Mubadalah.id – Sebagian perempuan merasa bahwa menopause berarti kebebasan dari tuntutan seksual dalam perkawinan. Namun, sebagian lainnya justru merasa lebih tertarik pada seks setelah menopause, karena saat itu mereka sudah terbebas dari kemungkinan hamil tanpa direncanakan.
Meski demikian, semua perempuan tetap dapat merasakan cinta dan kasih sayang, baik dengan maupun tanpa hubungan seksual.
Ketika memasuki usia senja, terjadi berbagai perubahan jasmani yang dapat memengaruhi hubungan seksual. Perubahan-perubahan pokok tersebut antara lain:
Pertama, selama berhubungan seksual, gairah mungkin tidak lagi menggebu-gebu seperti sebelumnya. Hal ini juga terjadi pada laki-laki yang berusia lanjut.
Kedua, vagina mungkin menjadi lebih kering, sehingga hubungan seksual dapat terasa tidak nyaman, bahkan menyakitkan. Selain itu, kondisi ini juga dapat membuat vagina dan saluran kemih lebih mudah terkena infeksi.
Kiat Berhubungan Seks Setelah Menopause
Usahakan melakukan pemanasan lebih lama agar vagina memiliki cukup waktu untuk melembapkan diri secara alami. Bila ingin menambah kelembapan vagina agar hubungan seksual lebih nyaman, dapat menggunakan cairan ludah, minyak dari tumbuhan seperti minyak kelapa, minyak jagung, minyak kacang, atau pelumas lainnya seperti spermisida.
Penting! Jangan menggunakan minyak pelembap atau pelumas berbahan minyak jika pasangan Anda memakai kondom. Minyak dapat membuat kondom melemah sehingga mudah sobek atau bocor.
Pertama, jika pasangan mengalami kesulitan ereksi atau penis sulit mengeras, cobalah memahami hal-hal yang ia sukai. Sentuhan dan perhatian mungkin dapat membantu meningkatkan gairahnya.
Kedua, untuk mencegah gangguan pada saluran kemih, jangan berusaha membuat vagina kering sebelum berhubungan seksual. Selain itu, usahakan buang air kecil sesering mungkin setelah berhubungan seksual agar kuman-kuman dapat ikut terbuang keluar. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 166. []












































