Mubadalah.id – Jika pada awal persalinan ternyata kepala bayi berada di atas (lihat gambar), maka proses kelahirannya mungkin akan sulit. Bila posisi bayi melintang (lihat gambar). Maka bayi ini tidak bisa lahir tanpa melalui operasi.
Pada bulan terakhir kehamilan, posisi bayi yang keliru mungkin bisa ia ubah dengan cara berbaring, 2 kali sehari, masing-masing selama 10 menit.
Latihan di atas harus ia lakukan setiap hari, perut harus dalam keadaan kosong. Latihan harus ibu teruskan sampai kepala bayi berada di bawah (posisi normal). Tiap minggu posisi kepala bayi harus ia periksa.
Bila proses kelahiran sudah dimulai dan posisi bayi masih melintang, cepat ke rumah sakit, di mana posisi itu bisa diubah, atau si bayi dilahirkan lewat operasi. Tanpa bantuan medis, baik si ibu maupun si bayi hampir bisa dipastikan akan meninggal.
CEPAT! Ke rumah sakit terdekat.
PENTING! Jangan coba mengubah posisi bayi dengan tangan sendiri, kecuali bila Anda memang sudah terlatih untuk melakukannya, dan sudah pernah melakukan hal serupa dengan berhasil. Kalau tidak terlatih, ada kemungkinan Anda merobek rahim dalam prosesnya, dan menyebabkan kematian ibu maupun bayi.
Bila Persalinan Terjadi Sebelum Bulan ke-8 atau ke-9
Sebagian bayi yang lahir terlalu dini (prematur) terancam kematian beberapa waktu kemudian. Anda bisa berusaha memperlambat atau menghentikan persalinan yang terlalu dini dengan cara berbaring seperti dalam gambar di atas dan beristirahat sampai tanda-tanda persalinan berhenti.
Anda lebih baik pergi ke rumah sakit. Di sana, para dokter dan perawat mungkin mampu menghentikan proses kelahiran yang prematur. Atau, andaipun mereka tidak mampu menyetop persalinan itu, bayi yang lahir punya peluang hidup.
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 100-101.












































