Selasa, 13 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Lingkungan jadi

    Kerusakan Alam Jadi Ancaman Nyata bagi Masa Depan

    Titik Nol Kehidupan

    Menyusun Ulang Harapan: Kisah Istri di Titik Nol Kehidupan

    Pengelolaan Sampah

    KUPI Dorong Pengelolaan Sampah sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Nikah Muda

    Antara SNBP dan Nikah Muda: Siapa yang Paling Menanggung Risiko?

    Tingkat Kultural

    KUPI Dorong Pembumian Fatwa di Tingkat Kultural

    UU TPKS

    UU TPKS Perkuat Perlindungan Perempuan di Ruang Publik

    Pencatatan Perkawinan

    Pentingnya Pencatatan Perkawinan sebagai Bentuk Perlindungan Hak Anak dan Perempuan

    Fatwa KUPI

    Peran Fatwa KUPI dalam Perubahan UU Usia Pernikahan

    Pandji Pragiwaksono

    Pandji Pragiwaksono, Gus Dur, dan Ketakutan pada Tawa

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Lingkungan jadi

    Kerusakan Alam Jadi Ancaman Nyata bagi Masa Depan

    Titik Nol Kehidupan

    Menyusun Ulang Harapan: Kisah Istri di Titik Nol Kehidupan

    Pengelolaan Sampah

    KUPI Dorong Pengelolaan Sampah sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Nikah Muda

    Antara SNBP dan Nikah Muda: Siapa yang Paling Menanggung Risiko?

    Tingkat Kultural

    KUPI Dorong Pembumian Fatwa di Tingkat Kultural

    UU TPKS

    UU TPKS Perkuat Perlindungan Perempuan di Ruang Publik

    Pencatatan Perkawinan

    Pentingnya Pencatatan Perkawinan sebagai Bentuk Perlindungan Hak Anak dan Perempuan

    Fatwa KUPI

    Peran Fatwa KUPI dalam Perubahan UU Usia Pernikahan

    Pandji Pragiwaksono

    Pandji Pragiwaksono, Gus Dur, dan Ketakutan pada Tawa

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Sastra

Emak, Ijah tak Ingin Menikah

Karena menikah bukan solusi semua masalah. Apalagi bagi korban pemerkosaan, di mana ia juga berhak memilih dan menentukan jalan untuk masa depannya sendiri

Zahra Amin Zahra Amin
22 Januari 2023
in Sastra
1
Tak ingin Menikah

Tak ingin Menikah

745
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Usianya masih belasan tahun. Ketika neneknya pamit pada pihak sekolah, cucunya hendak ia nikahkan. Ijah demikian namanya dipanggil oleh teman-teman satu kelas. Lengkapnya Khodijah. Ia melawan keinginan neneknya. Ijah tak ingin menikah. Gadis manis kelas IX SMP swasta tempat saya mengajar.

Sebelum Neneknya datang ke sekolah, yang kerap Ijah sapa hangat dengan panggilan Emak Siti, Ijah merupakan siswi yang cerdas. Setiap kali mendapat tugas dari guru, dia yang paling pertama menyelesaikannya. Jika Ijah sudah mengacungkan tangan, nampak wajah lega dari siswa satu kelas itu. Petanda siksaan menjawab soal-soal sulit di papan tulis akan segera terselesaikan.

Tak hanya pandai berhitung, Ijah juga aktif di kegiatan ekstrakulikuler. Ia memimpin teman-temannya di Pramuka. Berapa kali berkompetisi dengan sekolah lain di tingkat kabupaten, ia selalu membawa pulang piala untuk sekolah. Senyum manis dengan gigi gingsul selalu menghiasi wajahnya.

Maka ketika sang nenek, Emak Siti datang ke sekolah dan mengabarkan Ijah harus putus sekolah karena mau menikah, gemparlah seisi sekolah. Tak hanya teman-temannya, yang tentu akan sangat kehilangan. Saya yang kerap mendampingi Ijah setiap kali hendak mengikuti perlombaan, merasa terpukul. Siswa secerdas itu, masa depannya harus kandas di bawah bayang-bayang ikatan pernikahan.

Ijah tak Ingin Menikah

Dalam satu kesempatan sepulang sekolah, akhirnya saya berkunjung ke rumah Ijah. Di sepetak rumah, berlantai tegalan hitam, berdinding bambu, dengan dua kamar yang beraroma pengap dan lembap, saya duduk ditemani Emak Siti. Ijah memilih mengurung diri di kamar. Saya hanya ingin tahu apa alasan Emak Siti terburu-buru menikahkan Ijah, sementara usianya belum jua matang. Kuncup payudaranya belum jua mengembang.

Emak Siti sesekali menyusut air mata yang berlinang di kedua bola matanya. Ia nampak menyesal dan merasa telah gagal menjadi orang tua pengganti bagi Ijah. Menurut Emak Siti, ayah Ijah tak tahu ke mana rimba. Hilang tanpa kabar. Sementara ibunya telah wafat ketika melahirkan Ijah. “Ijah hamil Bu Guru, usia kandungannya sudah dua bulan. Tapi Ijah tidak mau bilang, siapa yang sudah menghamili dia. Saya merasa berdosa sama Neneng, almarhumah Ibu Ijah, saya tak bisa merawat Ijah dengan baik.” Ratap Emak Siti.

“Kebetulan ada laki-laki baik yang bersedia menikahi Ijah. Mandor Nana, kepala proyek pasar di kampung ini mau sama Ijah. Dia suka Ijah. Pas sekali, istrinya juga baru saja meninggal dunia. Kasian anak-anaknya masih kecil tidak ada yang mengurus. Buat Emak, yang penting Ijah ada yang mau bertanggung jawab.” Jelas Emak Siti.

“Ijah tak ingin menikah Emak!” Teriak Ijah dari dalam kamar. Saya mendekatinya perlahan masuk ke kamar, dan meminta izin agar bisa bicara berdua dengan Ijah. Dalam situasi tegang itu, Ijah tak memberi perlawanan ia diam saja. Sambil sesekali menyeka air matanya yang tumpah.

“Ijah, maaf kalau Ibu lancang ingin ngobrol sama kamu. Ibu ingin Ijah percaya sama Ibu, jadi Ijah bisa cerita apa saja sama Ibu.”

Upayaku cukup berhasil, Ijah menoleh sambil mengatakan. “Ibu Ratna, Ijah tak ingin menikah. Tapi Ijah juga tak ingin melahirkan anak ini. Anak yang Ijah sendiri tidak tahu siapa ayahnya.” Ujarnya sambil terisak-isak meremas-remas perut.

Layanan Pendampingan

Setelah mengetahui duduk persoalannya, dan mendengarkan keinginan Ijah, saya berpamit pergi. Begitu keluar dari rumah, saya langsung menghubungi sahabat saya yang bekerja di Yayasan Pendampingan dan Layanan Korban Kekerasan Seksual. Jelas Ijah korban pemerkosaan, karena ia tak tahu siapa pelakunya.

Berdasarkan ceritanya, sepulang sekolah sore itu, usai latihan baris berbaris persiapan Upacara Hari Kemerdekaan. Di tengah jalanan yang sepi dan suram, Ijah dibekap dari belakang. Ia langsung pingsan tak sadarkan diri. Dan tiba-tiba bangun sudah tanpa busana di sebuah rumah kosong. Ia memunguti bajunya yang berserakan di sekitar. Lalu ia pulang ke rumah dalam kondisi kacau. Sejak saat itu, Ijah berubah menjadi gadis pendiam dan tak lagi aktif berkegiatan di sekolah.

Harusnya, saya sebagai gurunya, dan pihak sekolah lebih peka dengan kondisi anak didik. Perubahan emosional sekecil apapun menjadi tanda ada yang tidak baik-baik saja pada siswa kami. Dalam hal ini, saya juga merasa bersalah sama Ijah, karena tidak peduli padanya. Hanya menuntut dia menjadi siswa yang cerdas dan berprestasi, sementara dari sisi kasih sayang, perhatian, sangat minim ia rasakan.

Saya menyampaikan pada Emak Siti agar kita tidak mendesaknya untuk menikah, dan membiarkan Ijah melewati masa kritis ini dalam pendampingan konselor, serta pengawasan tenaga kesehatan. Sebab usianya masih terlalu muda, kehamilan dan persalinannya berisiko tinggi. Bahkan bisa menyebabkan kematian ibu dan bayi.

Saya menebus perasaan bersalah tersebut dengan mendampingi Ijah hingga kondisi mentalnya pulih kembali. Lalu menjanjikan padanya, ia tetap bisa bersekolah meski tidak di lembaga pendidikan yang sama. Saya dan teman-teman di lembaga layanan, akan memastikan ruang aman baginya. Agar ia kelak mampu keluar dari rasa trauma, dan tak perlu mendapat stigma apapun dari masyarakat.

Menikah bukan Solusi Semua Masalah

Emak Ijah memeluk saya erat, ketika proses aborsi aman Ijah selesai. Meski masa depannya kini terenggut paksa, namun ada asa yang ingin ia nyalakan bersama nenek tercinta. Satu-satunya anggota keluarga yang masih tersisa.

Mandor Nana yang dulu pernah berkeinginan menikahi Ijah pun urung melakukannya, setelah saya memberi penjelasan. Menikahi seorang perempuan hanya untuk menjadi baby sister gratisan bagi anak-anaknya yang masih kecil, itu adalah perampasan kebebasan hidup perempuan. Hanya laki-laki kere, dan pengecut yang mau melakukan hal itu.

Karena menikah bukan solusi semua masalah. Apalagi bagi korban pemerkosaan, di mana ia juga berhak memilih dan menentukan jalan untuk masa depannya sendiri. Maka ketika kini marak adanya pengajuan dispensasi nikah, rasanya kita perlu mempertanyakan kembali tanggung jawab kita sebagai orang tua, guru, dan orang-orang dewasa di sekitar anak-anak, sudahkah memberinya ruang aman dan nyaman untuk berbagi cerita?

Jangan-jangan karena ketakpedulian kita, anak-anak yang belum ajeg pemikirannya itu, terjerat dalam pergaulan berisiko. Bisa jadi awalnya karena terjebak, lalu lama-lama terlanjur berdosa hingga menggadaikan nasib masa depannya sendiri.

“Ibu, terimakasih telah mendengarkan keinginan Ijah.” senyumnya tulus di atas pembaringan klinik kesehatan ibu dan bayi, sebelum akhirnya saya berpamit pergi. []

 

Tags: KBGSKekerasan seksualmenikahpemerkosaanperempuan korban kekerasan
Zahra Amin

Zahra Amin

Zahra Amin Perempuan penyuka senja, penikmat kopi, pembaca buku, dan menggemari sastra, isu perempuan serta keluarga. Kini, bekerja di Media Mubadalah dan tinggal di Indramayu.

Terkait Posts

Kekerasan Seksual KUPI
Uncategorized

Fatwa KUPI Soroti Dampak Luas Kekerasan Seksual terhadap Kehidupan Korban

12 Januari 2026
Pacaran
Personal

Pacaran: Femisida Berkedok Jalinan Asmara

6 Januari 2026
Kekerasan Seksual
Aktual

Forum Halaqah Kubra KUPI Bahas Kekerasan Seksual, KDRT, dan KBGO terhadap Perempuan

16 Desember 2025
sikap ambivalen
Aktual

Julia Suryakusuma Soroti Ancaman Kekerasan Seksual dan Sikap Ambivalen terhadap Feminisme

15 Desember 2025
Kekerasan Seksual
Aktual

Kelas Diskusi Islam dan Gender Fahmina Ungkap Masalah Laten Kekerasan Seksual dan Perkawinan Anak

26 November 2025
Grooming Behavior
Publik

Grooming Behaviour dan Pudarnya Nalar Kritis Para Gawagis

11 November 2025

Comments 1

  1. Faqih Abdul Kodir says:
    3 tahun ago

    Kisah penuh inspiratif, semoga membangkitkan semua guru, semua orang tua dan keluarga, juga masyarakat untuk ikut merasakan dan peduli pada anak-anak seperti Ijah.

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Masak Bukan Kodrat

    Masak Bukan Kodrat: Kampanye Kesetaraan Gender

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kenapa Masih Ada Perceraian? Bukankah Allah Berjanji, Orang Baik untuk Orang Baik?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fatwa KUPI Soroti Dampak Luas Kekerasan Seksual terhadap Kehidupan Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KUPI Tegaskan Bahaya Pernikahan yang Membahayakan Anak, Terutama Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandji Pragiwaksono, Gus Dur, dan Ketakutan pada Tawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Kerusakan Alam Jadi Ancaman Nyata bagi Masa Depan
  • Menyusun Ulang Harapan: Kisah Istri di Titik Nol Kehidupan
  • KUPI Dorong Pengelolaan Sampah sebagai Tanggung Jawab Bersama
  • Antara SNBP dan Nikah Muda: Siapa yang Paling Menanggung Risiko?
  • KUPI Dorong Pembumian Fatwa di Tingkat Kultural

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID