Rabu, 21 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Pengelolaan Sampah Menjadi

    Pengelolaan Sampah Menjadi Tanggung Jawab Bersama

    Kebijakan Publik

    Kebijakan Publik dan Ragam Perspektif Disabilitas

    Menjaga Alam

    Manusia sebagai Khalifah Wajib Menjaga Alam

    Broken Strings

    Membaca Child Grooming dalam Broken Strings

    Dimonopoli

    Air, Tanah, dan Energi Tidak Boleh Dimonopoli

    Nyadran Perdamaian

    Cerita Nyadran Perdamaian 2026 Ekologi Spiritual Buddha-Muslim untuk Perawatan Alam

    Merusak Alam

    Merusak Alam Bertentangan dengan Ajaran Islam

    Ketaatan Istri pada Suami

    Tiga Logika Ketaatan Istri pada Suami

    Kerusakan Lingkungan

    Kerusakan Lingkungan Harus Dihentikan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Isra' Mi'raj

    Isra’ Mi’raj dan Pesan Keadilan Hakiki, Membaca Ulang Dimensi Sosial dalam Salat

    Isra Mikraj

    Isra Mikraj sebagai Narasi Kosmologis dan Tanggung Jawab Lingkungan

    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Pengelolaan Sampah Menjadi

    Pengelolaan Sampah Menjadi Tanggung Jawab Bersama

    Kebijakan Publik

    Kebijakan Publik dan Ragam Perspektif Disabilitas

    Menjaga Alam

    Manusia sebagai Khalifah Wajib Menjaga Alam

    Broken Strings

    Membaca Child Grooming dalam Broken Strings

    Dimonopoli

    Air, Tanah, dan Energi Tidak Boleh Dimonopoli

    Nyadran Perdamaian

    Cerita Nyadran Perdamaian 2026 Ekologi Spiritual Buddha-Muslim untuk Perawatan Alam

    Merusak Alam

    Merusak Alam Bertentangan dengan Ajaran Islam

    Ketaatan Istri pada Suami

    Tiga Logika Ketaatan Istri pada Suami

    Kerusakan Lingkungan

    Kerusakan Lingkungan Harus Dihentikan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Isra' Mi'raj

    Isra’ Mi’raj dan Pesan Keadilan Hakiki, Membaca Ulang Dimensi Sosial dalam Salat

    Isra Mikraj

    Isra Mikraj sebagai Narasi Kosmologis dan Tanggung Jawab Lingkungan

    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Personal

Membaca Child Grooming dalam Broken Strings

Banyak kasus kekerasan seksual terhadap anak dan remaja terus berulang karena sistem masih sering memihak pelaku.

Fatwa Amalia Fatwa Amalia
21 Januari 2026
in Personal, Rekomendasi
0
Broken Strings

Broken Strings

10
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Kita sering mengajarkan anak-anak untuk waspada pada orang asing. Padahal, bahaya justru sering datang dari orang yang terlihat paling peduli.

Mubadalah.id – Dalam buku Broken Strings, Aurelie Moeremans membuka luka lama tentang pengalaman masa remajanya. Ini jelas tidak mudah. Ia berusia 15 tahun ketika menjalin relasi dengan seorang pria dewasa yang ia samarkan sebagai Bobby. Hubungan itu tidak ia mulai dengan kekerasan, melainkan dengan perhatian. Dan di situlah persoalan bermula.

Sebagai guru, bagian ini selalu membuat dada saya sesak. Murid-murid saya juga sedang menginjak usia remaja, usia di mana rasa ingin diterima jauh lebih besar daripada kemampuan membaca bahaya.

Mereka datang ke sekolah membawa cerita yang tidak selalu selesai di rumah. Ada yang tumbuh dengan kehadiran ayah yang hangat dan aman, tetapi tidak sedikit pula yang tumbuh dengan figur ayah yang jauh, baik secara fisik maupun emosional.

Di ruang kelas, saya sering melihat bagaimana kebutuhan akan perhatian itu bekerja. Remaja yang cepat merasa terpilih, ketika ada orang dewasa yang mendengarkan lebih lama, memuji lebih sering, atau menawarkan rasa aman yang tidak ia dapatkan di rumah. Di titik inilah kekhawatiran saya sebagai guru muncul. Karena pelaku grooming sangat paham celah ini.

Ketika Perhatian Terasa Seperti Penyelamatan

Dalam Broken Strings, tokoh Bobby tergambarkan sebagai pelaku kekerasan yang tidak pernah datang dengan wajah mengancam. Ia hadir sebagai sosok yang tampak mengerti. Memberi pujian, menyediakan waktu, dan menawarkan rasa aman.

Bagi remaja yang sedang mencari pengakuan, perhatian semacam ini terasa seperti cinta. Padahal, yang sedang berlangsung adalah child grooming. Proses manipulasi psikologis yang orang dewasa lakukan untuk menguasai anak atau remaja secara emosional.

Grooming tidak bekerja dengan paksaan. Ia bekerja dengan kedekatan, dan justru karena itu, ia sulit terkenali.

Di usia remaja, ditunggu saat syuting bisa terasa seperti disayang. Terawasi bisa dianggap terlindungi. Apalagi ketika pengawasan itu terbungkus kalimat-kalimat manis. Aku khawatir, aku cuma mau memastikan kamu aman, aku nggak percaya orang lain. Tanpa tersadari, batas antara perhatian dan kontrol menjadi kabur.

Di sinilah grooming bekerja paling efektif. Pelaku mengubah makna. Pengawasan ia sebut cinta. Kecemburuan ia sebut kepedulian. Pembatasan ia sebut perlindungan. Sedikit demi sedikit, korban belajar menerima bahwa hidupnya memang pantas diatur demi kebaikannya sendiri.

Korban tidak langsung sadar bahwa dia sedang termanipulasi, karena yang ditawarkan adalah rasa terpilih, dimengerti, dan dibutuhkan. Rasa-rasa yang sangat menggoda bagi remaja yang sedang membangun identitas dan kepercayaan diri. Terlebih ketika perhatian itu datang dari orang dewasa yang terlihat lebih mapan, lebih tahu arah hidup, dan seolah siap menjadi penopang emosional.

Mengapa Korban Sering Tidak Sadar?

Dalam banyak kasus, termasuk yang Aurelie gambarkan dalam Broken Strings, korban tidak mengalami kekerasan secara tiba-tiba. Tidak ada satu peristiwa tunggal yang langsung bisa kita beri label jahat. Yang ada adalah proses perlahan, halus, dan konsisten, hingga korban berada dalam relasi yang timpang tanpa pernah merasa terpaksa.

Secara psikologis, hal ini dapat kita jelaskan melalui teori perkembangan remaja. Remaja masih berada pada fase pencarian identitas, pengakuan, dan validasi emosional. Sementara itu, otak bagian pengambilan keputusan dan penilaian risiko, khususnya prefrontal cortex belum berkembang sepenuhnya.

Di sisi lain, pelaku grooming adalah orang dewasa yang sudah matang secara kognitif dan sosial. Ketimpangan ini membuat relasi sejak awal tidak setara, meski tampak suka sama suka.

Pelaku memanfaatkan kondisi ini dengan sadar. Mereka membaca kerentanan korban seperti kebutuhan akan perhatian, rasa ingin dimengerti, atau kekosongan relasi aman di rumah.

Dalam teori attachment (kelekatan), anak atau remaja dengan kelekatan tidak aman cenderung lebih mudah mengikatkan diri pada figur yang memberi perhatian intens, meski relasi tersebut menyakitkan. Perhatian yang datang tiba-tiba terasa seperti penyelamatan, bukan ancaman.

Grooming Bekerja Melalui Normalisasi Bertahap

Selain itu, grooming bekerja melalui normalisasi bertahap (gradual desensitization). Batas-batas pribadi tidak terlanggar sekaligus, tetapi teruji sedikit demi sedikit. Apa yang awalnya terasa janggal, lama-kelamaan dianggap biasa. Dalam psikologi sosial, ini kita kenal sebagai efek slippery slope. Ketika satu pelanggaran kecil kita terima, pelanggaran berikutnya terasa tidak terlalu ekstrem.

Ada pula mekanisme cognitive dissonance ketegangan batin ketika seseorang mengalami dua hal yang bertentangan seperti merasa tidak nyaman, tetapi juga merasa disayangi. Untuk meredakan ketegangan ini, korban sering menafsirkan ulang pengalamannya: mungkin aku saja yang berlebihan, dia sebenarnya baik. Dengan cara ini, korban bertahan dalam hubungan tanpa harus mengakui bahwa dirinya sedang disakiti.

Dalam kondisi seperti ini, menyalahkan korban bukan hanya keliru, tetapi memperpanjang kekerasan. Karena grooming memang terancang agar korban tidak sadar. Ketidaksadaran itu bukan kelemahan moral, melainkan hasil dari manipulasi yang sistematis.

Inilah sebabnya banyak penyintas baru menyadari bahwa dirinya pernah menjadi korban bertahun-tahun kemudian, setelah memiliki jarak, bahasa, dan pengetahuan untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. Kesadaran sering datang belakangan. Dan itu sah.

Pola Manipulasi yang Dipakai Pelaku

Pengalaman Aurelie memperlihatkan bahwa grooming bukan kejadian tunggal, melainkan rangkaian pola.

Pertama, love bombing. Pelaku memberi perhatian berlebihan di awal. Pujian, validasi, dan perasaan bahwa korban adalah satu-satunya yang istimewa. Ini membuat korban cepat terikat dan sulit menarik diri.

Kedua, manipulasi emosional. Korban dibuat merasa bersalah saat menolak. Kalimat seperti “Buktikan kalau kamu sayang aku” menjadi alat untuk mengontrol keputusan korban.

Ketiga, gaslighting. Saat korban merasa tidak nyaman, pelaku mengecilkan perasaan itu. Kamu lebay, kamu terlalu sensitif. Lama-kelamaan korban meragukan intuisi dan pikirannya sendiri.

Keempat, ketimpangan kuasa. Perbedaan usia, pengalaman, dan posisi sosial membuat hubungan ini tidak setara. Dalam Broken Strings, Aurelie masih remaja, sementara Bobby berusia sekitar 29 tahun. Ini bukan hubungan romantis setara, melainkan relasi kuasa.

Kelima, isolasi sosial. Korban perlahan terjauhkan dari teman dan keluarga. Pelaku ingin menjadi satu-satunya tempat bergantung, sehingga korban tidak punya ruang untuk membandingkan atau meminta tolong.

Keenam, rahasia yang dinormalisasi. Hubungan dibuat terasa istimewa dan tidak boleh diketahui orang lain. Padahal, rahasia seperti ini bukan melindungi korban, ia melindungi pelaku.

Ketika Kekerasan Masih Memihak Pelaku

Masalahnya tidak berhenti pada relasi personal. Banyak kasus kekerasan seksual terhadap anak dan remaja terus berulang karena sistem masih sering memihak pelaku.

Dalam praktiknya, korban justru kerap terbebani pembuktian. Pertanyaan yang diajukan bukan apa yang dilakukan pelaku, melainkan mengapa korban tidak menolak? Mengapa korban diam? Buktinya apa? atau mengapa baru bicara sekarang? Proses hukum yang panjang, berbelit, berbayar dan minim empati membuat banyak penyintas memilih diam.

Perlindungan anak sering kali berhenti di atas kertas. Pendampingan psikologis terbatas, aparat belum seluruhnya memiliki perspektif korban. Dalam situasi seperti ini, pelaku diuntungkan oleh sistem yang lambat, sementara korban diminta cepat pulih.

Tanggung Jawab Kita Bersama

Broken Strings bukan sekadar kisah personal. Ia adalah peringatan sosial. Bahwa edukasi tentang kekerasan seksual tidak cukup hanya mengajarkan anak untuk jangan bicara dengan orang asing. Kita perlu mengajarkan relasi sehat, batas tubuh, dan keberanian mempercayai rasa tidak nyaman.

Orang tua dan pendidik perlu terus membangun ruang di mana anak tidak takut bercerita, bahkan ketika ceritanya terasa membingungkan atau memalukan.

Karena kejahatan hari ini tidak selalu datang dengan wajah menyeramkan. Ia datang dengan kata-kata manis, perhatian berlebih, dan janji cinta. []

Tags: Aurelie MoeremansBroken StringsChild GroomingKekerasan seksualPerlindungan Korban
Fatwa Amalia

Fatwa Amalia

Fatwa Amalia, pengajar juga perempuan seniman asal Gresik Jawa Timur. Karya-karyanya banyak dituangkan dalam komik dan ilustrasi digital dengan fokus isu-isu perempuan dan anak @komikperempuan. Aktif di sosial media instagram: @fatwaamalia_r. Mencintai buku dan anak-anak seperti mencintai Ibu.

Terkait Posts

Gap Usia dalam Relasi
Publik

Ironi Gap Usia dalam Relasi Remaja dan Pria Dewasa: Romansa atau Ketimpangan Kuasa?

19 Januari 2026
Broken Strings
Buku

Dalam Keheningan yang Tak Lagi Menakutkan: Reading Note’s Broken Strings

15 Januari 2026
Broken Strings
Publik

Broken Strings, Kisah Aurelie Moeremans dan Realitas Child Grooming yang Kerap Tak Disadari

14 Januari 2026
Kekerasan Seksual KUPI
Uncategorized

Fatwa KUPI Soroti Dampak Luas Kekerasan Seksual terhadap Kehidupan Korban

12 Januari 2026
Pacaran
Personal

Pacaran: Femisida Berkedok Jalinan Asmara

6 Januari 2026
Perempuan Difabel
Publik

Mengapa Perempuan Difabel Sulit Mengakses Keadilan Hukum?

23 Desember 2025
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Ketaatan Istri pada Suami

    Tiga Logika Ketaatan Istri pada Suami

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Nyadran Perdamaian 2026 Ekologi Spiritual Buddha-Muslim untuk Perawatan Alam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kerusakan Lingkungan Harus Dihentikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merusak Alam Bertentangan dengan Ajaran Islam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Air, Tanah, dan Energi Tidak Boleh Dimonopoli

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Pengelolaan Sampah Menjadi Tanggung Jawab Bersama
  • Kebijakan Publik dan Ragam Perspektif Disabilitas
  • Manusia sebagai Khalifah Wajib Menjaga Alam
  • Membaca Child Grooming dalam Broken Strings
  • Air, Tanah, dan Energi Tidak Boleh Dimonopoli

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID