Mubadalah.id – Setelah ASI berhasil dikeluarkan, kini saatnya menyimpannya dengan benar. Anda dapat menyimpan ASI di wadah yang sebelumnya digunakan untuk menampungnya. Simpan wadah tersebut di tempat yang sejuk dan jauh dari sinar matahari langsung. Dengan cara ini, ASI dapat bertahan hingga sekitar 8 jam.
Untuk memperpanjang daya tahan ASI, Anda bisa mengubur wadah ASI di dalam pasir basah atau membungkusnya dengan kain yang dijaga tetap basah sepanjang waktu. Dengan cara tersebut, ASI dapat bertahan hingga sekitar 12 jam.
Jika Anda memiliki lemari es, ASI dapat Anda simpan dalam wadah kaca dan biasanya tahan selama 2 sampai 3 hari. ASI yang Anda simpan di lemari es kadang tampak “pecah”, yaitu lemak susu mengambang di bagian atas. Hal ini normal terjadi. Karena itu, sebelum Anda berikan kepada bayi, kocok perlahan wadah ASI agar tercampur kembali.
Setelah itu, hangatkan ASI dengan cara meletakkan wadah di dalam baskom berisi air hangat. Sebelum Anda iminumkan kepada bayi, periksa terlebih dahulu suhunya dengan meneteskan sedikit ASI ke lengan Anda.
Masalah Umum Seputar Menyusui
Banyak perempuan mengira ASI mereka tidak cukup untuk memberi makan bayinya. Namun sebenarnya, bahkan ibu yang makannya sedikit pun umumnya tetap mampu menghasilkan ASI yang cukup.
Jumlah ASI yang diproduksi tubuh sangat bergantung pada seberapa banyak bayi menyusu. Semakin sering dan semakin banyak bayi menyusu, semakin banyak pula ASI yang diproduksi tubuh.
Sebaliknya, jika Anda merasa ASI sedikit lalu menghentikan menyusui dan menggantinya dengan susu formula, tubuh justru akan semakin mengurangi produksi ASI.
Ada kalanya bayi tampak ingin terus menyusu. Banyak ibu merasa khawatir dan takut kehabisan ASI ketika melihat nafsu menyusu bayinya seperti itu. Namun jangan takut.
Jika Anda mengikuti keinginan bayi untuk menyusu lebih sering, produksi ASI tidak akan berkurang, bahkan justru akan meningkat sesuai kebutuhan bayi. Dalam beberapa hari, biasanya bayi akan tampak lebih puas setelah menyusu.
Menyusui pada malam hari juga membantu meningkatkan produksi ASI. Karena itu, usahakan tetap menyusui bayi sesering yang ia inginkan.
Jangan mudah percaya pada anggapan bahwa ASI Anda terlalu sedikit, meskipun yang mengatakan itu adalah dokter, bidan, perawat, atau tenaga kesehatan lainnya, selama bayi masih menunjukkan tanda-tanda tumbuh sehat. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 147.











































