Mubadalah.id – Bagaimana perasaan seorang perempuan yang mengalami menopause kerap bergantung pada bagaimana pengaruh perubahan-perubahan ragawi itu terhadap perasaannya.
Selain itu, juga bergantung pada cara pandang masyarakat tentang perempuan yang menua serta cara memperlakukannya. Mungkin Anda merasa lega karena tidak usah lagi repot mengurus haid, tapi bisa jadi Anda merasa sedih sebab tidak bisa lagi memiliki anak. Perasaan-perasaan itu wajar.
Hal yang bisa Anda lakukan:
Pertama, bila Anda sulit menghentikan sama sekali minum alkohol, usahakan sesedikit mungkin, karena alkohol hanya akan meningkatkan pendarahan dan rasa kepanasan.
Kedua, hentikan merokok. Ini bisa menyebabkan pendarahan yang tidak seperti biasanya, serta menyebabkan problem kerapuhan tulang makin parah.
Ketiga, jelaskan pada keluarga Anda bahwa perasaan Anda mungkin akan mudah berubah. Ini perlu agar mereka tidak kaget, lebih menenggang perubahan perasaan yang mendadak, dan tidak terjadi percekcokan atau masalah lain yang tidak perlu terjadi.
Keempat, kalau perlu, bicaralah dengan sesama perempuan yang juga sedang menopause tentang perasaan masing-masing.
Kelima, tanyakan pada perempuan lain yang lebih tua, apakah ada jamu-jamuan yang bisa meredakan gejala-gejala yang mengganggu. Kakak perempuan, bibi, ibu, atau kalau masih ada, nenek, mungkin tahu.
Obat-obatan untuk Mengatasi Problem selama Menopause
Bila Anda menopause dan mengalami gejala-gejala yang sangat mengganggu sehingga menghentikan kegiatan sehari-hari, atau menyebabkan Anda tidak bisa tidur selama bermalam-malam, Anda boleh mencoba obat-obatan untuk beberapa hari dan mengamati apakah ada perbaikan.
Pengobatan yang umum diberikan disebut terapi penggantian hormon. Seperti sudah kami jelaskan di muka, ketika menopause tubuh Anda sudah mengurangi dan akhirnya menghentikan pasokan hormon estrogen dan progesteron. Terapi penggantian hormon dilakukan untuk memasok hormon yang tidak dibuat lagi oleh tubuh, karena itu obat-obatan yang diberikan dibuat dari kedua hormon tadi.
Bila Anda telah memutuskan untuk menjalani terapi ini, yang Anda peroleh harus selalu kedua hormon sekaligus, kecuali jika pernah mengalami operasi pengangkatan rahim. Bila Anda hanya menambah hormon estrogen saja, Anda bisa terkena kanker rahim.
Terapi penggantian hormon dapat menghentikan serangan kepanasan dan keringatan yang mengganggu, serta membuat vagina lebih basah. Bila Anda melakukan perawatan dalam waktu lama, terapi itu bisa membantu mengurangi risiko kesehatan lain. Misalnya kerapuhan tulang dan penyakit jantung, yang disebabkan oleh menurunnya estrogen dalam tubuh.
Tetapi terapi itu bisa memakan biaya yang cukup banyak, lagi pula bisa menyebabkan peningkatan risiko penyakit ginjal/kandung kemih. Ada pula efek samping seperti pendarahan dari vagina, kram, mual-mual, payudara mengendor, berat badan naik, dan depresi atau perasaan tertekan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 161. []









































