Mubadalah.id – Salah satu pertanda pokok bahwa Anda sudah menjelang usia senja, atau biasa disebut “usia setengah baya” adalah berhentinya haid, yang dalam bahasa kedokteran disebut menopause.
Haid bisa mendadak tidak datang lagi, bisa juga mulai menyurut secara bertahap dan berhenti sepenuhnya sesudah 1 sampai 2 tahun.
Biasanya menopause terjadi ketika usia Anda antara 45 hingga 55 tahun.
Apa yang harus Anda lakukan selama menopause? Bila Anda mengalami gejala menopause yang tidak menyenangkan atau mengganggu, cobalah:
Pertama, hindari makanan dan minuman yang panas atau pedas/berbumbu. Makanan dan minuman itu bisa memicu kepanasan. Kedua, lepas pakaian yang mudah dilepas bila Anda mulai merasa kepanasan atau keringatan.
Ketiga, kurangi minum kopi dan teh. Kopi dan teh mengandung zat yang dinamakan kafein. Zat ini bisa membuat Anda merasa gelisah, tidak nyaman, dan susah tidur. Keempat, olahraga secara teratur, misalnya berjalan-jalan.
Tanda-tanda Menopause:
Petama, terjadi perubahan dalam haid. Mungkin tiba-tiba berhenti, atau justru Anda sudah mengalami haid yang lebih sering untuk beberapa lama. Bisa pula Anda tidak haid lagi selama beberapa bulan, lalu mulai mendapat haid lagi.
Kedua, kadang tiba-tiba merasa sangat kepanasan tanpa sebab, misalnya sewaktu udara sangat dingin, atau keringatan. Mungkin rasa panas menyebabkan Anda sering terbangun di malam hari.
Ketiga, vagina menjadi lebih kering dan mengecil. Perasaan gampang berubah, misalnya dari gembira mendadak sedih atau marah.
Tanda-tanda itu muncul lantaran indung telur Anda sudah berhenti membuat sel telur, dan tubuh Anda berhenti memproduksi hormon estrogen serta progesteron.
Dan pada masa pancaroba atau peralihan itu, tubuh Anda berusaha menyesuaikan diri. Nanti kalau tubuh Anda sudah terbiasa dengan pasokan hormon estrogen yang berkurang, semua tanda di atas akan lenyap dengan sendirinya.
Bagaimana perasaan seorang perempuan yang mengalami menopause kerap bergantung pada bagaimana pengaruh perubahan-perubahan ragawi itu terhadap perasaannya.
Selain itu, juga bergantung pada cara pandang masyarakat tentang perempuan yang menua serta cara memperlakukannya. Mungkin Anda merasa lega karena tidak usah lagi repot mengurus haid, tapi bisa jadi Anda merasa sedih sebab tidak bisa lagi memiliki anak. Perasaan-perasaan itu wajar. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 161. []






































