Narasi Perempuan dalam Sejarah yang Nyaris Terlupakan
Mubadalah.id - “Zahra, jangan lupa Jum’at 1 Mei 2026 jam 08.00 wib nanti ada rapat di Fahmina, siangnya sekaligus nobar ...
Mubadalah.id - “Zahra, jangan lupa Jum’at 1 Mei 2026 jam 08.00 wib nanti ada rapat di Fahmina, siangnya sekaligus nobar ...
Mubadalah.id - Proses berdirinya Indonesia adalah dialog keberagaman. Dialog yang membuat masyarakat yang berbeda-beda mau mengaku bertumpah darah satu, berbangsa ...
Mubadalah.id - Sejarah Indonesia tak kekurangan peristiwa penting. Namun, tak semua peristiwa diberi ruang untuk kita ingat. Ada yang kita ...
Mubadalah.id - Sejarah perempuan belum mendapat banyak tempat dalam Sejarah Nasional Indonesia (SNI). Istilahnya, sejarah nasional kita masih terlalu androsentris; ...
Mubadalah.id - Pemerintah ingin sejarah nasional yang Indonesia-sentris dan dalam tone yang positif. Sebagaimana kata Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. Bahwa, ...
Mubadalah.id - Marah? Mungkin kata itu terlalu naif untuk mewakili rasa geram atas upaya pembungkaman sejarah penjarahan dan kekerasan Mei ...
Mubadalah.id- Peran perempuan dalam fakta sejarah Indonesia tidak berbanding lurus dan jujur dengan penulisan sejarahnya. Peran perempuan ini tidak semakin ...
Mubadalah.id - Dalam naskah Cerita Purwaka Caruban Nagari (CPCN) pada tahun 1720 yang ditulis oleh Pengeran Arya Cerbon, Nyai Subang ...
Mubadalah.id - Patriarki dalam tulisan ini dimaknai sebagai sebuah keadaan tidak dilibatkannya perempuan dalam penyusunan pancasila. Dalam konteks sejarah pancasila, ...
Mubadalah.id - 28 Oktober 1928 adalah hari bersejarah bagi pemuda Indonesia. Masa di mana seluruh pemuda dari berbagai suku, budaya, ...
Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0
Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0