Minggu, 19 Juli 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Sejarah Prancis

    Runtuhnya Bastille dan Hipokrisi Egalite: Membaca Sejarah Prancis melalui Lensa Mubadalah

    Kekerasan di Sampang

    Lubang Perlindungan Perempuan; Akar Kekerasan di Sampang dan Pesan Fatwa KUPI

    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

    Pemadaman Listrik

    Pemadaman Listrik Bergilir: Ironi Negara Eksportir Batu Bara

    Suporter Jepang

    Kritik untuk Suporter Jepang di Piala Dunia 2026: Cuitan Warganet, Sentilan Aristoteles

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Zakat

    Bolehkah Zakat Diberikan Kepada Penyintas Kekerasan?

    Kepemimpinan Beragam Gender

    Lebih Beragam, Lebih Hijau: Mengubah Dunia Lewat Kepemimpinan Beragam Gender

    Memahami Islam

    Sudah Saatnya Memahami Islam sebagai Sumber Inspirasi

    Poskolonialisme

    Aroma Poskolonialisme di Final Piala Dunia 2026: Albiceleste Kontra La Roja

    Militerisasi

    Menyoal Militerisasi Tata Kelola Koperasi Desa

    Lagu Teh Hijau

    Lagu Teh Hijau Karya Tulus dan Seni Merayakan Kehampaan bagi Perempuan

    Hukum Adat Bali

    Karang Memadu: Bukti Hukum Adat Bali Melindungi Perempuan

    Pemberian

    Ketika Sebuah Pemberian Menjadi Tanda Kepedulian

    Nikah Sirri

    Enam Langkah Cerai Sirri bagi Perempuan yang Terjebak Nikah Sirri

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    HIV Menular

    HIV Menular Melalui Apa Saja? Cek Fakta dan Mitosnya

    Apa itu AIDS

    Apa itu AIDS?

    Apa itu HIV

    Apa itu HIV?

    Jalan Kebahagiaan

    Menggapai As-Sa’adah: Jalan Kebahagiaan Menurut Imam al-Ghazali

    HIV

    Mengapa Perempuan Lebih Rentan Tertular HIV?

    AIDS

    Jangan Percaya Mitos, Kenali Fakta tentang HIV dan AIDS

    Mencegah Penyakit Menular Seksual

    Membangun Kesadaran Masyarakat untuk Mencegah Penyakit Menular Seksual

    Pengobatan Penyakit Menular

    Tips Menjalani Pengobatan Penyakit Menular Seksual agar Tidak Menulari Pasangan

    Penyakit Menular

    7 Cara Mencegah Penyebaran Penyakit Menular Seksual di Masyarakat

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Sejarah Prancis

    Runtuhnya Bastille dan Hipokrisi Egalite: Membaca Sejarah Prancis melalui Lensa Mubadalah

    Kekerasan di Sampang

    Lubang Perlindungan Perempuan; Akar Kekerasan di Sampang dan Pesan Fatwa KUPI

    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

    Pemadaman Listrik

    Pemadaman Listrik Bergilir: Ironi Negara Eksportir Batu Bara

    Suporter Jepang

    Kritik untuk Suporter Jepang di Piala Dunia 2026: Cuitan Warganet, Sentilan Aristoteles

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Zakat

    Bolehkah Zakat Diberikan Kepada Penyintas Kekerasan?

    Kepemimpinan Beragam Gender

    Lebih Beragam, Lebih Hijau: Mengubah Dunia Lewat Kepemimpinan Beragam Gender

    Memahami Islam

    Sudah Saatnya Memahami Islam sebagai Sumber Inspirasi

    Poskolonialisme

    Aroma Poskolonialisme di Final Piala Dunia 2026: Albiceleste Kontra La Roja

    Militerisasi

    Menyoal Militerisasi Tata Kelola Koperasi Desa

    Lagu Teh Hijau

    Lagu Teh Hijau Karya Tulus dan Seni Merayakan Kehampaan bagi Perempuan

    Hukum Adat Bali

    Karang Memadu: Bukti Hukum Adat Bali Melindungi Perempuan

    Pemberian

    Ketika Sebuah Pemberian Menjadi Tanda Kepedulian

    Nikah Sirri

    Enam Langkah Cerai Sirri bagi Perempuan yang Terjebak Nikah Sirri

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    HIV Menular

    HIV Menular Melalui Apa Saja? Cek Fakta dan Mitosnya

    Apa itu AIDS

    Apa itu AIDS?

    Apa itu HIV

    Apa itu HIV?

    Jalan Kebahagiaan

    Menggapai As-Sa’adah: Jalan Kebahagiaan Menurut Imam al-Ghazali

    HIV

    Mengapa Perempuan Lebih Rentan Tertular HIV?

    AIDS

    Jangan Percaya Mitos, Kenali Fakta tentang HIV dan AIDS

    Mencegah Penyakit Menular Seksual

    Membangun Kesadaran Masyarakat untuk Mencegah Penyakit Menular Seksual

    Pengobatan Penyakit Menular

    Tips Menjalani Pengobatan Penyakit Menular Seksual agar Tidak Menulari Pasangan

    Penyakit Menular

    7 Cara Mencegah Penyebaran Penyakit Menular Seksual di Masyarakat

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Buku

Young, Gifted and Black: Kisah Changemakers Tokoh Kulit Hitam Dunia

Buku Young, Gifted and Black  karya Jamia Wilson memperkenalkan 52 tokoh kulit hitam yang memberikan kontribusi luar biasa di berbagai bidang

Layyin Lala by Layyin Lala
28 Oktober 2025
in Buku, Rekomendasi
A A
0
Young, Gifted and Black

Young, Gifted and Black

24
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Buku Young, Gifted and Black  karya Jamia Wilson memperkenalkan 52 tokoh kulit hitam yang memberikan kontribusi luar biasa di berbagai bidang. Ke-52 tokoh tersebut merupakan pahlawan yang kisah hidupnya mampu memberi inspirasi. Terutama bagi generasi muda, untuk terus berjuang dan menggapai mimpi. 

Setiap tokoh dalam buku tersebut membawa pesan bahwa keberanian dan keyakinan pada tujuan hidup dapat membawa perubahan besar bagi masyarakat. Beberapa tokoh perempuan di buku Young, Gifted and Black sangat menonjol perannya untuk perdamaian, keadilan sosial, dan pemberdayaan masyarakat  antara lain Nelson Mandela, Barack dan Michelle Obama, Harriet Tubman, Serena dan Venus Williams, Oprah Winfrey, hingga sutradara Ava DuVernay. 

Kisah para tokoh perempuan berkulit hitam yang berprestasi sangatlah membantu para pembaca buku Young, Gifted and Black, khususnya anak-anak, untuk memahami menegani sejarah dan perjuangan yang lahir dari kerja keras serta ketahanan diri.

Malorie Blackman: Penulis Perempuan Asal Inggris yang Mengangkat Kisah-kisah Kelompok Kulit Hitam

Salah satu nilai utama yang mengikat para tokoh dalam buku Young, Gifted and Black adalah bentuk resiliensi diri. Resiliensi merupakan kemampuan untuk bangkit dan menguat setelah menghadapi penderitaan dan kesulitan. 

Penulis menyoroti kisah Malorie Blackman, penulis asal Inggris yang karyanya sempat tertolak lebih dari 80 penerbit sebelum akhirnya berhasil terbit. Masa kecil Blackman diwarnai oleh tantangan, termasuk perpisahan orang tuanya dan pengalaman diskriminasi rasial yang memotivasinya untuk membuktikan kemampuan diri. Setelah menempuh studi di bidang ilmu komputer di Thames Polytechnic, ia bekerja dalam industri teknologi sebelum menerbitkan buku pertamanya Not So Stupid! pada tahun 1990.

Sebagai penulis, Blackman berkomitmen menampilkan tokoh-tokoh kulit hitam dalam ceritanya, menjawab ketiadaan representasi yang ia rasakan ketika kecil. Karya terkenalnya, Noughts and Crosses (2001), yang menceritakan dunia terbalik antara kelompok berkulit hitam yang berkuasa dan kelompok berkulit putih yang tertindas. Atas kontribusinya bagi sastra anak, ia dianugerahi Eleanor Farjeon Award (2005) dan Order of the British Empire (OBE) pada tahun 2008, serta menjabat sebagai Children’s Laureate Inggris pada 2013.

George Washington Carver: Saintis Kulit Hitam yang Berpengaruh di Dunia

George Washington Carver (sekitar 1864–1943) adalah ilmuwan, penemu, dan pendidik Afrika-Amerika yang lahir sebagai budak di Missouri dan kemudian menjadi tokoh penting dalam bidang pertanian berkelanjutan. Ia meneliti tanaman seperti kacang tanah, ubi jalar, dan kedelai, serta mengembangkan lebih dari 300 produk turunan dari kacang tanah, termasuk cat, sabun, plastik, dan kosmetik.

Lulusan Iowa State Agricultural College tersebut menjadi profesor di Tuskegee Institute atas undangan Booker T. Washington, di mana ia mempromosikan rotasi tanaman untuk memperbaiki tanah yang rusak akibat penanaman kapas berlebihan. Carver juga menciptakan “Jesup Wagon” sebagai laboratorium keliling untuk petani miskin dan menjadi penasihat bagi Presiden Theodore Roosevelt serta Mahatma Gandhi.

Terkenal karena kesederhanaannya dan dedikasinya terhadap pendidikan, ia meninggal pada tahun 1943 dan diabadikan melalui George Washington Carver National Monument, monumen nasional pertama di Amerika Serikat yang didedikasikan untuk seorang tokoh kulit hitam.

Harriet Tubman: Aktivis Perempuan Penghapus Perbudakan Perempuan Berkulit Hitam

Perjuangan menuju perdamaian juga tercermin dalam kisah Harriet Tubman. Harriet Tubman (1822–1913) merupakan tokoh perempuan kulit hitam Amerika yang lahir sebagai budak di Dorchester County, Maryland, dan kemudian melarikan diri menuju Philadelphia untuk memperoleh kebebasan.

Setelah bebas, ia mendedikasikan hidupnya untuk gerakan penghapusan perbudakan dengan menjadi konduktor dalam Underground Railroad, jaringan rahasia yang membantu sekitar tujuh puluh budak melarikan diri menuju utara.

Pengalaman masa kecilnya yang penuh kekerasan, termasuk cedera kepala berat yang menyebabkan narcolepsy. Tubman juga berperan dalam Perang Saudara Amerika sebagai perawat, mata-mata, dan pemimpin militer perempuan pertama yang memimpin serangan bersenjata, yaitu Combahee River Raid. Setelah perang, ia melanjutkan kiprahnya sebagai dermawan dan aktivis hak perempuan dengan mendirikan Home for the Aged & Indigent Negroes di Auburn, New York.

Cathy Freeman: Atlet Perempuan Aborigin Pertama yang Bertanding di Olimpiade

Cathy Freeman, atlet lari asal Australia, juga menjadi contoh kuat dari resiliensi. Freeman (lahir 16 Februari 1973 di Mackay, Queensland, Australia) merupakan pelari cepat Australia yang terkenal karena kehebatannya dalam nomor 400 meter dan menjadi orang Aborigin Australia pertama yang memenangkan medali emas individu di Olimpiade.

Ia mulai berlari secara kompetitif atas dorongan ayah tirinya dan meraih emas pertamanya pada usia 17 tahun dalam estafet 4 × 100 meter di Commonwealth Games 1990. Pada 1992, Freeman menjadi atlet Aborigin pertama yang bertanding di Olimpiade. Ia kemudian memenangkan dua emas di Commonwealth Games 1994 dan perak di Olimpiade Atlanta 1996 sebelum meraih emas dunia di Kejuaraan Dunia 1997 dan 1999.

Momen puncaknya terjadi di Olimpiade Sydney 2000, ketika ia tidak hanya menyalakan obor Olimpiade dalam upacara pembukaan, tetapi juga memenangkan medali emas 400 meter sambil membawa bendera Australia dan bendera Aborigin sebagai simbol persatuan dan rekonsiliasi.

Freeman mendapatkan gelar Australian of the Year pada 1998 dan pensiun dari atletik pada 2003. Ia kemudian mendirikan Catherine Freeman Foundation pada 2007, yang berfokus pada pendidikan dan kesejahteraan anak-anak Aborigin di Australia.

Ava DuVernay: Perempuan Kulit Hitam Pertama yang Dinominasikan untuk Golden Globe sebagai Sutradara Terbaik

Ava Marie DuVernay (lahir 24 Agustus 1972 di Long Beach, California) adalah sutradara, produser, dan penulis naskah asal Amerika Serikat.   Karya-karyanya terkenal dengan menyoroti pengalaman dan isu sosial komunitas Afrika-Amerika. Ia menjadi perempuan kulit hitam pertama yang dinominasikan untuk Golden Globe sebagai Sutradara Terbaik. Juga yang pertama menyutradarai film yang dinominasikan untuk Academy Award kategori Best Picture melalui film Selma (2014).

DuVernay memulai kariernya di bidang publisitas film sebelum beralih ke penyutradaraan dengan dokumenter This Is the Life (2008). Ia kemudian mendirikan Array, perusahaan distribusi yang mendukung sineas perempuan dan orang kulit berwarna.

Film-filmnya yang terkenal meliputi Middle of Nowhere (2012), 13th (2016), A Wrinkle in Time (2018). Serta miniseri When They See Us (2019) yang meraih 16 nominasi Emmy. Karya-karyanya menjadi alat kritik sosial yang mendalam terhadap ketidakadilan rasial di Amerika.

Michelle Obama: Ibu Negara kulit hitam pertama dalam sejarah Amerika Serikat dan Aktivis Pendidikan Perempuan

Michelle LaVaughn Robinson Obama adalah seorang pengacara, penulis, dan Ibu Negara kulit hitam pertama dalam sejarah Amerika Serikat. Ia mendampingi Presiden ke-44, Barack Obama. Lahir dan besar di South Side Chicago dari pasangan Fraser dan Marian Robinson. Ia menempuh pendidikan di Princeton University dalam bidang sosiologi dan studi Afrika-Amerika. Lalu meraih gelar hukum dari Harvard Law School pada 1988.

Sebelum menjadi Ibu Negara, ia berkarier sebagai pengacara di Sidley & Austin, pejabat pemerintah kota Chicago. Dan Wakil Presiden Community and External Affairs di University of Chicago Medical Center. Sebagai Ibu Negara, Michelle menggagas empat inisiatif besar: Let’s Move! (2010) untuk melawan obesitas anak, Joining Forces (2011) bersama Jill Biden untuk mendukung keluarga militer.

Reach Higher (2014) guna mendorong pendidikan tinggi bagi remaja. Dan Let Girls Learn (2015) yang memajukan pendidikan perempuan di seluruh dunia. Terkenal sebagai sosok inspiratif, ia menjadi teladan dalam kepemimpinan, peran keluarga, dan pemberdayaan perempuan global.

Michelle Obama, melalui berbagai program pendidikan dan kesehatan, mendorong anak-anak dan perempuan di seluruh dunia untuk berani bermimpi besar dan memperjuangkan masa depan yang lebih baik. 

Selain menyampaikan fakta sejarah, buku tersebut juga menghadirkan ilustrasi berwarna hangat karya Andrea Pippins. Ilustrainya membuat setiap kisah hidup terasa hidup dan dekat. Ditujukan untuk generasi pembaca muda, buku Young, Gifted and Black  menjadi “surat cinta” bagi generasi penerus agar tidak melupakan sejarah dan terus berjuang untuk kesetaraan serta perdamaian

Menginspirasi Generasi Muda untuk Bertindak

Bagi saya, Buku Young, Gifted and Black menginspirasi generasi muda untuk bertindak terutama dalam membangun perdamaian, melalui pesan-pesan yang membangkitkan keberanian, ketekunan, dan kepedulian terhadap sesama.

Kemudian saya menyoroti dalam setiap halamannya mendorong pembaca untuk percaya pada kemampuan diri untuk berkontribusi menciptakan lingkungan yang harmonis. Buku Young, Gifted and Black mengguankkan bahasa yang sederhana dan ilustrasi yang menarik, nilai-nilai perdamaian menjadi lebih mudah dipahami dan dihayati.

Dalam buku tersebut, perdamaian tergambar sebagai sikap saling menghormati dan menjaga keharmonisan hubungan. Buku tersebut menyoroti pesan untuk membangun suasana damai memerlukan tkesadaaran untuk mengedepankan kebaikan. Nilai tersebut dapat kita terapkan di berbagai situasi, mulai dari kehidupan keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas. []

Referensi:

Fradkin, C. (2018). Book Review: Young, Gifted and Black: Meet 52 Black Heroes From Past and Present. Frontiers in Pediatrics | www.frontiersin.org, [online] 1, p.208. Available at: https://www.researchgate.net/publication/327060931_Book_Review_Young_Gifted_and_Black_Meet_52_Black_Heroes_From_Past_and_Present [Accessed 13 Aug. 2025].

Wilson, J. (2019). Young, Gifted and Black. London: Wide Eyed Editions.

 

Tags: bukuPerdamaianResiliensiReview BukuTokoh Kulit HitamYoung Gifted and Black
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Sunat Perempuan dan Kekeliruan Memahami Ajaran Islam

Next Post

Rektor Abdul Chobir: Kampus Harus Berani Melahirkan Gagasan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

Layyin Lala

Layyin Lala

A Student, Santri, and Servant.

Related Posts

Imajinasi
Buku

Imajinasi Anak, Energi Nuklir, dan Jalan Sepi yang dipilih

16 Juli 2026
Agensi Perempuan
Buku

Agensi Perempuan dari Memoar Huda Sha’rawi “Neraka di Harem”

9 Juli 2026
Lini Masa
Buku

Agama, Peristiwa Lini Masa, dan Bagaimana Sikap Kita?

7 Juli 2026
Fikih Disabilitas
Disabilitas

Buku Fikih Disabilitas Resmi Diluncurkan di Munas Konbes NU 2026

23 Juni 2026
Sebelum Harimu Bersamanya
Buku

Buku “Sebelum Harimu Bersamanya”: Sebuah Panduan Sebelum Menikah

17 Juni 2026
Buku Manaqib Ulama Perempuan
Aktual

Diluncurkan di BuKUPI: Buku Manaqib Ulama Perempuan Indonesia Jadi Ikhtiar Awal Dokumentasi Sejarah Ulama Perempuan

25 Mei 2026
Next Post
Bagi Disabilitas

Rektor Abdul Chobir: Kampus Harus Berani Melahirkan Gagasan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • HIV Menular Melalui Apa Saja? Cek Fakta dan Mitosnya
  • Apa itu AIDS?
  • Runtuhnya Bastille dan Hipokrisi Egalite: Membaca Sejarah Prancis melalui Lensa Mubadalah
  • Bolehkah Zakat Diberikan Kepada Penyintas Kekerasan?
  • Apa itu HIV?

Komentar Terbaru

  • Nur Fadiah Anisah pada Memaknai Jargon The Personal is Political: Kecemasan Kita Ternyata Diproduksi Negara!
  • Zikri Alvi Muharam pada Takut Kok Sama “Pesta Babi”
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0