Rabu, 22 Juli 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Spanyol

    Panggung Bola, Air Mata Gaza, dan Trofi Juara Spanyol

    Sepak Bola Dunia

    Perempuan di Balik Layar Bintang Sepak Bola Dunia

    Sejarah Prancis

    Runtuhnya Bastille dan Hipokrisi Egalite: Membaca Sejarah Prancis melalui Lensa Mubadalah

    Kekerasan di Sampang

    Lubang Perlindungan Perempuan; Akar Kekerasan di Sampang dan Pesan Fatwa KUPI

    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Nafkah Skincare

    Nafkah Skincare, Antara Kosmetik Tersier dan Hak Kesehatan Reproduksi Istri

    Anak dengan Down Syndrome

    Memahami Emosi Anak dengan Down Syndrome

    Kehamilan

    Mengapa Kehamilan Perlu Diputuskan Bersama?

    Dimensi Akhlak dalam Talak

    Tadarus Subuh ke 198: Dimensi Akhlak dalam Talak

    Humor Disabilitas

    Ironi Humor Disabilitas di Era Konten Viral

    Zakat

    Bolehkah Zakat Diberikan Kepada Penyintas Kekerasan?

    Kepemimpinan Beragam Gender

    Lebih Beragam, Lebih Hijau: Mengubah Dunia Lewat Kepemimpinan Beragam Gender

    Memahami Islam

    Sudah Saatnya Memahami Islam sebagai Sumber Inspirasi

    Poskolonialisme

    Aroma Poskolonialisme di Final Piala Dunia 2026: Albiceleste Kontra La Roja

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Pasangan HIV

    Pasangan Positif HIV? Ini yang Perlu Anda Ketahui dan Lakukan

    Mengidap HIV

    Tetap Bahagia Meski Mengidap HIV atau AIDS

    Tes HIV

    Apa yang Harus Dilakukan Setelah Hasil Tes HIV Positif?

    Tes HIV

    Kapan Sebaiknya Menjalani Tes HIV?

    Periode Jendela HIV

    Apa Itu Periode Jendela HIV? Ini Penjelasan dan Contohnya

    Virus HIV

    Mengenal Periode Jendela Virus HIV dan Cara Membaca Hasil Tes

    Perempuan HIV

    HIV pada Perempuan: Risiko Lebih Besar dan Enam Cara Mencegahnya

    HIV

    Mengapa Perempuan Lebih Rentan terhadap HIV? Ini Penjelasannya

    HIV Menular

    HIV Menular Melalui Apa Saja? Cek Fakta dan Mitosnya

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Spanyol

    Panggung Bola, Air Mata Gaza, dan Trofi Juara Spanyol

    Sepak Bola Dunia

    Perempuan di Balik Layar Bintang Sepak Bola Dunia

    Sejarah Prancis

    Runtuhnya Bastille dan Hipokrisi Egalite: Membaca Sejarah Prancis melalui Lensa Mubadalah

    Kekerasan di Sampang

    Lubang Perlindungan Perempuan; Akar Kekerasan di Sampang dan Pesan Fatwa KUPI

    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Nafkah Skincare

    Nafkah Skincare, Antara Kosmetik Tersier dan Hak Kesehatan Reproduksi Istri

    Anak dengan Down Syndrome

    Memahami Emosi Anak dengan Down Syndrome

    Kehamilan

    Mengapa Kehamilan Perlu Diputuskan Bersama?

    Dimensi Akhlak dalam Talak

    Tadarus Subuh ke 198: Dimensi Akhlak dalam Talak

    Humor Disabilitas

    Ironi Humor Disabilitas di Era Konten Viral

    Zakat

    Bolehkah Zakat Diberikan Kepada Penyintas Kekerasan?

    Kepemimpinan Beragam Gender

    Lebih Beragam, Lebih Hijau: Mengubah Dunia Lewat Kepemimpinan Beragam Gender

    Memahami Islam

    Sudah Saatnya Memahami Islam sebagai Sumber Inspirasi

    Poskolonialisme

    Aroma Poskolonialisme di Final Piala Dunia 2026: Albiceleste Kontra La Roja

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Pasangan HIV

    Pasangan Positif HIV? Ini yang Perlu Anda Ketahui dan Lakukan

    Mengidap HIV

    Tetap Bahagia Meski Mengidap HIV atau AIDS

    Tes HIV

    Apa yang Harus Dilakukan Setelah Hasil Tes HIV Positif?

    Tes HIV

    Kapan Sebaiknya Menjalani Tes HIV?

    Periode Jendela HIV

    Apa Itu Periode Jendela HIV? Ini Penjelasan dan Contohnya

    Virus HIV

    Mengenal Periode Jendela Virus HIV dan Cara Membaca Hasil Tes

    Perempuan HIV

    HIV pada Perempuan: Risiko Lebih Besar dan Enam Cara Mencegahnya

    HIV

    Mengapa Perempuan Lebih Rentan terhadap HIV? Ini Penjelasannya

    HIV Menular

    HIV Menular Melalui Apa Saja? Cek Fakta dan Mitosnya

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Figur

Ulama Perempuan, dan Perannya yang Luput dari Sejarah

Beberapa ulama kenamaan seperti Imam Syafi’i , Imam Bukhary, al-Hafiz Ibnu al-Munzir, Ibnu al-Qayyim al-Jauzy diketahui juga pernah berguru kepada sejumlah ulama perempuan

Wandi Isdiyanto by Wandi Isdiyanto
19 Januari 2022
in Figur, Rekomendasi
A A
0
Ulama Perempuan

Ulama Perempuan

4
SHARES
190
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Sebagian orang, termasuk saya pernah mempertanyakan soal kealpaan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Ini tidak lain karena pada awal-awal belajar di pesantren hampir tidak pernah mendengar karya dari ulama perempuan yang menjadi rujukan standar di setiap disiplin keilmuan. Lebih dari itu, bahkan tidak satu pun dari mereka yang gagasan-gagasannya dikutip secara eksklusif dalam satu catatan buku tertentu. Yang terlintas di benak saya dulu, sebutan ‘ulama’ hanya pantas disematkan pada kalangan laki-laki bukan untuk perempuan.

Semua hanya tentang laki-laki yang ide-idenya dituangkan dalam satu karya, dikaji secara intens dan serius di berbagai sudut pesantren dengan membentuk halaqoh-halaqoh kecil, satu pemikiran dikutip oleh yang lain dan melahirkan pemikiran baru dan begitu seterusnya. Nyaris tidak ada celah bagi nama ulama perempuan untuk disuarakan dalam forum-forum diskusi ilmiah ala pesantren.

Jika kita mau menengok kebelakang, sejatinya sejarah telah mengabadikan nama-nama ulama perempuan yang turut ambil bagian dalam mewarnai perjalanan keilmuan Islam. Hal ini bisa dibuktikan dari kebiasaan-kebiasan salafus salih, tabi’in, dan orang-orang yang hidup di generasi sesudahnya, menimba ilmu dari siapapun tanpa peduli apakah laki-laki atau perempuan.

Untuk memperkuat bukti keterlibatan ulama perempuan dalam mengisi ruang-ruang keilmuan, ada baiknya kita menyimak perkataan Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad adz-Dzahabi atau yang akrab dipanggil Imam adz-Dzahabi (w. 748 H/ 1348 M), seorang ulama ahli hadis, pakar sejarah kelahiran Damaskus dalam Siyar A’lam an-Nubala’ :

اخذ خلق من التابعين عن الصحابيات. سير أعلام النبلاء (٧/٤٢(

Artinya : “(Kita tidak bisa menutup mata) bahwa ada sejumlah tabi’in yang menimba ilmu dari para sahabat perempuan”

Beberapa ulama kenamaan seperti Imam Syafi’i , Imam Bukhary, al-Hafiz Ibnu al-Munzir, Ibnu al-Qayyim al-Jauzy diketahui juga pernah berguru kepada sejumlah ulama perempuan. Imam adz-Dzahabi menceritakan bahwa Ibnu Asakir pernah berguru kepada 80 orang ulama perempuan.

Ibnu Asakir adalah salah satu ahli hadis yang berasal dari Syam. Dia termasuk ahli fikih dari kalangan syafi’iyah. Namun, karena lebih menekuni hadis dia lebih dikenal sebagai muhaddist. Melalui karyanya yang bertajuk  “Tarikh Madinah Dimasyq”  (sekitar 37 jilid versi terbitan Darul Kutub Ilmiyah) ia juga dikenal sebagai seorang sejarawan.

Imam asy-Syaukani (w. 1250 H/1834 M) dalam bukunya “Nail Authar” dengan tegas mengatakan :

إنه لم ينقل عن أحد من العلماء بأنه رد خبر امرأة لكونها امرأة، فكم من سنة قد تلقتها الأمة بالقبول من امرأة واحدة من الصحابة، وهذا لا ينكره من له أدنى نصيب من علم السنة

Artinya : “Tidak pernah dijumpai sebuah riwayat yang menceritakan kisah dari salah seorang ulama yang menolak hadis dari perempuan dengan alasan gender. Hal ini bisa kita amati dalam sekian banyak literatur yang mengungkap fakta bahwa terdapat sekian banyak hadis diperoleh dari seorang sahabat perempuan. Fenomena tersebut tidak bisa disanggah bahkan oleh orang awam dalam ilmu hadis sekalipun”

Bila sejenak merenungi pernyataan di atas, setidaknya kita bisa mengambil dua pelajaran berharga. Pertama, sedari dulu para ulama telah mengajarkan kepada sekalian pembaca untuk mempelajari ilmu dari siapapun yang dipandang memiliki kapasitas keilmuan dengan mengenyampingkan perbedaan gender. Tentu dengan tetap memperhatikan etika yang tertuang dalam kitab-kitab klasik. Kedua, kita dihadapkan pada satu fakta sejarah tak terbantahkan bahwa ulama perempuan juga berkiprah di dunia keilmuan sebagaimana laki-laki.

Di masa sahabat, ada nama sayyidah Aisyah putri Abu Bakar sekaligus istri Nabi Muhammad saw.  Setelah wafatnya Nabi, sayyidah Aisyah merupakan satu dari sekian orang yang menjadi rujukan utama dalam menjawab persoalan-persoalan agama. Berkat pengajaran ala Nabi, beliau menjelma menjadi sosok perempuan yang pakar di berbagai displin ilmu. Penguasaan fikih yang mumpuni dan kecakapannya di bidang fatwa, membuat nama beliau masuk dalam deretan sahabat yang banyak memberikan solusi hukum, al-Muktsirun fi al-Fatwa.

Selain fikih dan fatwa, kemampuan beliau dalam menghafal sabda-sabda Nabi pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa hafalan beliau mencapai 2.210 hadis. Jumlah yang sangat banyak jika dibandingkan dengan perawi-perawi lain di bawahnya. Dengan hafalan hadis yang begitu ruah ini, tidak heran jika dalam ilmu hadis, Sayyidah Aisyah sejajar dengan para perawi hadis terbanyak dari kalangan laki-laki. Dalam sebuah cuplikan nazam :

المكثرون في رواية الخبر # من الصحابة الاكارم الغرر

ابو هريرة يليه ابن عمر # فأنس فزوجة العادي الابر

ثم ابن عباس يليه جابر # وبعده الخذري فهو الآخر

Artinya : “Berikut ini adalah sederet nama sahabat yang  masuk jajaran para perawi yang banyak meriwayatkan hadis (al-Muktsirun fi riwayah al-khabar) : Abu Hurairoh, Abdullah bin Umar, Anas bin Malik, Sayyidah Aisyah binti Abu Bakar, Abdullah bin Abbas dan Sa’id al-Khudri”

Di generasi selanjutnya ada Sayyidah Nafisah binti Hasan (w. 208 H), merupakan cicit Rasulullah saw,. yang diberi gelar  “Nafisah al-ilmi”. Gelar yang disematkan kepada Sayyidah Nafisah ini tidak lain karena kedalaman ilmu yang ia miliki. Sebagaimana terekam oleh sejarah, banyak ulama yang menimba ilmu dan meriwayatkan hadis dari nya. Salah satu dari mereka adalah Bisyr bin Harist al-Hafi (w.227 H), sufi besar dan juga ulama yang amat masyhur di zamannya. Dia merupakan guru dari Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H).

Pada satu kesempatan, Bisyr tidak bisa hadir mengikuti kajian rutin yang diadakan Sayyidah Nafisah disebabkan sakit yang menimpanya. Rupanya, ketidakhadirannya tersebut disadari oleh beliau. Sebab, tidak biasanya Bisyr mangkir dari pengajian. Lantaran itu, Sayyidah Nafisah memutuskan untuk mendatangi rumahnya, memastikan bahwa Bisyr sedang baik-baik saja. Sesampainya di rumah Bisyr, beliau mendapati sang murid sedang terbaring sakit di tempat tidurnya.

Tidak lama setelah kedatangan beliau, Imam Ahmad bin Hanbal juga datang menengoki gurunya, Bisyr. Disini lah pertama kali Imam Ahmad berjumpa dengan Sayyidah Nafisah. Melihat sosok perempuan yang begitu berkharisma, murid dari Bisyr bin Haris itu penasaran dan bertanya siapa gerangan perempuan tersebut.

“Dia adalah Sayyidah Nafisah, datang kesini untuk menjengukku” jawab Bisyr

Mendengar jawaban gurunya, pemuda yang di kemudian hari dikenal sebagai pendiri Mazhab Hanbali itu antusias untuk meminta doa kepada Sayyidah Nafisah. “Mintakan doa kepada beliau” pintanya kepada Bisyr. Sayyidah Nafisah pun dengan suka rela mendoakan keduanya :

اللهم ان بشر بن حارث واحمد بن حنبل يستجيران بك من النار فأجرهما يا ارحم الراحمين

Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya Bisyr bin Haris dan Ahmad bin Hanbal meminta perlindungan kepadamu dari api neraka, maka selamatkanlah keduanya”  

Ulama lain yang tercatat sebagai murid beliau adalah Imam Syafi’i. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa sejumlah ulama menobatkan Imam Syafi’i sebagai orang yang paling sering mujalasah dengan sayyidah Nafisah. Demikian itu, tidak heran bila Sayyidah Nafisah dinilai sebagai salah seorang yang memberikan pengaruh besar terhadap cara pandang Imam Syafi’i ketika tinggal di Mesir.

Ala kulli hal, sudah barang tentu penulis tidak bisa bercerita panjang lebar dalam tulisan sederhana ini. Masih ada banyak lagi nama lain yang tidak cukup jika hanya dimuat dalam satu tema. Tapi setidaknya, sekelumit kisah tadi bisa menjadi pemantik sekalian pembaca untuk meluangkan waktu mencari tokoh-tokoh lain dari ulama perempuan yang dikemas dalam sebuah karya besar dengan judul A’lam an-Nisa’ fi ‘Alamai al-Arab wa al-Islam karya Umar Rido Kahalah, seorang pakar di bidang sejarah yang juga kelahiran Damaskus.  Dengan begitu, kita bisa tahu betapa perempuan memiliki peran krusial  dalam tradisi keilmuan islam. Wallahu A’lam []

Tags: islamperadabanulama perempuan
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Bukan hanya Perempuan, Laki-laki juga Korban Patriarki

Next Post

Menyemai Moderasi Beragama Melalui Persaudaraan Sejati Part I

Wandi Isdiyanto

Wandi Isdiyanto

Saat ini menjadi salah satu tenaga pengajar di Ma'had Aly Situbondo. Tinggal di Banyuwangi Jawa Timur.

Related Posts

Syarifah Baghdad
Figur

Syarifah Baghdad: Perempuan Pelopor Mukena di Nusantara

20 Juli 2026
Kepemimpinan Abu Bakar
Hikmah

Menilik Kembali Integritas Kepemimpinan Abu Bakar di Tengah Kekacauan Politik

15 Juli 2026
Bertumbuh bersama Pesantren
Personal

Bertumbuh Bersama Pesantren: Menjadi Alim, Saleh, dan Kafi

10 Juli 2026
Lini Masa
Buku

Agama, Peristiwa Lini Masa, dan Bagaimana Sikap Kita?

7 Juli 2026
Kepemimpinan Perempuan
Publik

Membongkar Mitos Kepemimpinan Perempuan dalam Islam

7 Juli 2026
Maskulinitas Mubadalah
Personal

Dari Maskulinitas Mubadalah Menuju Epistemologi Ulama Perempuan

6 Juli 2026
Next Post
Eisegesis

Menyemai Moderasi Beragama Melalui Persaudaraan Sejati Part I

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Pasangan Positif HIV? Ini yang Perlu Anda Ketahui dan Lakukan
  • Panggung Bola, Air Mata Gaza, dan Trofi Juara Spanyol
  • Tetap Bahagia Meski Mengidap HIV atau AIDS
  • Nafkah Skincare, Antara Kosmetik Tersier dan Hak Kesehatan Reproduksi Istri
  • Apa yang Harus Dilakukan Setelah Hasil Tes HIV Positif?

Komentar Terbaru

  • Nur Fadiah Anisah pada Memaknai Jargon The Personal is Political: Kecemasan Kita Ternyata Diproduksi Negara!
  • Zikri Alvi Muharam pada Takut Kok Sama “Pesta Babi”
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0