Mubadalah.id – Banyak perempuan mengira ASI mereka tidak cukup untuk memberi makan bayinya. Namun sebenarnya, bahkan ibu yang makannya sedikit pun umumnya tetap mampu menghasilkan ASI yang cukup.
Jumlah ASI yang diproduksi tubuh sangat bergantung pada seberapa banyak bayi menyusu. Semakin sering dan semakin banyak bayi menyusu, semakin banyak pula ASI yang diproduksi tubuh.
Sebaliknya, jika Anda merasa ASI sedikit lalu menghentikan menyusui dan menggantinya dengan susu formula, tubuh justru akan semakin mengurangi produksi ASI.
Ada kalanya bayi tampak ingin terus menyusu. Banyak ibu merasa khawatir dan takut kehabisan ASI ketika melihat nafsu menyusu bayinya seperti itu. Namun jangan takut.
Jika Anda mengikuti keinginan bayi untuk menyusu lebih sering, produksi ASI tidak akan berkurang, bahkan justru akan meningkat sesuai kebutuhan bayi. Dalam beberapa hari, biasanya bayi akan tampak lebih puas setelah menyusu.
Menyusui pada malam hari juga membantu meningkatkan produksi ASI. Karena itu, usahakan tetap menyusui bayi sesering yang ia inginkan.
Jangan mudah percaya pada anggapan bahwa ASI Anda terlalu sedikit, meskipun yang mengatakan itu adalah dokter, bidan, perawat, atau tenaga kesehatan lainnya, selama bayi masih menunjukkan tanda-tanda tumbuh sehat.
Anggapan Tidak Benar
Sebagian orang mengira banyak atau sedikitnya ASI dapat diketahui dari bagaimana rasa payudara ibu. Jika payudara terasa penuh dan sesak dianggap berarti ASI banyak, sedangkan jika terasa ringan dianggap ASI sedikit. Anggapan ini tidak benar. Semakin berpengalaman seorang ibu menyusui, biasanya payudaranya justru terasa lebih ringan meski produksi ASI tetap cukup.
Ada pula anggapan bahwa payudara besar menghasilkan ASI lebih banyak, sedangkan payudara kecil menghasilkan ASI sedikit. Ini juga keliru. Payudara besar maupun kecil sama-sama mampu menghasilkan ASI yang cukup bagi bayi.
Lalu, bagaimana mengetahui bayi sudah cukup mendapat ASI?
Berikut beberapa tandanya:
Pertama, bayi tumbuh sehat sesuai usianya dan tampak bahagia. Kedua, bayi mengompol enam kali atau lebih setiap hari. Ketiga, bayi buang air besar sekitar 1 sampai 3 kali dalam sehari semalam.
Biasanya bayi mulai buang air kecil dan besar secara teratur sejak usia sekitar lima hari. Dari situ, Anda dapat mulai memperhatikan apakah kebutuhan ASI bayi sudah tercukupi atau belum. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 147.












































