Mubadalah.id – Momentum Mei bagi gerakan perempuan di Indonesia menyimpan getaran spiritual dan intelektual yang mendalam. Sebagaimana pesan yang kerap digaungkan oleh Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), bulan Mei adalah bulan kebangkitan ulama perempuan.
Di tengah nafas kebangkitan ini, Nasyiatul Aisyiyah (NA) merayakan miladnya yang ke-95 pada 16 Mei 2026. Mengusung tema “Srikandi Penjaga Peradaban,” organisasi otonom putri Muhammadiyah ini menegaskan perannya bukan hanya sebagai penjaga moral keluarga, melainkan pelopor gerakan menjaga bumi melalui konsep ecofeminisme yang membumi dalam pilar Keluarga Muda Tangguh.
Nasyiatul Aisyiyah telah menempuh perjalanan panjang sejak didirikan pada tahun 1931 di Yogyakarta. Sebagai organisasi yang menjalankan dakwah amar makruf nahi munkar dan tajdid, NA memiliki tanggung jawab besar untuk membentuk pribadi putri Islam yang mampu membangun masyarakat idaman.
Saat ini, tantangan peradaban tidak lagi hanya soal dekadensi moral, tetapi juga krisis ekologi yang mengancam keberlangsungan hidup manusia. Di sinilah NA hadir sebagai Srikandi yang berdiri tegak di garda depan pelestarian lingkungan.
Ecofeminisme: Perempuan sebagai Aktor Strategis
Peradaban baru saat ini terbentuk oleh dua arus besar: digital dan ekologis. Nasyiatul Aisyiyah menyadari bahwa perubahan iklim memberikan dampak yang luar biasa berat bagi perempuan dan kelompok marjinal lainnya. Perempuan sering kali menjadi pihak yang paling rentan saat bencana ekologi terjadi karena ketergantungan mereka pada sumber daya alam dan minimnya keterlibatan dalam pengambilan keputusan lingkungan.
Namun, NA menolak narasi perempuan hanya sebagai korban. Paradigma ecological civilization (Eco-Civilization) menekankan harmoni antara manusia dan alam. Dalam pandangan ini, perempuan memiliki peran strategis sebagai agen solusi. Melalui gerakan “Green Nasyiah,” NA telah melahirkan ratusan duta lingkungan yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka menjadi bukti nyata bahwa spiritualitas Islam harus mewujud dalam perilaku yang ramah air dan peduli pada keberlanjutan ekosistem.
Ecofamily dalam Pilar Keluarga Muda Tangguh
Jantung dari gerakan pelestarian bumi dalam Nasyiatul Aisyiyah terletak pada konsep Ecofamily. Konsep ini terintegrasi secara kuat dalam program Keluarga Muda Tangguh (KMT). Keluarga bukan hanya unit terkecil masyarakat untuk pendidikan anak, tetapi juga ekosistem pertama untuk menyemai budaya ramah lingkungan.
Dalam rekomendasi Tanwir II NA 2025, pilar kesembilan secara eksplisit menekankan pada “Berkesadaran lingkungan dan kesiapsiagaan terhadap bencana”. Implementasi Ecofamily ini menuntut kader NA untuk menjadikan gaya hidup ekologis sebagai bagian dari identitas keluarga. Beberapa langkah nyata yang diusung antara lain, pertama, membiasakan konsumsi yang tidak berlebihan (israf) dan menghindari pemborosan (tabdzir). Hal ini sejalan dengan Fikih Air Muhammadiyah yang menekankan efisiensi penggunaan sumber daya.
Kedua, membudayakan pemilahan sampah organik dan non-organik di level rumah tangga. Ketiga, mendorong wirausaha ekonomi sirkular, seperti produk UMKM dari bahan daur ulang atau agrowisata organik. Keempat, orang tua berfungsi sebagai pendidik pertama yang menanamkan rasa cinta pada alam kepada anak sejak dini.
Dengan menjalankan pilar-pilar ini, keluarga muda NA tidak hanya membangun ketangguhan internal, tetapi juga berkontribusi pada mitigasi krisis ekologi global.
Sinergi Tauhid dan Pelestarian Bumi
Dasar filosofis dari seluruh gerakan menjaga bumi ini adalah Tauhid. Kepercayaan tauhid melahirkan kesadaran bahwa seluruh alam semesta, termasuk air dan tanah, adalah ciptaan Allah yang harus dipelihara. Manusia diposisikan sebagai khalifah atau mandataris Allah di bumi yang bertugas memakmurkannya, bukan mengeksploitasinya.
Fikih Air Muhammadiyah mengingatkan bahwa merusak sumber daya air adalah haram karena setara dengan merusak ekosistem secara keseluruhan. Oleh karena itu, setiap mukallaf wajib berperan aktif dalam upaya konservasi sebagai perwujudan ibadah. Nasyiatul Aisyiyah menerjemahkan nilai-nilai langit ini menjadi aksi bumi yang nyata melalui pendidikan perilaku ramah lingkungan di setiap tingkatan pimpinan.
Mubadalah dan Keadilan Ekologis
Dalam perspektif mubadalah (kesalingan), menjaga bumi adalah tanggung jawab kolektif antara laki-laki dan perempuan. Islam mengajarkan kesetaraan (al-musawah) di hadapan Allah, di mana nilai seseorang diukur dari kualitas takwa dan amal salihnya. Keadilan harus kita tegakkan dalam keluarga, termasuk keadilan dalam berbagi beban tanggung jawab domestik agar perempuan memiliki ruang untuk berkontribusi dalam isu-isu publik seperti pelestarian lingkungan.
Keluarga Muda Tangguh NA mempraktikkan pola hubungan yang dialogis dan seimbang. Suami dan istri saling mendukung untuk mengembangkan potensi diri dan bersama-sama menjaga keselamatan keluarga dari dampak buruk perubahan iklim. Inilah inti dari Srikandi Penjaga Peradaban: perempuan yang berdaya secara intelektual, kokoh secara spiritual, dan aktif secara ekologis.
Menuju Satu Abad yang Mencerahkan
Refleksi Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa peradaban yang mulia tidak akan tegak di atas bumi yang rusak. Sebagai organisasi yang lahir dari rahim kebangkitan nasional, NA memiliki mandat untuk terus relevan dengan tantangan zaman.
Penerapan Ecofeminisme dan Ecofamily dalam Keluarga Muda Tangguh bukan tren ikut-ikutan, melainkan kebutuhan darurat untuk menyelamatkan masa depan generasi mendatang. Mari kita jadikan bulan Mei sebagai pengingat akan bangkitnya peran ulama perempuan dalam merumuskan solusi atas krisis kemanusiaan dan ekologi.
Dengan semangat “Albirru Manittaqaa” (Kebajikan adalah bagi siapa saja yang bertakwa), Nasyiatul Aisyiyah akan terus melangkah menuju satu abad usianya dengan komitmen yang tak tergoyahkan untuk menjaga martabat perempuan dan kelestarian semesta. Kita adalah penjaga peradaban, dan peradaban itu dimulai dari cara kita memperlakukan bumi yang kita pijak hari ini. []
*Disclaimer : tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mewakili Lembaga/organisasi












































