Mubadalah.id – Pendekatan mubadalah memiliki kerangka metodologi yang sistematis dalam memahami teks dan realitas sosial. Metode ini terdiri atas tiga langkah utama yang menjadi landasan analisis sekaligus penerapan praktis dalam kehidupan masyarakat.
Langkah pertama adalah mengidentifikasi pesan universal dan nilai dasar dalam suatu teks, seperti keadilan, kasih sayang, tanggung jawab, dan kemaslahatan.
Nilai-nilai tersebut dipandang sebagai inti ajaran yang melampaui konteks spesifik dan dapat diterapkan dalam berbagai situasi kehidupan. Penekanan pada prinsip dasar bertujuan memastikan bahwa pemahaman agama tidak berhenti pada makna literal semata.
Langkah kedua adalah memastikan bahwa nilai tersebut berlaku bagi semua pihak dalam relasi sebagai subjek yang setara. Dalam kerangka ini, setiap norma dipahami sebagai pedoman bersama, bukan aturan sepihak. Pendekatan tersebut menempatkan relasi manusia dalam struktur kemitraan yang menuntut kontribusi timbal balik.
Langkah ketiga adalah menerjemahkan nilai tersebut ke dalam praktik nyata sesuai konteks kehidupan. Tahap ini menekankan pentingnya relevansi sosial, sehingga pesan agama dapat berfungsi sebagai pedoman etika yang aplikatif. Dengan cara ini, mubadalah berperan sebagai alat baca sekaligus alat kerja dalam membangun praktik sosial yang adil.
Implementasi paradigma ini terlihat dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Relasi keluarga dapat kita pahami sebagai kerja sama kolektif, termasuk dalam aspek ekonomi, pengasuhan anak, dan pengambilan keputusan. Tanggung jawab tidak lagi diposisikan sebagai kewajiban tunggal salah satu pihak, melainkan sebagai komitmen bersama.
Dalam lingkup sosial yang lebih luas, mubadalah dipandang sebagai paradigma yang melihat masyarakat sebagai jaringan relasi timbal balik. Setiap individu dapat berperan sebagai pelindung sekaligus membutuhkan perlindungan.
Oleh karena itu, dengan perspektif ini, artinya menolak narasi yang membebankan tanggung jawab moral hanya kepada kelompok tertentu, dan menegaskan bahwa setiap orang memiliki peran dalam menjaga keseimbangan kehidupan bersama.
Dengan kerangka tersebut, mubadalah berkembang sebagai visi sosial yang menekankan kesetaraan, kemitraan, dan penghormatan terhadap martabat manusia dalam berbagai dimensi kehidupan. []
Sumber Tulisan: Makna Mubadalah






































