Senin, 29 Juni 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Suporter Jepang

    Kritik untuk Suporter Jepang di Piala Dunia 2026: Cuitan Warganet, Sentilan Aristoteles

    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

    Aliansi Perempuan Indonesia

    Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga

    In This Economy

    In This Economy, Perempuan dengan Satu Penghasilan Adalah Kemewahan

    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

    Mubes Warga NU

    Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil

    Muharram

    Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Fikih Penguatan Disabilitas

    Hening yang Berbicara: Ketika Fikih Penguatan Disabilitas Melupakan Perempuan

    Penganiayaan Yuvita

    Kasus Penganiayaan Yuvita: Alarm Bahaya Jebakan Relasi Kuasa

    Anak Autis

    Menjadi Guru bagi Anak Autis, Belajar Menjadi Manusia yang Lebih Peka

    Trotoar Disabilitas

    Ketika Trotoar Disabilitas Beralih Fungsi Menjadi Lahan Parkir dan Area Perdagangan

    Film Taare Zameen Par

    Film Taare Zameen Par: Apakah Ishaan Masih Ada di Sekolah Kita?

    Sakinah

    Mengupayakan Sakinah, Mawaddah dan Warahmah dalam Hubungan Pernikahan

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 Memasuki Era Baru: Perempuan tak Lagi Sekadar Penonton

    limbah kayu

    Mengubah Limbah Kayu Menjadi Peluang Usaha Berkelanjutan di Desa Warukawung

    Pesantren di Pesisir

    Pesantren di Pesisir dan Aktivitas Ekoteologinya

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    peluang hamil

    6 Cara Meningkatkan Peluang Hamil bagi Pasangan Suami Istri

    Masa Subur

    Cara Mengetahui Masa Subur melalui Perubahan Lendir Vagina

    Kesuburan

    4 Faktor yang Dapat Menurunkan Kesuburan Laki-Laki dan Perempuan

    Ketidaksuburan Perempuan

    4 Penyebab Ketidaksuburan pada Perempuan

    Ketidaksuburan

    Mengapa Kehamilan Tak Kunjung Datang? Memahami Penyebab Ketidaksuburan pada Laki-laki

    Ketidaksuburan

    Belum Dikaruniai Anak Setelah Menikah? Kenali Berbagai Penyebab Ketidaksuburan

    Memiliki Anak

    Mengapa Perempuan Selalu Disalahkan saat Pasangan Sulit Memiliki Anak?

    Ummu as-Sa‘d binti ‘Isham

    Mencintai yang Tak Pernah Kita Jumpai: Belajar dari Ummu as-Sa‘d binti ‘Isham

    program KB

    Mengapa sebagian Perempuan Masih Sulit Mengakses Program KB?

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Suporter Jepang

    Kritik untuk Suporter Jepang di Piala Dunia 2026: Cuitan Warganet, Sentilan Aristoteles

    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

    Aliansi Perempuan Indonesia

    Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga

    In This Economy

    In This Economy, Perempuan dengan Satu Penghasilan Adalah Kemewahan

    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

    Mubes Warga NU

    Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil

    Muharram

    Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Fikih Penguatan Disabilitas

    Hening yang Berbicara: Ketika Fikih Penguatan Disabilitas Melupakan Perempuan

    Penganiayaan Yuvita

    Kasus Penganiayaan Yuvita: Alarm Bahaya Jebakan Relasi Kuasa

    Anak Autis

    Menjadi Guru bagi Anak Autis, Belajar Menjadi Manusia yang Lebih Peka

    Trotoar Disabilitas

    Ketika Trotoar Disabilitas Beralih Fungsi Menjadi Lahan Parkir dan Area Perdagangan

    Film Taare Zameen Par

    Film Taare Zameen Par: Apakah Ishaan Masih Ada di Sekolah Kita?

    Sakinah

    Mengupayakan Sakinah, Mawaddah dan Warahmah dalam Hubungan Pernikahan

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 Memasuki Era Baru: Perempuan tak Lagi Sekadar Penonton

    limbah kayu

    Mengubah Limbah Kayu Menjadi Peluang Usaha Berkelanjutan di Desa Warukawung

    Pesantren di Pesisir

    Pesantren di Pesisir dan Aktivitas Ekoteologinya

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    peluang hamil

    6 Cara Meningkatkan Peluang Hamil bagi Pasangan Suami Istri

    Masa Subur

    Cara Mengetahui Masa Subur melalui Perubahan Lendir Vagina

    Kesuburan

    4 Faktor yang Dapat Menurunkan Kesuburan Laki-Laki dan Perempuan

    Ketidaksuburan Perempuan

    4 Penyebab Ketidaksuburan pada Perempuan

    Ketidaksuburan

    Mengapa Kehamilan Tak Kunjung Datang? Memahami Penyebab Ketidaksuburan pada Laki-laki

    Ketidaksuburan

    Belum Dikaruniai Anak Setelah Menikah? Kenali Berbagai Penyebab Ketidaksuburan

    Memiliki Anak

    Mengapa Perempuan Selalu Disalahkan saat Pasangan Sulit Memiliki Anak?

    Ummu as-Sa‘d binti ‘Isham

    Mencintai yang Tak Pernah Kita Jumpai: Belajar dari Ummu as-Sa‘d binti ‘Isham

    program KB

    Mengapa sebagian Perempuan Masih Sulit Mengakses Program KB?

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Film

Review Film Penyalin Cahaya dan Makna 3M dalam Kasus Kekerasan Seksual

Film ini juga dengan ciamik menyentakkan kita bahwa ternyata langkah 3M tidak hanya diaplikasikan pihak-pihak berwenang dalam pencegahan demam berdarah, namun merambah pula pada kasus kekerasan seksual

Hasna Azmi Fadhilah by Hasna Azmi Fadhilah
17 Januari 2022
in Film
A A
0
Film Penyalin Cahaya

Perempuan

6
SHARES
298
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Semenjak booming November tahun lalu karena berhasil menyerobot 12 Piala Citra dalam Festival Film Indonesia (FFI), film Penyalin Cahaya yang berkisah tentang kasus korban pelecehan seksual, sudah menjadi daftar film yang saya nantikan penayangannya.

Namun tak dinyana, beberapa hari sebelum meluncur untuk tontonan publik, kabar buruk itu menyeruak: salah seorang tim produksi sekaligus penulis skenario bernama Henricus Pria malah terganjal kasus pelecehan seksual! Isu tak sedap itu pun sontak mendorong tim utama produksi untuk meminta maaf dan langsung mencoret Henri dari daftar credit di akhir film.

Meski sikap sang sutradara, Wregas Bhanuteja tegas dalam menyoal pencantuman nama Henri di film, namun hal tersebut tak menyurutkan protes publik. Beberapa pihak bahkan menyuarakan agar raihan Piala Citra yang mencatut terduga pelaku juga dicabut agar ke depannya isu pelecehan seksual tidak sebatas hanya menjadi komoditas industri hiburan semata.

Walau begitu, banyak peminat film yang tetap meminta agar kasus tersebut tidak mendorong cancel culture dengan aksi boikot film. Sebab, menurut mereka sikap menghukum rata semua kru justru akan menimbulkan ketidakadilan baru, padahal proses produksi tidak hanya melibatkan satu individu saja.

Terlepas dari pro kontra yang ditimbulkan oleh film yang berhasil mematahkan rekor FFI dari ‘Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak’ ini, perlu diakui bahwa akting para aktor dan aktrisnya perlu diacungi jempol. Mereka benar-benar menjalankan peran dengan totalitas, termasuk aktor kawakan Lukman Sardi.

Dalam film, ia berperan sebagai ayah bintang utama, Suryani, yang sangat konservatif. Tak hanya itu, alur pencitraan yang dekat dengan dunia mahasiswa juga membuat ‘Penyalin Cahaya’ sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari anak muda.

Alur ceritanya sendiri mengarah pada kisah Suryani (Shenina Cinnamon), seorang mahasiswi baru dari golongan kurang mampu, namun rajin dan cerdas. Atas kegigihannya, ia berhasil memperoleh beasiswa dari kampus untuk tahun pertama. Di sela-sela kesibukan kuliah, ia juga membantu ekskul teater dalam pembuatan website.

Bahkan ia berhasil membantu komunitas teater tersebut meraih penghargaan. Raihan prestasi tersebut kemudian berlanjut dengan acara pesta di rumah Rama (Giulio Parengkuan). Tak dinyana, pesta yang ia harapkan mampu membantunya untuk mengaktualisasikan diri justru menjadi awal bencana bagi Suryani. Sur, begitu ia akrab disapa, justru kembali dari pesta dengan keadaan mabuk, tak sadarkan diri. Dari sana lah, kejadian buruk bertubi-tubi muncul yang mendorong Sur untuk memecahkan teka-teki dibalik nasib naas yang dialaminya.

Overall, film Penyalin Cahaya berhasil menyuarakan isu kekerasan seksual, meski tidak secara blak-blakan. Wregas banyak menggunakan pesan metafora dan simbolis yang meminta pembaca untuk berkonsentrasi penuh dengan apa yang ia maksud.

Penggambaran Medusa hingga langkah 3M (Menguras, Menutup, dan Mengubur) yang diasosiasikan dengan realitas berbagai kasus pelecehan seksual menyimpan pesan tersirat dan mungkin tak ditangkap sepenuhnya oleh penonton. Terlebih, pengembangan karakter yang cukup mencolok masih menyisakan tanda tanya yang belum seluruhnya terjawab sampai film selesai.

Tak hanya itu, meski mengangkat isu kekerasan seksual yang kini tengah disorot oleh khalayak umum, namun film penyalin cahaya belum mampu menengahkan dinamika internal sang korban ketika terjadi pelecehan. Memang, ada beberapa adegan yang membuat Suryani depresi, namun itu semua tertutup rapat dengan pencarian ala detektif-nya yang dipaksakan terlalu logis.

Bisa jadi hal ini disebabkan oleh kentalnya maskulinitas para kru film yang terlalu didominasi oleh kaum laki-laki. Alih-alih mengajak mendalami bagaimana beban fisik dan psikologis korban, ‘Penyalin Cahaya’ hanya fokus pada penuntasan siapa pelaku dan bagaimana ia melakukannya. Meski itu pun, masih meninggalkan banyak ‘lubang’ yang tak digarap maksimal, sehingga membuat penonton perlu menebak-nebak reka kejadian secara utuh.

Satu lagi yang mengganjal bagi saya adalah adegan teatrikal pelaku di penghujung film yang justru kurang masuk dengan kepingan-kepingan sebelumnya. Walau, saya menebak, itu adalah cara Wregas untuk menjelaskan makna dibalik kisah Medusa dengan Poseidon yang disampaikan secara simbolik dalam film.

Tapi perlu dicatat, di balik beragam kekurangan dalam film ‘Penyalin Cahaya’, kita perlu mengapresiasi industri perfilman tanah air yang mulai menggarap isu-isu sensitif yang sebelumnya jarang sekali disorot. Film produksi Rekata Studio dan Kaninga Pictures ini juga berhasil menyampaikan pesan bahwa pelecehan seksual tidak selalu berbentuk perkosaan tapi bisa berupa fetish kelainan seksual yang menyebabkan pelaku memiliki keanehan tersendiri dalam menyalurkan hasratnya tanpa seizin dari korban.

Film ini juga dengan ciamik menyentakkan kita bahwa ternyata langkah 3M tidak hanya diaplikasikan pihak-pihak berwenang dalam pencegahan demam berdarah, namun merambah pula pada kasus kekerasan seksual.

Bagaimana tidak? Jika kasus kekerasan seksual mencuat, yang terjadi adalah mereka ‘Menguras’ emosi, fisik, hingga psikis korban, ‘Menutup’ rapat kasusnya demi nama baik pelaku hingga lembaga, serta ‘Mengubur’ kasusnya dalam-dalam dengan musyawarah mufakat atau diselesaikan secara kekeluargaan. Tak heran, para korban kekerasan seksual pun kesulitan mencari keadilan. Bak sudah jatuh, terimpa tangga pula! []

Tags: FilmFilm Penyalin CahayaKekerasan seksual
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Urgensi UU TPKS, dan Misi Kerasulan

Next Post

Pentingnya Pendidikan Alternatif bagi Perempuan di Pedesaan

Hasna Azmi Fadhilah

Hasna Azmi Fadhilah

Belajar dan mengajar tentang politik dan isu-isu perempuan

Related Posts

Pesantren Putra
Publik

Runtuhnya Anggapan Misoginis dan Peran Pesantren Putra dalam Mencegah Kekerasan Seksual

25 Juni 2026
Kekerasan Seksual di Pesantren
Aktual

Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

11 Juni 2026
Kekerasan Seksual di Pesantren
Publik

Empat Langkah Kongkrit Membangun Pesantren yang Aman dari Kekerasan Seksual

11 Juni 2026
Santri Aman
Publik

Santri Aman, Pesantren Beradab; Membaca Ulang Pancasila di Kamar Asrama

8 Juni 2026
Virginia Woolf
Keluarga

Virginia Woolf, Inses, dan Cara Melewati Masa Paling Traumatis dalam Keluarga

4 Juni 2026
Kekerasan
Pernak-pernik

Cara Perempuan Penyandang Disabilitas Melindungi Diri dari Kekerasan Seksual

3 Juni 2026
Next Post
Social Justice Day, Vagabond

Pentingnya Pendidikan Alternatif bagi Perempuan di Pedesaan

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • 6 Cara Meningkatkan Peluang Hamil bagi Pasangan Suami Istri
  • Hening yang Berbicara: Ketika Fikih Penguatan Disabilitas Melupakan Perempuan
  • Cara Mengetahui Masa Subur melalui Perubahan Lendir Vagina
  • 4 Faktor yang Dapat Menurunkan Kesuburan Laki-Laki dan Perempuan
  • Kritik untuk Suporter Jepang di Piala Dunia 2026: Cuitan Warganet, Sentilan Aristoteles

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0