Mubadalah.id – Penerapan pola asuh yang setara dalam keluarga dinilai menjadi kunci dalam membangun relasi yang adil antara laki-laki dan perempuan. Peran orang tua, terutama ibu, sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai kesetaraan sejak anak masih kecil.
Salah satu langkah yang dapat orang tua lakukan adalah mengajarkan anak laki-laki untuk bersikap penuh empati dan menghargai orang lain. Pendidikan ini dapat membentuk karakter yang tidak hanya kuat secara emosional, tetapi juga mampu menjalin hubungan yang sehat dan saling menghormati.
Di sisi lain, anak perempuan perlu kita dorong untuk menghargai hidupnya sendiri. Dengan menanamkan rasa percaya diri dan kesadaran akan hak-haknya, anak perempuan dapat menuntut perlakuan yang adil dalam berbagai aspek kehidupan.
Pembagian peran dalam pekerjaan rumah tangga juga menjadi bagian penting dalam pendidikan kesetaraan. Anak laki-laki dapat kita libatkan dalam berbagai pekerjaan domestik, seperti mencuci piring, menyapu, dan memasak. Keterlibatan ini membantu menghapus anggapan bahwa pekerjaan rumah tangga hanya menjadi tanggung jawab perempuan.
Selain itu, akses terhadap pendidikan dan keterampilan perlu kita berikan secara setara kepada anak perempuan. Kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan menjadi faktor penting dalam mendukung kemandirian ekonomi di masa depan.
Pendidikan mengenai penghormatan terhadap perempuan juga perlu kita berikan kepada anak laki-laki. Hal ini mencakup pemahaman tentang pentingnya menjalin hubungan yang bebas dari kekerasan, paksaan, serta perilaku yang berisiko terhadap kesehatan.
Dengan menerapkan pola asuh yang setara, keluarga dapat menjadi ruang awal dalam membangun masyarakat yang lebih adil. Nilai-nilai yang orang tanamkan sejak dini dapat membentuk generasi yang menghargai kesetaraan dan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter









































