Mubadalah.id – Bila keluarga seorang perempuan tidak mendukung upayanya untuk memperoleh makanan yang lebih baik, atau menolak makan bersama dengan pembagian porsi yang setara, doronglah perempuan tersebut untuk melakukan berbagai cara yang memungkinkan agar ia tetap mendapatkan makanan yang cukup.
Misalnya, ia dapat makan makanan tambahan di luar waktu makan keluarga, menyimpan sebagian makanan untuk dirinya sendiri saat memasak, atau mengonsumsinya ketika suami atau anggota keluarga lainnya sedang tidak berada di rumah.
Selain itu, tidak kita benarkan bahwa orang sakit tidak membutuhkan makanan sebanyak orang sehat. Anggapan ini keliru dan berbahaya. Makanan yang cukup dan bergizi bukan hanya berfungsi mencegah penyakit, tetapi juga membantu proses pemulihan dari penyakit.
Karena itu, baik dalam keadaan sehat maupun sakit, seseorang tetap membutuhkan makanan yang cukup. Memang ada beberapa jenis penyakit yang memerlukan pengaturan makanan tertentu. Namun secara umum, makanan yang baik dikonsumsi seseorang ketika sehat juga akan bermanfaat ketika ia sedang sakit.
Jenis Penyakit Akibat Kekurangan Gizi
Sebagaimana telah dipaparkan sebelumnya, perempuan dari berbagai kelompok usia sering mengalami kekurangan makanan. Dari sedikit makanan yang mereka konsumsi, kandungan gizinya pun sering kali tidak memadai. Akibatnya, perempuan menjadi lebih mudah terserang penyakit.
Jenis penyakit yang umum menjangkit perempuan akibat kekurangan gizi salah satunya adalah anemia.
Anemia atau kurang darah berarti jumlah sel darah merah yang sehat dalam tubuh tidak mencukupi kebutuhan tubuh. Dalam tubuh manusia, sel darah merah terus-menerus diperbarui secara alami. Anemia terjadi ketika sel-sel darah merah lebih cepat rusak daripada kemampuan tubuh untuk menggantinya.
Selama menstruasi, perempuan kehilangan darah. Oleh karena itu, anemia paling sering dialami oleh perempuan usia subur, yaitu sejak masa pubertas hingga menopause.
Ketika hamil, tubuh perempuan harus memproduksi lebih banyak sel darah merah untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya dan janin yang sedang tumbuh. Saat ini, hampir separuh perempuan hamil di dunia mengalami anemia karena tubuh mereka tidak mampu memproduksi sel darah merah secepat kebutuhan yang meningkat selama kehamilan.
Mungkin selama ini Anda belum menyadari bahwa anemia merupakan penyakit yang serius dan berbahaya. Bila seseorang mengalami anemia, ia akan lebih rentan terhadap berbagai penyakit lainnya. Kemampuan untuk bekerja dan belajar juga dapat menurun.
Selain itu, saat persalinan, perempuan yang mengalami anemia memiliki risiko lebih besar mengalami pendarahan hebat dan bahkan meninggal akibat kehilangan darah yang berlebihan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 221.







































