bahwa relasi saling menghidupi. Pemberi mendermakan kelebihannya.

Penerima memberikan kepercayaan dengan membuka diri terhadap pertolongan. Dalam relasi itu, tidak ada pihak yang lebih tinggi, tidak ada yang lebih mulia. Ketika pemberi juga membuka hatinya dengan hati bersih, ia menghadirkan martabat. Ketika penerima menerima dengan lapang, ia menjaga ruang kesalingan. Karena itu, tindakan baik ini tidak boleh berubah menjadi tontonan.

Media sosial menciptakan budaya baru yakni semua hal ingin terlihat. Ini seolah mengubah cara pandang bahwa ā€œsaya, saya, dan sayaā€ yang harus terlihat. Bantuan pun sering berubah menjadi bahan unggahan. Orang berbagi bantuan sambil memegang kamera. Mereka berbagi sembako sambil mengarahkan korban untuk berdiri rapi.

Mereka memberi dengan niat baik, tetapi cara mereka dapat mengaburkan makna itu sendiri. Dalam keadaan seperti ini, umat Katolik perlu bersikap lebih dewasa dan bijak.

Kita bisa memberi laporan kegiatan tanpa menjadikan penderitaan sebagai visual utama. Kita tetap mampu memberi dorongan solidaritas tanpa harus memamerkan siapa yang menerima bantuan. Intinya, kita saling membantu dengan kebaikan, bukan citra diri.

Berbagi secara Etis dan Spiritualitas Hening

Agar tindakan membantu tidak kehilangan nilai spiritualnya, kita perlu menjaga prinsip etis. Pertama, kita harus memiliki motivasi yang murni. Kita menolong karena ingin memulihkan kehidupan orang lain. Kedua, ketika kita memberi, kita harus memberi tanpa merendahkan. Kita menghargai permintaan privasi dan tidak mengekspos kondisi pribadi korban.

Ketiga, kita dijak untuk memberi secara bijak. Dokumentasi tetap mungkin dilakukan, tetapi harus fokus pada proses, bukan individu. Keempat, kita memberi tanpa menuntut terima kasih. Ketika seseorang menolong lalu menunggu balasan, tindakan kasih ini bisa berubah menjadi transaksi. Gereja menolak logika itu.

Kelima, kita memberi lewat kolaborasi. Kita bisa bergabung dengan komunitas atau paroki yang sudah bekerja dalam pelayanan bencana. Dengan begitu, kita memberikan tenaga kita dalam semangat kebersamaan. Keenam, kita juga bisa memberikan doa kita. Doa memberi kekuatan bagi para korban dan menjaga hati kita tetap jernih. Dengan prinsip-prinsip itu, kita menghidupi tindakan berbagi sebagai bentuk caritas yang memuliakan Tuhan.

Dunia modern mendorong orang untuk membuat bising segala sesuatu. Namun kasih sejati bekerja dalam keheningan. Ada orang yang memang memberi tanpa menyebutkan namanya, berarti ia memuliakan Tuhan. Ketika seseorang memberi tanpa merekam wajah korban, ia memuliakan martabat manusia.

Ketika seseorang memberi tanpa pamer, ia memelihara kesucian kasih. Gereja selalu menekankan pentingnya tindakan sunyi. Banyak karya kemanusiaan Katolik berjalan tanpa sorotan, misalnya para suster yang menemani pengungsi, para frater yang membantu evakuasi, para awam yang menyediakan makanan.

Mereka berbagi tenaga, waktu, perhatian, dan air mata tanpa perlu mempublikasikan diri. Tindakan sederhana itu mengingatkan kita bahwa memberi tidak membutuhkan tepuk tangan.

Berbagi sebagai Jalan Kekudusan

Berbagi bagi korban bencana adalah kewajiban moral dan panggilan iman. Namun hal itu akan kehilangan makna jika berubah menjadi ajang pamer. Gereja mengajak umat untuk senantiasa memberi dalam keheningan, karena Tuhan melihat hati.

Kita berbagi untuk memulihkan kehidupan, untuk menghadirkan pengharapan dan untuk menyatakan bahwa kasih selalu lebih kuat daripada bencana.

Semoga setiap tindakan berbagi menjadi jembatan yang menghubungkan penderitaan korban dengan kasih Tuhan. Dan semoga kita selalu berbagi bukan untuk dilihat manusia, tetapi untuk mengasihi manusia. []

Tags: berbagikasihtanpa pamerTulus

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
Laurensius Rio

Laurensius Rio

Seorang biarawan dan calon ImamĀ  Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus (SCJ), yang saat ini menjalani formatio calon imam dan hidup membiara di Jogjakarta. Saat ini menempuh pendidikan dengan Program Studi Filsafat Keilahian di Fakultas Teologi Wedhabakti, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Related Posts

Ocan
Personal

Itu Namanya Apa, Ocan? Berbagi Peran!

24 Januari 2026
Perkawinan Katolik
Personal

Perkawinan Katolik yang Sifatnya Monogami dan Tak Terceraikan

18 November 2025
Berdoa
Publik

Berdoa dalam Perbedaan: Ketika Iman Menjadi Jembatan, Bukan Tembok

16 Oktober 2025
Intoleransi di Sukabumi
Publik

Intoleransi di Sukabumi: Ketika Salib diturunkan, Masih Relevankah Nilai Pancasila?

7 Juli 2025
Etika Berbagi
Publik

Berbagi dan Selfie: Mengkaji Etika Berbagi di Tengah Dunia Digital

24 Juni 2025
Iduladha
Publik

Iduladha: Lebih dari Sekadar Berbagi Daging Kurban

8 Juni 2025
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Pengetahuan Kesehatan Reproduksi

    Minimnya Pengetahuan Membuat Remaja Rentan Salah Paham soal Kesehatan Reproduksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kesehatan Reproduksi Masih Dianggap Tabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengontrol Labilitas Emosi, Tekanan Sosial, dan Jalan Hidup yang Belum Terpetakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Khitan Perempuan Dinilai Merugikan Hak Seksual dan Kesehatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Khitan Perempuan dan Dampaknya terhadap Kesehatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Haid, Tubuh Perempuan, dan Pembagian Peran Sosial
  • Gotong-royong Merawat Lingkungan: Melawan Ekoabelisme!
  • Mitos Menopause, Menikah Bukan Hanya tentang Masalah Seksual
  • Mengapa Perempuan Disabilitas Lebih Rentan Menjadi Korban Kekerasan Seksual?
  • Khitan Perempuan dan Dampaknya terhadap Kesehatan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui ā€œRevenueā€ Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

Ā© 2025 MUBADALAH.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Indeks Artikel
  • Indeks Artikel
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Search
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Ā© 2025 MUBADALAH.ID