Mubadalah.id – Saat bayi sudah diselimuti dan disusui ibunya, tiba waktunya plasenta keluar dari rahim. Perhatikan vagina untuk melihat kapan tali pusar yang menjulur keluar memanjang. Artinya, plasenta sudah terlepas dari dinding rahim.
Amatilah baik-baik apakah pasien mengalami perdarahan yang banyak atau tidak. Jaga agar jangan sampai terjadi keluarnya darah berlebihan.
Ketika tali pusar yang menjulur keluar vagina sudah memanjang, mintalah pasien mendorongnya, sama seperti mendorong bayi ketika persalinan.
Ingat: yang harus mengeluarkan plasenta itu adalah ibu yang habis melahirkan. Jangan menarik-narik tali pusar yang menjulur itu.
Seandainya pasien sudah mendorong tapi plasenta belum juga keluar seluruhnya, jangan paksakan. Tunggu saja, paling lama sampai 1 jam. Sementara itu Anda bisa mempercepat keluarnya plasenta dengan cara:
Pertama, meminta pasien berjongkok, lalu mendorong seperti kalau mau buang air besar. Kalau dia tidak bisa mendorong, mintalah ia meniupkan napas ke dalam botol, bersin, atau batuk. Akibatnya kira-kira sama dengan mendorong.
Kedua, meminta pasien buang air kecil. Ketiga, membujuk bayi agar menyusu atau mintalah si ibu memutar-mutar puting payudaranya. Ini menyebabkan rahim berkontraksi dan mempercepat lepasnya plasenta yang masih di dalam.
Ketiga, kalau semua itu gagal, suntikkan 10 miligram oksitosin ke paha atau pinggul pasien. Keempat, bila pasien mengeluarkan darah lagi.
Setelah Plasenta Keluar
Biasanya plasenta keluar dalam kondisi utuh, hanya sobek karena dipakai lewat oleh bayi. Tapi kadang masih ada potongan yang ketinggalan dalam rahim. Kalau tidak dikeluarkan, potongan plasenta yang tertinggal bisa menyebabkan infeksi atau perdarahan.
Karena itu, begitu plasenta keluar, teliti baik-baik. Periksa bagian atas dan bawahnya, serta selaput ketuban.
Bila pasien mengalami perdarahan pada tahap ini, atau jika Anda merasa ada potongan yang tertinggal di dalam rahim, ikuti petunjuk tentang penanggulangan perdarahan.
Ketuban Pecah tapi Persalinan Belum Mulai
Kebanyakan perempuan hamil akan memulai persalinan sekitar 24 jam (sehari-semalam) sesudah air ketuban keluar. Kalau sudah lewat sehari-semalam dan kelahiran bayi belum dimulai juga, ibu maupun bayi bisa terkena infeksi yang berbahaya.
Yang harus dilakukan:
Pertama, si ibu jangan memasukkan apa pun ke dalam vagina, termasuk berhubungan seks. Ini bisa menyebabkan infeksi.
Kedua, waspadai terjadinya demam atau bau busuk dari vagina. Ini menandakan mulai adanya infeksi. Pasien yang panas tubuhnya meninggi atau vaginanya mengeluarkan cairan yang baunya tidak sedap perlu diberi infus antibiotika.
Ketiga, bila persalinan sudah mulai, kalau kedua gejala infeksi terjadi, nyawa ibu dan bayi terancam. CEPAT! Larikan pasien ke rumah sakit terdekat.
Keempat, cobalah memulai persalinan. Mintalah pasien menelan 2 sendok makan minyak jarak (kastor), putar-putar puting payudaranya, atau mintalah seseorang mengisap puting itu beberapa saat tiap beberapa jam sekali sampai proses kelahiran.
Barangkali ada ramuan jamu tradisional di tempat itu untuk “memancing” kelahiran. Asalkan Anda tahu betul bahwa ramuan itu tidak membahayakan, ramuan itu boleh ia coba. Bila beberapa jam sesudahnya persalinan belum juga mulai, bawa pasien ke rumah sakit. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 110.











































