Mubadalah.id – Bila payudara terasa “kembung” dan muncul benjolan yang menyakitkan selama masa menyusui, kemungkinan saluran susu tersumbat oleh ASI yang kental. Jika ASI berhenti mengalir dari bagian tertentu, kondisi ini juga dapat menyebabkan mastitis.
Gejala mastitis antara lain demam, sementara bagian tertentu dari payudara terasa panas, bengkak, dan sangat nyeri.
Meski demikian, Anda tetap harus terus menyusui. Jangan berhenti menyusui, karena dengan menyusui saluran susu akan tetap terkuras sehingga payudara tidak mudah mengalami infeksi. Walaupun payudara mengalami kondisi tersebut, ASI yang keluar tetap aman untuk bayi Anda.
Cara Merawat Saluran Susu yang Tersumbat dan Mastitis
Pertama, kompres payudara yang sakit dengan kain yang dibasahi air hangat sebelum menyusui.
Kedua, teruskan menyusui, terutama dengan payudara yang sakit tersebut. Pastikan bayi menyusu dengan benar.
Ketiga, saat bayi menyusu, pijat payudara perlahan ke arah puting. Pijatan ini dapat membantu mengosongkan saluran susu.
Keempat, ubah posisi menyusui agar ASI dapat mengalir ke semua bagian payudara.
Kelima, bila payudara terasa sangat sakit hingga Anda tidak dapat menyusui, keluarkan ASI dengan metode botol hangat. ASI harus tetap mengalir agar saluran yang tersumbat dapat pulih kembali.
Keenam, kenakan pakaian yang longgar dan beristirahatlah sebanyak mungkin.
Biasanya mastitis dapat sembuh dalam waktu sehari semalam atau sekitar 24 jam. Namun, bila demam berlangsung lebih dari 24 jam, Anda membutuhkan perawatan lebih lanjut untuk infeksi payudara.
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 150. []











































