• Login
  • Register
Sabtu, 1 April 2023
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
  • Khazanah
  • Rujukan
  • Tokoh
  • Kolom Buya Husein
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
  • Khazanah
  • Rujukan
  • Tokoh
  • Kolom Buya Husein
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Pernak-pernik

Merayakan International Women’s Day dengan Spirit Sisterhood

Dengan menjadi perempuan yang saling mendukung, menghargai satu sama lain, dan menerapkan spirit sisterhood, akan lebih banyak energi positif yang disebarkan, kemudian menciptakan kekuatan yang lebih besar dan sangat berpengaruh baik untuk banyak orang.

Yuyun Khairun Nisa Yuyun Khairun Nisa
01/04/2021
in Pernak-pernik
0
Sisterhood

Sisterhood

157
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Pada Ngaji KGI yang digagas oleh Ibu Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm tanggal 12 Maret kemarin, nuansanya masih dalam perayaan International Women’s Day. Pada hari itu termasuk salah satu episode special karena narasumber yang dihadirkan adalah para tokoh perempuan hebat Indonesia, yakni Ibu Dra. Hj. Badriyah Fayumi, Lc., M.A dari Jaringan KUPI (Kongres Ulama Perempuan Indonesia) dan Ibu Lies Marcoes Natsir, M.A selaku direktur Rumah Kitab. Beliau semua adalah tokoh ulama perempuan yang inspiratif dan kolaboratif dalam menyebarkan pemahaman Islam moderat.

Selama pengajian berlangsung, saya merasa sangat bahagia dan luar biasa ketika melihat sesama perempuan saling bersinergi dalam kebaikan yang menggambarkan ikatan persaudaraan sesama perempuan (sisterhood). Apalagi realita di masyarakat seringkali dijumpai sesama perempuan justru saling berkompetisi menjadi yang paling unggul. Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa disadari perempuan membentuk kebiasaan yang cenderung saling merendahkan sesamanya.

Misalnya dengan bergosip, mengejek yang terselubung lewat candaan (red. julid), mencibir yang menyakiti perasaan orang lain (red. nyinyir), bahkan sampai menghakimi tanpa mengetahui duduk perkaranya dengan tujuan untuk berada di posisi paling tinggi dan dianggap menjadi yang paling baik.

Sifat dan sikap perempuan yang telah disebutkan di atas, justru menjadi salah satu problem besar bagi perempuan lainnya. Menurut psikolog dan pendiri Enlightmind, perusahaan Consulting Psychology, Alvieni Angelica, M.Psi, ada istilah yakni kompetisi intraseksual dalam psikologi evolusi yang dipopulerkan oleh David Buss yang berarti kompetisi yang dilakukan antar sesama kelompok, baik yang dilakukan laki-laki maupun perempuan.

Secara konsepnya, hasrat dan insting untuk melakukan kompetisi intraseksual tersebut adalah untuk berlomba-lomba mendapatkan perhatian dari banyak orang, terlebih orang yang dianggap penting dalam kehidupannya. Hanya saja karena perempuan cenderung ekspresif dalam menunjukkan perasaan dan pemikirannya secara langsung, maka kompetisi tersebut terlihat lebih jelas pada kelompok perempuan. Lalu, bagaimana menyikapinya?

Daftar Isi

  • Baca Juga:
  • Kiprah Nyai Khairiyah Hasyim Asy’ari: Ulama Perempuan yang terlupakan
  • Asy-Syifa Binti Abdullah: Ilmuwan Perempuan Pertama dan Kepala Pasar Madinah
  • Nalar Kritis Muslimah: Menghadirkan Islam yang Ramah Perempuan
  • Siti Walidah: Ulama Perempuan Progresif Menolak Peminggiran Peran Perempuan

Baca Juga:

Kiprah Nyai Khairiyah Hasyim Asy’ari: Ulama Perempuan yang terlupakan

Asy-Syifa Binti Abdullah: Ilmuwan Perempuan Pertama dan Kepala Pasar Madinah

Nalar Kritis Muslimah: Menghadirkan Islam yang Ramah Perempuan

Siti Walidah: Ulama Perempuan Progresif Menolak Peminggiran Peran Perempuan

Dalam pandangan Ibu Nyai Dra. Hj. Badriyah Fayumi, Lc., M.A, sesama perempuan harus menumbuhkan spirit sisterhood (semangat atau rasa persaudaraan) sebagaimana yang tercermin pada Q.S. Al-Hujurat (49) ayat 11-12 yang menggambarkan bahwa sesama perempuan dilarang mengolok-olok satu sama lain, saling mencela, memanggil dengan sebutan yang buruk, menjauhi berprasangka tidak baik apalagi melakukan stereotyping yang masih dianggap biasa di masyarakat, mencari-cari kesalahan orang lain dengan maksud merendahkan, dan bergunjing.

Kesadaran dalam menumbuhkan spirit sisterhood sangat penting untuk diterapkan ke semua perempuan supaya bisa saling menguatkan, kemudian bersama-sama membentuk citra perempuan yang supportif dan empatik, dari pada merendahkan satu sama lain.

Selain itu, masih bersumber dari psikolog Alvieni Angelica, M.Psi., hal-hal yang mempengaruhi cara pandang perempuan yang suka merendahkan sesamanya itu salah satunya karena kurangnya penerimaan yang baik terhadap dirinya sendiri. Faktornya bisa dari pengalaman tidak menyenangkan, misalnya sering dikritik, disalahkan, atau bahkan di-bully, sehingga membentuk karakter yang cenderung ingin tampil lebih hebat dari yang lain.

Di tambah lagi, cara mengekspresikannya yang seringkali keliru sehingga memberi kesan merendahkan perempuan lain. Lantas bagaimana sikap yang tepat untuk menciptakan hubungan atau persaingan yang sehat antar sesama perempuan?

Sebelum menjawab problematika di atas, perlu dipahami bahwa persaingan dalam Islam pada dasarnya sangat dianjurkan. Hal tersebut disebutkan dalam Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 148 bahwa Allah memerintahkan seluruh makhluk-Nya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Patut kita garisbawahi dan selalu diingat adalah kata kebaikan pada perintah Allah tersebut. Maka persaingan yang sehat harus didasari oleh kebaikan dan orientasinya pun untuk kebaikan dengan menerapkan spirit sisterhood tentunya.

Tak hanya itu, kolaborasi dan sikap apresiatif juga penting sebagai support system bagi sesama perempuan. Ketika perempuan yang satu dengan perempuan yang lain bekerja sama dan saling mengisi satu sama lain untuk kebaikan bersama, maka hasilnya adalah kekuatan yang lebih besar bagi kemaslahatan orang banyak. Kita bisa ambil contoh dari kegiatan Ngaji KGI kemarin yang membahas buku Ibu Nur Rofiah, Bil. Uzm yang berjudul “Nalar Kritis Muslimah”.

Narasumber yang lain, yakni Ibu Nyai Dra. Hj. Badriyah Fayumi, Lc., M.A dan Ibu Lies Marcoes Natsir, M.A sangat mengapresiasi karya Ibu Dr. Nur Rofiah sebagai jalan menyebarkan pemahaman Islam yang rahmatan lil ‘alamiin, ramah dan memuliakan perempuan serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Luar biasanya, buku tersebut sudah dicetak sebanyak 3000 eksemplar. Kemudian, Ibu Nyai Badriyah Fayumi memberikan motivasi agar Ibu Nyai Nur Rofiah menulis buku lanjutan terkait metodologi berpikir kritis untuk menyempurnakan buku yang pertama.

Di samping itu, Ibu Lies Marcoes Natsir juga akan meluncurkan sebuah buku berjudul “Merebut Tafsir” yang menjelaskan tentang pengembalian makna tafsir pada jalannya yang benar dengan mengkontraskan teks dengan realitas. Karya kedua tokoh ulama ini merupakan satu paket untuk dijadikan pedoman dalam mengajarkan Islam yang progresif. Ketiga tokoh ulama perempuan tersebut saling mengapresiasi dan memberikan dukungan atas karya dan pencapaian satu sama lain.

Dengan menjadi perempuan yang saling mendukung, menghargai satu sama lain, dan menerapkan spirit sisterhood, akan lebih banyak energi positif yang disebarkan, kemudian menciptakan kekuatan yang lebih besar dan sangat berpengaruh baik untuk banyak orang. Bukankah lebih keren ketika sesama perempuan saling menghebat bersama? []

Tags: Hari Perempuan InternasionalIWD2021Kongres Ulama Perempuan IndonesiaPeran PerempuanSisterhoodulama perempuan
Yuyun Khairun Nisa

Yuyun Khairun Nisa

Yuyun Khairun Nisa, lahir di Karangampel-Indramayu, 16 Juli 1999. Lulusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jember. Saat ini sedang bertumbuh bersama AMAN Indonesia mengelola media She Builds Peace Indonesia. Pun, tergabung dalam simpul AMAN, Puan Menulis (komunitas perempuan penulis), dan Peace Leader Indonesia (perkumpulan pemuda lintas iman). Selain kopi, buku, dan film, isu gender, perdamaian dan lingkungan jadi hal yang diminati. Yuk kenal lebih jauh lewat akun Instagram @uyunnisaaa

Terkait Posts

Momen Ramadan

Momen Ramadan, Mengingat Masa Kecil yang Berkemanusiaan

1 April 2023
kerja rumah tangga

Nabi Muhammad Saw Biasa Melakukan Kerja-kerja Rumah Tangga

1 April 2023
Pekerjaan rumah tangga suami istri

Pekerjaan Rumah Tangga Bisa Dikerjakan Bersama, Suami dan Istri

1 April 2023
Rumah Tangga

Hadis Relasi Rumah Tangga

31 Maret 2023
Melestarikan Tradisi Nyadran

Gerakan Perempuan Melestarikan Tradisi Nyadran

31 Maret 2023
Kemaslahatan Pernikahan

Dalam Ralasi Pernikahan Suami Istri Harus Saling Memberikan Kemaslahatan

31 Maret 2023
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Melestarikan Tradisi Nyadran

    Gerakan Perempuan Melestarikan Tradisi Nyadran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hadis Relasi Rumah Tangga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pekerjaan Rumah Tangga Bisa Dikerjakan Bersama, Suami dan Istri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kiprah Nyai Khairiyah Hasyim Asy’ari: Ulama Perempuan yang terlupakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Memaknai Kembali Hadis-hadis Pernikahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Momen Ramadan, Mengingat Masa Kecil yang Berkemanusiaan
  • Kasus KDRT: Praktik Mikul Dhuwur Mendem Jero yang Salah Tempat
  • Nabi Muhammad Saw Biasa Melakukan Kerja-kerja Rumah Tangga
  • Kiprah Nyai Khairiyah Hasyim Asy’ari: Ulama Perempuan yang terlupakan
  • Pekerjaan Rumah Tangga Bisa Dikerjakan Bersama, Suami dan Istri

Komentar Terbaru

  • Profil Gender: Angka tak Bisa Dibiarkan Begitu Saja pada Pesan untuk Ibu dari Chimamanda
  • Perempuan Boleh Berolahraga, Bukan Cuma Laki-laki Kok! pada Laki-laki dan Perempuan Sama-sama Miliki Potensi Sumber Fitnah
  • Mangkuk Minum Nabi, Tumbler dan Alam pada Perspektif Mubadalah Menjadi Bagian Dari Kerja-kerja Kemaslahatan
  • Petasan, Kebahagiaan Semu yang Sering Membawa Petaka pada Maqashid Syari’ah Jadi Prinsip Ciptakan Kemaslahatan Manusia
  • Berbagi Pengalaman Ustazah Pondok: Pentingnya Komunikasi pada Belajar dari Peran Kiai dan Pondok Pesantren Yang Adil Gender
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

© 2023 MUBADALAH.ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
  • Khazanah
  • Rujukan
  • Tokoh
  • Kolom Buya Husein
  • Login
  • Sign Up

© 2023 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist